Monkey to Millionaire Lepas Album Penuh Ketiga, 'Tanpa Koma'

Menjadi yang pertama setelah empat tahun

Oleh
Monkey to Millionaire Facebook Monkey to Millionaire

Jeda empat tahun sejak perilisan album kedua Inertia, Monkey to Millionaire akhirnya kembali dengan album baru. Rilis pada bulan Maret, album bertajuk Tanpa Koma ini merupakan yang pertama diproduksi dan diedarkan secara mandiri melalui bendera Binatang Records.

Vokalis sekaligus gitaris Wisnu Adji membeberkan bahwa pengerjaan album ini berangkat dari sebuah pertanyaan. "Lebih ke penasaran: 'Kalau bikin lagu syahdu, bisa nggak?'," katanya melalui rilis pers. "Tapi pada akhirnya, eksekusinya banyak juga lagu yang kencang, cuma nggak sekencang Inertia."

Album berisikan sepuluh lagu ini direkam mulai tahun 2015 di SAE Jakarta, Syaelendra Studio, dan Studio Monyet--nama julukan untuk rumah bassist Aghan Sudrajat. Tanpa Koma diakui Aghan sebagai album yang proses produksinya paling ribet dibanding album-album sebelumnya. "Harus lewat tiga studio rekaman, dua mixing engineer yang berbeda, dan dua mastering engineer yang berbeda juga," ujarnya.

Monkey to Millionaire menulis lirik sepenuhnya berbahasa Indonesia pada album ini. Inspirasinya datang dari kehidupan sehari-hari, namun Wisnu enggan menjelaskan arti di balik lirik-liriknya. "Gue benar-benar nggak bisa banyak cerita. Judul Tanpa Koma berasal dari persoalan internal yang nggak berhenti," kata Wisnu.

Album Tanpa Koma sudah dapat dibeli versi fisiknya di Lawless Jakarta dengan harga Rp 50 ribu atau dipesan lewat Binatang Records. Sementara pada layanan streaming musik, sampai berita ini ditulis, baru ada dua single dari album yang dapat didengar yaitu "Tular" dan "Kekal". (rn)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Superman is Dead Tolak Permintaan Presiden Jokowi untuk Memakai Lagu Mereka
  2. Shaggydog, FSTVLST, Jalu TP Siap Tampil di RadioShow Yogyakarta
  3. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  4. Komentar Jujur Efek Rumah Kaca tentang Kepemimpinan Presiden Jokowi
  5. Kenang Musik Era '90-an, Sajama Cut Meluncurkan ‘Subscription Series’

Add a Comment