20 Lagu Indonesia untuk Kaum Buruh

Rekomendasi daftar putar lagu-lagu untuk mereka yang merayakan May Day

Oleh

Menjelang libur long weekend Hari Buruh Internasional yang akan jatuh pada 1 Mei (alias May Day), Rolling Stone Indonesia melacak lagi lagu-lagu populer Indonesia yang bercerita tentang kaum buruh, kelas pekerja beserta gaya hidupnya. Cakupannya luas: lagu protes punk sampai lagu folk tentang kehidupan pekerja urban modern. Di negara yang masih mengandalkan para pekerja kasar sebagai salah satu penggerak utama pembangunan, Indonesia ternyata menyimpan ragam cerita nasib para buruh.

Melalui lagu-lagu ini, kita dibawa memahami pergulatan hidup kelas pekerja. Dari rutinitas membosankan yang membunuh diri sampai seorang aktivis buruh perempuan yang menjadi korban pemerintahnya sendiri. Nasib buruh sejak dekade '70-an hingga sekarang seperti tak banyak bedanya. Kami memilih lagu-lagu yang datang dari berbagai generasi. Melihat lagi bagaimana di setiap generasi suara keresahan tak pernah padam.

Lagu-lagu yang dipilih di sini bisa menjadi banyak hal: pengingat bahwa perjuangan tidak pernah berakhir, saluran pelampiasan kemarahan, sekadar hiburan atau justru menjadi catatan untuk generasi muda di masa depan.

Berikut ini 20 lagu Indonesia yang layak dinikmati saat datangnya musim libur kaum buruh:

1. Koes Plus - "Jemu"

"Kerja berat bagai kuda/Dicambuk dan didera/Semua tak kurasakan/Untuk mencari uang," lantun Yok Koeswoyo pada lagu ini. Hanya dengan empat bait lirik tersebut, Yok yang juga bertindak sebagai penulis lagu mampu menggambarkan sekaligus mewakili perasaan kaum pekerja mana pun. Kuncinya ada di kesederhanaan, dibumbui iringan musik funk--kemungkinan besar terinspirasi "Paranoid"-nya Grand Funk Railroad--yang sedap didengar. Tak heran bila empat dekade setelah perilisannya, "Jemu" masih beresonansi dengan berbagai lapisan masyarakat; dan ironisnya, sangat berpotensi didengarkan sebagai penyemangat dalam bekerja.

2. Franky & Jane - "Pekerja"

Salah satu lagu awal tentang keseharian buruh dibuat oleh musisi folk Franky & Jane. Tidak kritis dan lebih terdengar seperti rekaman sosial tentang dunia pekerjaan. Meski terdengar polos, kita bisa membayangkan bagaimana suasana kerja menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat modern.

3. Iwan Fals - "PHK"

Sebuah nomor pop manis sentuhan Bagoes AA dari legenda hidup Iwan Fals di dekade pertengahan 80-an yang berkisah tentang seorang buruh paruh baya yang dipecat, khilaf, membunuh dan berakhir di hotel prodeo. Tragis.

4. Rhoma Irama - "Gali Lobang Tutup Lobang"

Sang Raja Dangdut mempersembahkan sebuah lagu kebangsaan untuk mencemooh orang-orang yang gemar berutang. Ia menasihati pendengarnya untuk hidup tak berlebihan dan sesuai kemampuan. Untuk apa foya-foya namun berutang? Bang Oma melantunkan, "Walau gajinya pas-pasan/Tidak lebih, tidak kurang/Walau hidupnya pas-pasan/Asal cukup kebutuhan."

5. God Bless - "Kehidupan"

Salah satu single hard rock terbesar milik God Bless di dekade akhir "80-an ini pantas dikenang sebagai satu diantara lagu-lagu mereka yang paling implisit bercerita tentang nasib kelas pekerja di tengah kejamnya tekanan hidup di kota metropolitan yang kian menggila. Masih ingat problema terbesar yang diteriakkan Achmad Albar di lagu ini? "Apa itu? Susu Anakku."

6. Sheila On 7 - "Generasi Patah Hati"

Jika bagian bridge dalam sebuah lagu pop bertugas untuk memperjelas keseluruhan isi lagu, maka "Generasi Patah Hati" dari album Pejantan Tangguh harus benar-benar Anda dengarkan hingga bridge, agar tahu makna laten lagu ini. Siapa yang menyangka Sheila On 7 punya lagu untuk kaum pekerja dengan lirik lantang, "Aku bekerja siang dan malam agar istriku bahagia, semoga kelak anak kita hidup selayaknya."

7. Seringai - "Membakar Jakarta"

Lagu yang membuat nama Seringai mulai dikenal publik pada 2004 juga merupakan karya mereka yang kritis mempertanyakan tendensi penduduk ibu kota untuk menyerah kepada rutinitas. Riff-nya sombong, seperti sedang menantang Jakarta dari atas motor besar dengan mengenakan jaket denim dan kacamata hitam. Sementara refrainnya mengajak berpesta menghirup udara kebebasan. "Mari sini, berdansa denganku/Membakar Jakarta," seru Arian13.

8. Marjinal - "Marsinah"

Tribut untuk Marsinah, aktivis dan buruh pabrik yang kisah hidupnya tragis. "Marsinah, matimu tak sia-sia" teriak band punk rock anarko, Marjinal. Salah satu lagu tentang perlawanan yang masih abadi hingga sekarang.

9. The Brandals - "Obsesi Mesin Kota"

Eka Annash, salah satu penulis lirik paling cerdas dalam bertutur soal Jakarta, mengingatkan kita bahwa "setiap sudut kota ini harganya", sehingga tak ada cara paling tepat dalam bertahan hidup dibanding "tikung balap kanan dan kiri". Namun ia juga menganjurkan bahwa jangan sampai obsesi menaklukkan metropolitan membuat para pekerja menanggalkan rasa cinta. Lagu ini semakin kuat berkat aransemen yang padat gairah, dilengkapi pula oleh sayatan gitar Abdee Negara dari Slank selaku bintang tamu.

10. Koil - "Sistem Kepemilikan"

Sebuah nomor industrial rock yang sangat kental, dengan ketajaman seorang vokalis/gitaris Otong dalam menggunakan sudut pandang unik demi menggambarkan situasi seorang pekerja. "Aku kira siapa diriku mencoba setia dan tunduk pandamu. Dan kutanya sanggupkah diriku membawa mimpiku ke dunia yang baru, mengubur mimpiku agar semua bisa makan."

11. Gugun Blues Shelter - "Slaves to The Nation"

Di tengah raungan blues rock yang membahana, Gugun berkeluh kesah tentang drama perbudakan modern dimana rutinitas kehidupan dan mencari nafkah di kota besar telah memasung kebebasannya. "Stuck on the highway, for ten hours a week, wasting my life away, this rat race nine till five..."

12. Tika and The Dissidents - "Mayday"

Mars bagi para buruh dan ajakan untuk bangkit pada 1 Mei. Lagu Tika & The Dissidents ini dapat mengobarkan semangat perjuangan siapa saja. Meskipun berbahasa Inggris, bukan berarti lagu ini tak relevan bagi orang Indonesia, ajakannya yang to-the-point dijamin bisa membuat diri bersiap untuk panas-panasan di jalan, berjalan meneriakkan keadilan.

13. Endank Soekamti - "Lagi Males Kerja"

Melalui "Lagi Males Kerja" Endank Soekamti berpesan kepada kaum pekerja bahwa, "hidup bukan hanya cari uang, ada saatnya bersenang-senang." Sebuah lagu yang seharusnya bisa menjadi obat pereda kepenatan ala Kamtis. Cobalah putar dengan volume maksimal dan nyanyikan bersama teman-teman sekantor sepulang kerja.

14. Morfem - "Kubikal Rock"

Jimi Multhazam bersenandung dengan sangat bergairah (jika tidak penuh amarah?), seraya berada di dalam "kubikal rock", mendeskripsikan bagaimana hari-hari karyawan kantoran makin "mirip tentara" karena menghadapi "atasan murka", hanya dalam lagu berdurasi satu menit lebih satu detik. Putarlah saat hari-hari di kantor tiba-tiba berubah menjadi seperti barak militer.

15. Bite - "Karyawan Kontrak"

"Karyawan Kotrak" dari Bite merepresentasikan realita nasib karyawan berstatus kontrak dengan amat jujur. Bagaimana seorang karyawan kontrak menanti saat-saat diangkat menjadi karyawan tetap dan berujung pada diperpanjangnya masa kontrak, tergambar di setiap lirik pada verse, yang selalu ditutup dengan ironi oleh, "karena kontrak terus berlanjut."

16. NTRL - "Mars Pekerja"

Bercerita tentang para pengadu nasib di kota besar yang keras, dibalut dengan dentuman drum punk rock kebut, pilihan riff gitar yang sederhana, serta ciri khas lirik dan vokal yang kuat dari vokalis/bassist Bagus Dhanar Dhana. "Tuhan berkati kami. Berikanlah rezeki."

17. Bangkutaman - "Pekerja"

Bangkutaman adalah salah satu band kelas pekerja. Setelah sebelumnya mereka melepas lagu semacam, "Coffee People", kali ini kuartet folk tersebut menggambarkan hari-harinya demi bertahan hidup dengan lirik "Pekerja": "Panas hujan tak terelak, pekerja tetap harus bergerak."

18. Blackteeth – "Anjing Kantor"

Potret kemarahan pekerja kantoran di kota besar yang muak dengan rutinitas yang menyesakkan. Realita keras yang harus dihadapi banyak orang: pergi pagi, macet-macetan, bertemu pekerjaan dan bos yang tidak membahagiakan, untuk kemudian pulang tanpa sempat memproses hidup. Besok paginya hal yang sama terulang kembali.

19. Morgue Vanguard - "Check Your People"

Rapper yang paling lantang bersuara tentang peristiwa penindasan di tanah air, Morgue Vanguard, kali ini berkolaborasi dengan Doyz untuk melepas single "Watch Your People". Lagu ini bercerita tentang konflik agraria dan konflik yang terjadi antara pabrik perusahaan air kemasan dengan warga setempat. "Sempat doktrin kalian soal cinta tanah air. Bagi mereka yang tak punya tanah dan selalu membeli mahal air. Bagi mereka yang terusir dan menjadi martir."

20. Tony Q Rastafara - "Lagu Kaum Buruh"

"Lagu Kaum Buruh" Tony Q Rastafara, yang terdapat di album debut Rambut Gimbal selayaknya menjadi anthem yang tepat dalam menyuarakan keinginan kaum buruh. Sesuai dengan judulnya, lirik di dalam lagu ini secara eksplisit menyampaikan apa yang mereka inginkan : "Kami ingin sejahtera. Kami ingin hidup layak. Kami ingin bahagia. Tak ingin kami bertangan hampa". Sesederhana itu.



Most Viewed

  1. Surat Terbuka Istri Chris Cornell: “Aku Mohon Maaf Kamu Sendirian" di Malam Terakhir
  2. Merayakan Usia 33 Tahun, Grassrock Kembali dengan Single Terbaru, “#Grassrockisback”
  3. Morrissey Kritik Pemerintah Inggris Terkait Serangan Teroris di Manchester
  4. Neurotic Melepas Single Terbaru, “Gairah Sia-sia”
  5. Gregg Allman, Pionir Southern Rock, Wafat di Usia 69 Tahun

Editor's Pick

Add a Comment