Alvin Eka Putra: Bermusik dengan Sikap Mental Positif

Sponsored Content

Oleh
Alvin Eka Putra, drummer Noxa. Puma

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Alvin Eka Putra adalah salah satu sosok yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap kancah musik ekstrem di tanah air. Alvin yang memiliki postur tinggi besar dengan goresan tinta kekal di hampir mayoritas kulit tubuhnya merupakan seorang drummer kelas wahid. Permainannya dikenal menggerinda cepat bersama Noxa, kuartet grindcore Jakarta yang telah berkiprah selama lima belas tahun.

Tidak hanya itu Alvin juga kerap membantu banyak band di atas panggung. Ia sempat turut memperkuat Papergangster selaku unit hardcore veteran asal Depok. Kecakapannya dalam bermain drum juga sempat menarik perhatian Burgerkill demi meneruskan tugas yang telah ditinggalkan oleh Abah Andris. Bahkan belakangan ini ia malah bergabung dengan band grindcore asal Singapura bernama Asilent.

Alvin pertama kali menabuh drum pada usia sepuluh tahun atau ketika ia mengenyam pendidikan sekolah dasar. Kala itu Alvin langsung menyerap inspirasi dari band-band semacam Metallica, Slayer, Korn, Green Day, hingga Blink-182. "Pas di kelas enam SD gue ngomong ke orang tua, "Pa, gue mau belajar drum dong". Dia cuma jawab, "nggak boleh, berisik," kenang Alvin.

Penolakan tersebut tidak membuatnya berhenti. Di sela-sela waktu Alvin rajin mencari studio sewaan untuk melatih permainan drumnya. "Terus kelas satu SMP akhirnya bokap gue beliin drum pertama gue. Saat itu juga ia mendaftarkan gue ke kursus musik," kata Alvin yang mengungkapkan bahwa John Navid dari White Shoes & The Couples Company adalah salah satu gurunya. Meski demikian keinginan Alvin untuk menjadi musisi masih belum mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

Semasa SMP hingga SMA, Alvin kerap mengikuti sekaligus menjadi juara di banyak kompetisi band. Tekadnya untuk hidup di dunia musik pun kian bulat. Pada 2007 ia melanjutkan pendidikan di Institut Musik Indonesia. Di waktu yang bersamaan nama Alvin mulai muncul di kancah musik metal Jakarta berkat memperkuat band metalcore bernama Cemetery Dance Club.

Di tengah perjalanannya Alvin harus rela berhenti dari kuliah karena mendapatkan tugas yang tidak remeh. Dirinya diminta mengisi kekosongan posisi drummer Noxa yang ditinggalkan oleh Robin Hutagaol, salah satu pendiri dari band tersebut yang wafat dikarenakan kecelakaan lalu lintas pada Januari 2009 lalu.

"Sangat berat sih," kata Alvin tentang menggantikan posisi mendiang Robin. "Karena gue melihat dia sebagai sosok yang gue kagumi." Nyatanya bergabung dengan Noxa membuat karier bermusik Alvin melesat. Jadwal tampil mereka terbilang tidak sedikit. Bahkan pada 2010 Noxa sempat bertandang ke tanah suci musik grindcore yaitu Obscene Extreme Festival di Republik Ceko.

Alvin Eka Putra. (Sumber: Puma)

"Di awal-awal karier, gue juga suka menjadi crew," katanya. "Gue nggak peduli dibayar berapa asalkan gue bisa membantu dan gue bisa belajar sama band-band tersebut," tambah Alvin. Pada 2012 ia berhasil mengumpulkan dana perjalanan ke Eropa demi menyaksikan salah satu aksi terakhir dari band grindcore legendaris Swedia, Nasum. "Di Finlandia gue kontak teman di sana. Ternyata dia lagi tur Eropa bersama band Amerika Serikat namanya Cephalic Carnage. Di situ gue senang banget karena diajakin nggak cuma jadi fotografer saja, tapi gue juga bertugas seperti menjadi tour manager," jelas Alvin. Lewat tur selama tiga bulan tersebut Alvin mendapat banyak ilmu serta kenangan manis bertemu band-band idola seperti Nasum, Testament, hingga Suicide Silence. Hidupnya banyak berubah setelah itu.

Sejak 2008 Alvin adalah penganut gaya hidup straight edge. Sebelumnya ia sempat mengalami collapse karena berlebihan menenggak minuman beralkohol. Peristiwa itu membuat ia sadar bahwa melancarkan permainan drum yang ekstrem butuh kondisi tubuh yang prima. "Intinya gue mau sehat. Gue cari tahu dan nanya-nanya ke band-band luar juga kalau mereka itu olahraga," ungkap Alvin.

Tidak mau hanya menjadi wacana kosong belaka, niat Alvin tersebut pun ditanam lewat rajah simbol X di bagian betis kakinya. "Gue udah bikin tattoo X sebesar ini, kalau sampai melanggar sama saja gue mempermalukan diri gue sendiri," tegas Alvin. Tentu saja sebagai penganut gaya hidup straight edge Alvin juga memegang teguh etos Positive Mental Attitude (PMA). "Kalau orang yang berpikiran negatif kan mudah menyerah, tidak percaya diri, nyinyir. Sedangkan orang yang berpikiran positif akan selalu belajar. Pokoknya kalau dari gue jangan pernah menyerah," pungkasnya.

Kepribadian positif Alvin yang selalu menjadi diri sendiri, mengikuti insting, dan tidak kenal menyerah, membuatnya terpilih menjadi salah satu hustler dari aksi Run the Streets milik Puma. Pencapaian-pancapaian bermusik Alvin sejauh ini menjadi bukti nyata dari proses kerja kerasnya. Wajar jika ia dianggap sebagai salah satu drummer terbaik di kancah musik ekstrem Indonesia.

Aksi Run The Streets dari Puma mengajak setiap individu berani menampilkan sisi pribadi positif dalam diri mereka yang sebenarnya. Tidak hanya sampai di situ, aksi ini juga mengusung sikap tidak menyerah dalam mengejar apa yang diinginkan. Tidak hanya Alvin, Puma juga memilih beberapa sosok yang menginspirasi seperti musisi Teza Sumendra, Tristan Juliano, Ben Sihombing, arsitek Jiwangga Putra Diaksa, fotografer Marvi juga Rizky P. Soedarsono, sutradara Ryoichi Hutomo, penyiar radio Cia Wardhana, dan travel blogger Kadek Arini.

Koleksi dari Run The Streets seperti Ignite evoKNIT, Ignite Limitless, ataupun Puma Blaze of Glory Limitless berhasil menyamarkan pembatas antara performa dengan tampilan stylish. Puma kembali mengombinasikan antara nilai olahraga serta teknologi dalam menciptakan produk yang tetap mengedepankan nilai fungsionalitas desain dan DNA brand.

Alvin Eka Putra. (Sumber: Puma)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  3. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  4. Inilah Para Pemenang AMI Awards 2017
  5. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik

Add a Comment