Biopik tentang Madonna, ‘Blonde Ambition’, Sedang dalam Pengerjaan

Naskahnya yang memenangkan penghargaan Black List tersebut bercerita tentang awal karier sang penyanyi pada awal 80-an, siap dirilis oleh Universal

Oleh
Madonna. Presidencia de la Nación Argentina

Blonde Ambition, naskah yang bercerita tentang awal karier Madonna di New York dan telah memenangkan penghargaan Black List, siap dirilis oleh Universal.

Naskahnya, ditulis oleh Elyse Hollander, berfokus pada kehidupan Madonna di awal '80-an ketika ia mengerjakan album debutnya sambil mencoba menembus industri musik di mana Madonna sendiri menggambarkannya sebagai penuh prasangka buruk terhadap kaum perempuan.

Seperti yang ditulis oleh The Hollywood Reporter, filmnya akan memberi gambaran bagaimana Madonna menyeimbangkan ketenarannya dengan kehidupan cintanya.

Meskipun masih belum jelas apakah proyek ini mendapat persetujuan dari Madonna, produser dari Blonde Ambition adalah Brett Ratner, orang yang menyutradarai video musik Madonna, "Beautiful Singer", pada 1999 silam.

Belum dapat dipastikan juga apakah Universal sudah mendapatkan hak untuk menggunakan hits awal Madonna seperti "Holiday", "Lucky Star", "Borderline", dan lain-lain.

Blonde Ambition menjadi naskah kedua tentang musik yang memenangkan Black List, sebuah ajang penganugerahan Hollywood untuk naskah yang belum masuk tahap produksi, dan akan dikembangkan ke fase selanjutnya. Bubbles, naskah yang bercerita tentang simpanse peliharaan Michael Jackson, juga sedang dalam pengerjaan untuk dibuat film stop-motion, dengan Dan Harmon sebagai produser dan sutradara Thor: Ragnarok, Taika Waititi, yang akan turut menggarap.

Naskah yang sebelumnya memenangkan Black List lalu kemudian menjadi nominasi/pemenang film terbaik diantaranya adalah Spotlight, The Revenant, Argo, American Hustle, dan masih banyak lagi.

UPDATE: Madonna menentang rencana biopik Blonde Ambition dengan menulis di Instagram, "Tidak ada yang tahu apa yang saya tahu dan apa yang telah saya lihat. Hanya saya yang bisa bercerita tentang kisah saya sendiri. Siapapun yang mencobanya adalah seseorang penipu sekaligus bodoh. Mencari kepuasan yang instan tanpa bekerja. Ini adalah penyakit di lingkungan masyarakat kita." (Prm/wnz)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Afgan Dipaksa Turun Panggung di Prambanan Jazz Festival 2017
  2. Live Review: Efek Rumah Kaca: Semarang Bisa Dikonserkan
  3. Semarang Bisa Dikonserkan oleh Efek Rumah Kaca
  4. Bos Prambanan Jazz Menjelaskan Insiden yang Menimpa Afgan
  5. 10 Drummer Terbaik di Dunia Sepanjang Masa

Add a Comment