Live Review: Konser 'Galih dan Ratna'

Oleh
Keramaian konser musik Galih dan Ratna Rasyid Baihaqi

Konser sukacita menyambut penayangan film ‘Galih & Ratna’ masa kini

Sejak matahari terbenam, The Kasablanka Hall ramai dipenuhi muda-mudi –kebanyakan remaja– yang sedang mengantri untuk menukarkan tiket Joox Galih & Ratna Music Concert. Selain menonton konser, tiket seharga Rp 99 ribu ini juga termasuk tiket menonton film Galih & Ratna yang tayang mulai 9 Maret lalu.

Di dalam aula, panggung megah sudah ditata sedemikian rupa demi menyuguhkan pengalaman menonton konser yang sempurna. Sambil menunggu dimulainya konser, para penonton ditemani video trailer dan trivia Galih dan Ratna melalui dua layar putih berukuran 4x5 meter yang disorot proyektor di sisi kanan dan kiri panggung. Setelah dua jam berlalu, bagian depan panggung penuh ditempati para penonton. Saat waktu menunjukan pukul 8 malam, konser pun dimulai.

Penyanyi pendatang baru Rendy Pandugo naik ke atas panggung membuka konser yang digelar pada Jumat (24/2) silam. Pandangan penonton pun tertuju kepadanya. Dengan suara khas a la John Mayer, ia membawakan tiga buah lagu yang salah satunya adalah "Hampir Sempurna". Saat lagu ini dinyanyikan, penonton ikut bernyanyi merdu bersama Rendy yang juga bermain gitar akustik. Malam pun terasa hangat dan intim. Sebelum mengakhiri penampilannya, Rendy menyanyikan single perdananya berjudul "I Don't Care" dengan apik sebagai penutup.

Selang beberapa saat, Ivan Gojaya selaku komposer musik film Galih dan Ratna naik ke atas panggung bersama Agustin Oendari yang menciptakan beberapa lagu baru untuk soundtrack film. Berbeda dengan Rendy yang memakai pakaian hitam, Ivan dan Agustin tampak mengenakan kemeja putih rapi. Sebelum memulai, Agustin menyapa lebih dulu penontonnya serta memperkenalkan diri. Suasana semakin syahdu dengan lagu bertempo pelan "Dari Rindu Kepada Rindu" dan "Nyatanya Sementara". Botin –panggilan Agustin– menghayati betul lagu ciptaannya dengan sesekali menutup mata saat bernyanyi.

Ade Paloh dari SORE. (Rasyid Baihaqi)

Sebelum penampil berikutnya muncul, penonton disuguhi video trivia mengenai para pemeran film Galih dan Ratna. Tak perlu berlama-lama, vokalis Ade Paloh, bassist Awan Garnida, gitaris Reza Dwiputranto, dan penabuh drum Bemby Gusti langsung membawakan tembang "Al Dusalima". Bagi penonton yang tidak hafal liriknya tak perlu khawatir karena proyektor beberapa kali menayangkan lirik lagu. Setelahnya, Sore menyanyikan "Fiksi" dan "No Fruits for Today".

Di antara jeda lagu, Awan sering kali bercanda dengan penonton yang membuat suasana kian akrab. Ada momen saat penonton yang teriak "Sssssttttt" –salah satu lagu Sore, Awan pun membalas, "Kalau kita bawa lagu itu kelar kita sekarang". Kemudian Sore memulai lagi penampilannya dengan lagu "Plastik Kita" yang dinyanyikan dengan lirih oleh Ade Paloh. Lalu sesuai janji, Sore membawakan "Sssst…." terakhir sebelum turun panggung dan mengajak penonton ikut bernyanyi.

Setelahnya, White Shoes and the Couples Company menghibur penonton dengan lagu "Sabda Alam" sebagai pembuka. Vokalis Sari benyanyi lantang dengan atraktif sambil berdansa ke kanan dan kiri panggung. Dilanjutkan dengan lagu "Senja Menggila" yang membuat menonton larut dan menikmati penampilan para musisi bersepatu putih ini. Kemudian lagu "Roman Ketiga" dan "Windu Defrina" dibawakan dengan lepas, sebelum akhirnya mereka menyanyikan "Masa Remadja" yang membawa penonton mengingat-ingat cinta pertama saat remaja.

Kemudian konser berhenti sejenak, di tengah aula muncul pembawa acara bersama sutradara Lucky Kuswandi, dan beberapa pemeran seperti Sheryl Sheinafia, Agra Piliang, dan Rain Chudori yang berbincang-bincang sedikit mengenai proses pengambilan gambar Galih dan Ratna. Namun sosok Refal Hady yang memerankan tokoh Galih tidak bisa hadir di konser ini karena saudaranya masuk rumah sakit. Hal tersebut disampaikan oleh Sheryl sesaat sebelum naik ke panggung utama.

Sheryl Sheinafia. (Rasyid Baihaqi)

Sheryl pun naik panggung dengan lampu yang masih belum dinyalakan. Namun tak lama Sheryl kembali ke balik panggung untuk menunggu aba-aba terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian Sheryl pun siap bernyanyi dengan ukulelenya. Ia menyanyikan lagu "Kutunggu Kau Putus" dari album keduanya ii. Suasana semakin sendu saat Sheryl menyanyikan "Kedua Kalinya" yang juga dinyanyikan pelan para penonton. Terakhir tembang wajib konser malam itu "Gita Cinta" dengan manis penutup penampilan Sheryl Sheinafia yang juga berperan sebagai Ratna.

Penonton pun berteriak memanggil GAC sebagai penampil terakhir konser malam itu. Setelah semua telah siap, akhirnya Gamaliel Audrey Cantika melangkah ke tengah panggung utama sambil melambaikan tangan kepada para penggemarnya. Mereka berpakaian serba merah jambu saat tampil membawakan lagu-lagu seperti "Cinta" dan "Bahagia" yang membuat malam semakin riuh. Mereka juga sempat mengenalkan single terbarunya "Never Leave Ya" kepada penonton. Di sela-sela tampil, mereka mengatakan merasa takjub dengan penonton yang tak henti-hentinya bernyanyi bersama. Sebagai penutup, GAC menyanyikan dengan apik dan enerjik lewat lagu "Galih dan Ratna" yang memukau penonton malam itu.

Gamaliel dari GAC. (Rasyid Baihaqi)

Editor's Pick

Add a Comment