Roger Moore, Pemeran Tujuh Kali James Bond, Tutup Usia di Umur 89 Tahun

Aktor yang dikenal sebagai Bond pada tahun tujuhpuluhan dan delapanpuluhan wafat setelah bertempur dengan kanker

Oleh
Sir Roger Moore. Soppakanuuna

Sir Roger Moore, yang menjadi bintang internasional sebagai aktor ketiga yang secara resmi bermain sebagai James Bond, telah meninggal dunia pada usia 89 tahun.

Keluarga Moore mengkonfirmasi berita ini di Twitter. "Dengan hati yang berat, kami harus mengumumkan ayah kami yang penuh kasih, Sir Roger Moore, telah meninggal dunia di Swiss setelah pertempuran singkat namun berani dengan kanker," bunyi pernyataan tersebut. "Ia dikelilingi cinta yang begitu besar pada hari-hari terakhirnya sehingga tidak dapat digambarkan dengan kata-kata."

Sir Paul McCartney mengatakan bahwa ia merasa "beruntung" pernah bekerja sama dengan almarhum di film James Bond Live and Let Die pada 1973. "Roger adalah orang yang hebat dan tentu saja James Bond yang hebat ... Dia memiliki hati emas, rasa humor yang tinggi dan akan dirindukan oleh banyak orang yang mencintainya."

Moore lahir pada 1927, dan ia menjadi terkenal di televisi berkat bermain dalam serial laga seperti Ivanhoe dan sebuah drama Barat berjudul Maverick. Berkat perannya di The Saint, sebuah serial yang berlangsung selama beberapa musim pada 1960-an, yang kemudian sukses menjadikannya bintang. Sang aktor juga memerankan Simon Templar, sosok mirip Robin Hood modern yang berhadapan dengan beragam karakter jahat sebanyak lebih dari 118 episode.


Moore bergabung dengan waralaba James Bond untuk Live and Let Die pada 1973, dan memerankan mata-mata Inggris yang ramah sebanyak enam film, dan pensiun dari peran tersebut setelah keluarnya A View to a Kill pada 1985. Meskipun ia memegang rekor sebagai pemeran James Bond terlama, namun Moore selalu memandang prestasinya ini dengan sederhana. Dalam sebuah buku yang ia tulis tentang pengalamannya, Bond on Bond: Reflections on 50 Years of James Bond Movies, dia memuji pendahulunya, Sean Connery, yang membuat Agen 007 "menjadi karakter yang bisa dikenali langsung di seluruh dunia - dia kasar, tangguh, jahat, dan cerdas. "

Dia bahkan juga sempat mencela diri sendiri saat diwawancara oleh Maxim pada 2014. "Sean tampak seolah-olah ingin membunuh penjahat itu," kata Moore. "Daniel [Craig] Anda tahu akan membunuh penjahat itu, sementara saya terlihat seperti ingin memeluk mereka, atau membuat mereka bosan sampai mati."

Moore merupakan salah satu Bond paling lucu, dan ia mengklaim peran tersebut sebagai komedi. "Anda tidak bisa menjadi mata-mata yang sebenarnya sementara semua orang di dunia tahu siapa Anda dan apa minuman Anda," kata Moore kepada The New Yorker pada 2012. "Itu sangat lucu."

Selama memerankan Bond, Moore juga membintangi film laga lainnya - The Wild Geese, North Sea Hijack - dan sempat menjadi cameo sebagai Inspektur Clouseau dalam film Curse of the Pink Panther. Setelah meninggalkan seri Bond, aktingnya menjadi lebih jarang, tapi kadang-kadang dia masih muncul di layar, mencoba komedi romantis di Bed & Breakfast dan kembali tampil di thriller untuk film Jean-Claude Van Damme yaitu The Quest.

Selain buku Bond on Bond, Moore menulis dua buku lain tentang pengalamannya sebagai mata-mata paling terkenal di dunia: Roger Moore's Own Account of Filming Live and Let Die dan My Word Is My Bond. "Selamanya dikenal sebagai Bond tidak memiliki sisi buruk sama sekali," ujarnya menjelaskan kepada The Guardian pada 2014. "Orang sering memanggil saya 'Mr Bond' saat kami keluar dan saya tidak keberatan sedikit pun. Untuk apa?"

Moore menjadi Goodwill Ambassador untuk UNICEF pada 1991, dan kegiatan amal yang dilakukannya akhirnya berhasil menganugerahkan gelar ksatria pada 2003. "Ksatria untuk berbagai kegiatan kemanusiaan saya jauh lebih berarti daripada aktivitas akting saya," kata Moore kepada The Guardian. "Saya merasa sangat istimewa."

"Kami tahu bahwa cinta dan kekaguman kami kepadanya akan digandakan berkali-kali di seluruh dunia, oleh orang-orang yang mengenalnya untuk film-filmnya, acara televisinya dan pekerjaannya yang penuh gairah bagi UNICEF yang ia anggap sebagai pencapaian terbesarnya," tulis keluarga Moore. "Terima kasih Papah karena telah menjadi dirimu sendiri, dan menjadi sangat spesial bagi banyak orang." (wnz)

Editor's Pick

Add a Comment