Studio Ghibli Akan Gelar Pameran di Jakarta Mulai 10 Agustus

Juga menayangkan dua puluh dua film yang pernah mereka produksi di empat puluh lima layar bioskop Indonesia

Oleh
Sherina Munaf, Willawati, Toshio Suzuki, Tomofumi Fukuda, Kaonashi, Tetsuya Sakurai (dari kiri) World of Ghibli Jakarta

Salah satu studio animasi terbaik asal Jepang, Studio Ghibli, akan hadir di Indonesia dengan agenda pemutaran film dan pameran bertajuk World of Ghibli Jakarta. Setelah memastikan bahwa lima film akan diputar di empat puluh lima layar bioskop di seluruh Indonesia mulai Sabtu (1/4) esok, Studio Ghibli mengumumkan bahwa total ada dua puluh dua film yang akan diputar nantinya.

Pengumuman ini diucapkan pada konferensi pers di Ballroom 1 The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta pada Kamis (30/3) petang lalu. Acara ini juga diramaikan oleh aksi Sherina Munaf membawakan lagu dari film Spirited Away, Princess Mononoke, dan My Neighbor Totoro serta penampilan Baim yang mengiringi anaknya, Abbey, untuk membawakan lagu dari film Ponyo.

Ada pun nama-nama yang menjadi pembicara pada konferensi pers adalah Sherina Munaf, Willawati (Kaninga Pictures), Toshio Suzuki (Studio Ghibli), Tomofumi Fukuda (Marubeni Indonesia), dan Tetsuya Sakurai (Hakuhodo DY Media Partners). Kelima pembicara membagi antusiasme masing-masing dalam penyelenggaraan ajang terbesar Studio Ghibli di Indonesia.

Willawati membuka dengan penjelasan kegiatan yang akan dilaksanakan setahun ke depan. Ia menjelaskan bahwa akan ada tiga fase yang dijalani oleh World of Ghibli Jakarta. Fase pertama adalah pemutaran lima film secara bergiliran pada rentang waktu April hingga September. Kelima film tersebut adalah Spirited Away, My Neighbor Totoro, Ponyo, Princess Mononoke, dan Howl"s Moving Castle.

Fase kedua merupakan pameran yang digelar di The Ritz-Carlton Ballroom, Pacific Place, Jakarta pada 10 Agustus hingga 17 September. Dari maket yang dipamerkan bisa dipastikan bahwa beberapa set dari film Ghibli akan ditampilkan, antara lain patung robot dari Castle in the Sky, rumah My Neighbor Totoro, hingga dunia magis dari Spirited Away.

Sementara fase ketiga adalah pemutaran tujuh belas film dalam rentang waktu Oktober 2017 sampai Maret 2018. Meskipun begitu, pihak penyelenggara belum mengeluarkan daftar urutan pemutaran filmnya. Menurut informasi yang didapat dari perwakilan Kaninga, ada dua judul yang tidak bisa diikutsertakan dalam pemutaran karena lisensi distribusinya masih dipegang oleh perusahaan di luar Studio Ghibli, yaitu Grave of the Fireflies (Toho) dan The Red Turtle (Wild Bunch).

Toshio Suzuki, produser dari sebagian besar film-film Studio Ghibli, tampak senang dengan kedatangannya yang kedua di Indonesia. Ia mengatakan terus menyetujui apa pun yang diminta oleh Willawati. Suzuki juga menceritakan bahwa ketika bertemu pertama kali saat ulang tahunnya, Willawati memberikan dia kue yang sangat besar.

Dalam sesi tanya jawab, Suzuki mengungkapkan kalau dua sutradara sekaligus pendiri Studio Ghibli--Hayao Miyazaki dan Isao Takahata--memiliki kemungkinan sangat kecil untuk datang. "Miyazaki sudah tua dan dia enggan untuk melakukan perjalanan yang berurusan dengan pekerjaan. Namun ia bisa saja datang ke Jakarta dalam rangka berlibur," ujar sang produser.

Didirikan pada 1985, Studio Ghibli adalah studio animasi Jepang yang paling berhasil sejauh ini baik secara komersial maupun kualitas. Film-film panjang yang diproduksinya, beserta film televisi dan sejumlah film pendek, kebanyakan dibuat oleh Hayao Miyazaki dan Isao Takahata. Pada tahun 2014, Miyazaki mendapatkan Honorary Academy Award untuk kontribusinya dalam dunia film dan animasi. (rn)

Editor's Pick

Add a Comment