Sutradara Pertunjukan asal Indonesia akan Hadiri Workshop Seni di New York

Maria Novita Johannes terpilih dan masuk ke dalam 70 peserta pekerja seni dari 33 negara dari seluruh dunia

Oleh
Mhyajo. Instagram/Mhyajo

Sutradara pertunjukan Maria Novita Johannes, atau yang akrab disapa Mhyajo baru-baru ini mengumumkan bahwa dirinya akan bertolak ke Amerika Serikat guna menghadiri program khusus seni pertunjukan internasional di Lincoln Center, New York.

Mhyajo terpilih menjadi salah satu peserta, dari tujuh puluh pelaku kreatif seni pertunjukan dari seluruh dunia yang datang dari 33 negara. Praktis perempuan berkacamata ini sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam program tahunan lembaga seni kelas dunia tersebut. Rencananya, dirinya akan satu setengah bulan berada di sana.

Sang sutradara terpilih setelah melalui beberapa tahapan seleksi. Salah satunya adalah mengirimkan sebuah naskah pertunjukan berbahasa Inggris setebal 80 halaman, serta video rekaman hasil karyanya selama ini.

"Tujuh puluh orang itu terdiri atas para sutradara pertunjukan, salah satunya saya, penulis naskah skenario, pembuat kostum pertunjukan, music director, aktor, aktris, lighting designer, stage manager, dan masih banyak lagi. Jadi, nantinya kami semua akan sharing dan workshop bareng. Kami akan membentuk grup. At the end dari workshop ini, kami akan mempertunjukkan pergelaran yang memang kami buat," ungkap Mhyajo saat ditemui di Tanamera Coffee Roastery, Gandaria belum lama ini.

Keinginan Mhyajo untuk berangkat ke New York tak lepas dari kondisi di Indonesia yang masih minimnya profesi sutradara seni pertunjukan.

"Memang kalo boleh dibilang, sedikit sekali orang yang profesinya sama seperti aku di Indonesia. Saking sedikitnya banyak orang yang memang hampir tidak menghargai bahwa adanya profesi ini untuk suatu pertunjukan," jelas Mhyajo.

"Ketika saya dealing dengan suatu institusi, mereka kaget, bahkan ada yang pernah sampai bertanya,"Oh ada ya? Dalam suatu pertunjukan atau pergelaran kami harus membayar jasa director-nya?", Ini menyedihkan, seperti (profesi ini) ada nggak ada," kenangnya.

Dari pengalaman-pengalaman tersebut perempuan di balik pergelaran Salam Kreatif, APEC"s Cultural Dinner, ITB Berlin Opening, dan Indonesia Creative Product Week ini lantas tergerak untuk keluar dari zona nyaman, dan menjajal peruntungan di Lincoln Center seperti ini.

Menurutnya, dunia seni pertunjukan negeri ini memerlukan banyak tenaga terampil dengan tak hanya kreatif dan berpengalaman, tetapi juga memiliki pengetahuan mumpuni. "Sehingga akan menggairahkan dunia seni pertunjukan di sini. Baik untuk musik, jenis musik apapun. Juga teater, musikal, dan tari," tulis Mhyajo dalam rilis pers.

Mhyajo dikenal sebagai seorang sutradara pertunjukan yang sering mengawinkan unsur-unsur seni pertunjukan modern dengan kekayaan tradisi budaya Nusantara. Salah satu karyanya yang paling diingat hingga kini adalah ketika dirinya menggabungkan tari kecak dengan pertunjukan musik orkestra, menjadi bentuk "kecak-chestra".

Pencapaiannya untuk bisa sampai ke Lincoln Center menjadikannya orang Indonesia pertama yang lolos untuk mengikuti program tahunan dari institusi seni kelas dunia tersebut. Sebelumnya pianis jazz muda berbakat, Joey Alexander telah mencicipi terlebih dahulu untuk tampil di Lincoln Center, New York pada 2014.

Editor's Pick

Most Viewed

  1. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik
  2. Kahitna, Slank, hingga Superman Is Dead Siap Ramaikan Synchronize Fest 2017
  3. Rich Chigga Siap Tur Konser Keliling Amerika Serikat Kedua Kalinya
  4. Pesta Death Metal Maksimal di Everloud III
  5. Bag Raiders, Pendulum dan Colour Castle Akan Tampil di Bestival Bali 2017

Add a Comment