Kelompok Penerbang Roket dan Mooner Dijadwalkan Tampil di Australia

Beraksi sebanyak tiga kali, salah satunya menjadi pengisi festival musik Cherry Rock 2017

Oleh
Kelompok Penerbang Roket. Decky Arrizal

Dua grup musik rock yang masing-masing berasal dari Jakarta serta Bandung, Kelompok Penerbang Roket dan Mooner, dijadwalkan siap tampil sebanyak tiga kali di Australia pada 5, 6, dan 7 Mei mendatang. Tur konser singkat bertajuk Berita Angkasa Tour ini akan menyambangi kawasan Melbourne di mana salah satu kegiatan mereka adalah meramaikan festival musik Cherry Rock 2017.

Ini akan menjadi tur konser luar negeri perdana bagi Kelompok Penerbang Roket yang beranggotakan vokalis sekaligus bassist John Paul Patton, gitaris Rey Marshall, dan drummer Viki Vikranta. Dalam dua tahun belakangan, trio ini terus menyambangi banyak daerah di Indonesia berkat materi-materi rock yang tergabung dalam album perdana Teriakan Bocah, Haai yang diisi oleh materi gubahan ulang lagu-lagu Panbers, hingga single rock-dangdut "Jimi Hendrikoes".

Sedangkan kuartet rock Mooner belakangan baru dilirik namanya berkat perilisan album perdana Tabiat. Meski demikian, band ini diperkuat oleh musisi-musisi yang sudah dikenal sebelumnya yaitu Rekti Yoewono dari The Sigit, Pratama Kusuma Putra dari Sigmun, Absar Lebeh dari The Slave, dan Marshella Safira dari Sarasvati.

Mooner. (Sumber: Hasbi Sipahutar)

Berita Angkasa Tour akan dimulai pada 5 Mei di Cherry Bar, berlanjut esoknya di Rye, dan ditutup dengan penampilan pada Cherry Rock 2017. Untuk jadwal penutup tur pada festival musik tersebut, Kelompok Penerbang Roket dan Mooner akan berbagi panggung dengan band-band rock berbagai negara seperti Shihad (Selandia Baru), The Dwarves, Nashville Pussy (AS), BALA (Spanyol), Bottlecap (Swedia), dan Zombitches (Australia).

Lewat penampilan Kelompok Penerbang Roket dan Mooner di Cherry Rock, John atau yang kerap disapa Coki menaruh harapan agar hubungan kancah musik rock Indonesia dengan Austalia terjalin lebih erat. "Semoga juga bisa membuka portal baru, scene musik Australia dan Indonesia, negara yang sebenarnya sangat berdekatan tapi budayanya sangat berbeda ini," ungkapnya seperti dikutip dari siaran pers.

Berita Angkasa Tour bisa dibilang dapat terselenggara berkat hubungan baik antara Rekti dengan para pelaku musik di Melbourne. "Setelah bermain di Cherry Rock 2016 bersama The Sigit, saya melihat respons yang sangat positif dari audience dan pelaku industri di Melbourne. Kemudian pada akhir tahun 2016, saya mendapatkan e-mail dari Cherry Rock yang meminta rekomendasi band rock Indonesia lagi. Setelah saya kirimkan beberapa materi dari band-band Indonesia, mereka memilih Kelompok Penerbang Roket dan Mooner," jelas Rekti.

Ia melanjutkan, "Harapan saya korespondensi dengan Cherry Rock akan berlanjut ke tahun-tahun mendatang. Saya sudah mengirimkan materi lagu dari band-band Indonesia lainnya dan mereka tertarik dengan ide mengembangkan hubungan baik ini ke tingkat selanjutnya. Saya berharap akan ada band Indonesia lainnya yang bermain di Cherry Rock setiap tahun, begitu juga semakin banyak band rock Australia yang bisa bermain di Indonesia."

Dalam tur ini, Kelompok Penerbang Roket akan membawa materi-materi baru yang menjadi bagian dari album mini mereka mendatang. Sedangkan Mooner akan memperkenalkan materi-materi dalam album Tabiat. Rencananya, Berita Angkasa Tour akan dirangkum dalam sebuah film dokumenter. (rn)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 20 Lagu Indonesia untuk Kaum Buruh
  2. [Exclusive] Emir Hermono Merilis Album '3 AM in Jakarta'
  3. Movie Review: Guardians of the Galaxy Vol. 2
  4. Stars and Rabbit Siap Menjalani Tur Konser Asia 2017
  5. Damon Albarn Bicara tentang Album Terbaru Gorillaz yang Penuh Bintang dan Masa Depan Blur

Add a Comment