Sergio Mendes: "Jarang Saya Dengar Komposisi dengan Harmoni Melodi Seperti Musisi Terdahulu"

Bincang-bincang singkat dengan maestro bossa nova asal Brasil menjelang konser keduanya di Java Jazz Festival

Oleh
Sergio Mendes. Mikhail Teguh Pribadi

Berkarier selama lebih dari 50 tahun, kesuksesan Sergio Mendes dimulai pada 1967 bersama grup Brasil "66 dengan lagu hit "Mas Que Nada" karya Jorge Ben Jor. Sergio Mendes dianggap sebagai salah satu tokoh musik Brazillian yang berhasil memadukan irama bossa nova dan Samba dengan musik pop, jazz, urban, bahkan hip hop.

Sergio Mendes terkenal dengan penampilannya yang dandy. Demikian ketika pagi itu datang untuk sesi wawancara dengan Rolling Stone, Sergio mengenakan kemeja merah jambu, celana khaki dan topi fedora yang menjadi ciri khasnya.

Berikut wawancara singkat Rolling Stone dengan Sergio Mendes di sela-sela Java Jazz 2017 lalu.

Anda sukses membawa pencinta musik jazz menari dengan musik bossa nova dan Samba pada paruh kedua tahun 1960-an. Bagaimana pengalaman Anda pada waktu itu?
Sebenarnya Antonio Carlos Jobim melakukan lebih dulu. Dia mentor saya dan saya ikut di grup bandnya. Tapi memang dengan grup saya, Brasil"66, saya sukses di Amerika dan juga hingga ke Jepang. Kami menjadi band dengan musik Brazillian yang sukses besar di dunia.

Anda sudah pernah tampil di Jakarta sebelumnya...
Ya, pertama kali pada tahun 1992 kalau tidak salah.

Ini kali kedua Anda tampil di JJF. Apa yang akan Anda sajikan?
Pertama, selalu menyenangkan untuk bisa tampil di depan para penggemar saya, apalagi saya sudah 50 tahun berkarier. Lagu lama seperti "Mas Que Nada," "Magalenha," "The Look of Love" selalu dinanti para penggemar saya. Di Java Jazz ini saya akan menceritakan perjalanan kesuksesan saya melalui lagu-lagu yang akan saya mainkan.

Nampaknya film James Bond membawa keberuntungan tersendiri buat Anda. Lagu "The Look of Love" yang ada di album Sergio Mendes & Brasil "66 dimainkan saat acara Academy Award dimana lagu yang sama yang dibawakan Dusty Springfield di film Casino Royale mendapat nominasi. Lalu lagu "No Place to Hide" dari album Brasil "86 ada di film James Bond, Never Say Never Again...
Ya, saya memang sangat beruntung. Jangan lupa, saya mendapatkan nominasi Academy Award untuk Best Original Song di film Real in Rio. Saya senang sekali dalam pembuatan lagu untuk film tersebut. Saya diajak oleh musisi berbakat berdarah Brasil, Jacob Tiao Cruz. Proses pembuatannya amat menyenangkan, apalagi untuk film animasi bagi anak-anak.

Anda telah berkarier puluhan tahun, adakah yang Anda rindukan dari musik di masa muda Anda?
Melodi. Saya tidak bermaksud mengatakan musisi sekarang tidak bagus. Mereka sangat berbakat, skillful, permainannya luar biasa. Namun sudah jarang saya mendengar komposisi dengan harmoni melodi seperti yang diciptakan musisi terdahulu.

Sergio Mendes sepanjang kariernya sempat berkolaborasi dengan berbagai musisi legendaris dan ternama dunia, mulai dari Stevie Wonder, John Legend, Black Eyed Peas, Erykah Badu, Jill Scott, Q-Tip, hingga Justin Timberlake. Sergio telah menghidupkan musik dari negerinya melewati era demi era selama lebih dari lima dekade. (wnz)

Sergio Mendes saat tampil di hari ketiga Java Jazz 2017. (Rasyid Baihaqi)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Superman is Dead Tolak Permintaan Presiden Jokowi untuk Memakai Lagu Mereka
  2. Shaggydog, FSTVLST, Jalu TP Siap Tampil di RadioShow Yogyakarta
  3. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  4. Gorillaz Akan Meluncurkan Album Baru April Mendatang
  5. HURT’EM, Menggerinda Hingga Tingkat Paling Ekstrem

Add a Comment