Billy Corgan: Kesuksesan Nirvana dan Pearl Jam Penyebab 'Depresi Bunuh Diri'

Vokalis Smashing Pumpkins mencatat terobosan dari masa sulitnya menginspirasi lagu hit, "Today"

Oleh
Billy Corgan merinci kesuksesan Nirvana dan Pearl Jam yang membuatnya menjadi 'depresi bunuh diri' sebelum menulis dan merekam 'Siamese Dream'. Facebook/The Smashing Pumpkins

Billy Corgan muncul dalam rekaman program pengembangan diri Why Not Now? yang dipandu oleh Amy Jo Martin untuk mengungkapkan bagaimana kesuksesan Nirvana dan Pearl Jam mempengaruhi kesehatan mentalnya (melalui Spin). Perjuangannya saat itu menginspirasi salah satu lagu hitnya, "Today."

Pada 1991, The Smashing Pumpkins merilis album pertama mereka, Gish, namun perilisan tersebut dibayang-bayangi oleh ledakan musik grunge, dipimpin oleh album Nirvana, Nevermind dan album Pearl Jam, Ten. "Dalam waktu singkat, saya beralih dari pikiran bahwa saya benar-benar sukses dalam bidang saya, hingga segala aturan dalam bidang tersebut telah berubah," jelasnya kepada Martin. "Segalanya yang telah saya bangun dan lakukan tidak lagi relevan seperti sebelumnya. Saya mengalami sebuah depresi yang aneh karena saya merasa sesuatu tidak diambil, namun perubahan tersebut membuat saya merasa tidak cukup; dalam artian, saya belum siap menghadapinya."

Corgan lalu merinci hidupnya saat itu, di mana ia merasa sulit untuk menulis lagu dan jatuh ke dalam sebuah "depresi bunuh diri." Ia merenungkan untuk lompat dari jendelanya dan mulai terlibat dalam "hal-hal aneh dan egois" seperti memberikan barang-barang miliknya dan mulai merencanakan pidato kematiannya.

"Saya bangun suatu pagi, melihat ke jendela dan berpikir, 'Okay, well, jika Anda tidak akan lompat dari jendela, Anda lebih baik melakukan apapun yang harus Anda lakukan,'" ia mengungkap terobosannya. "Pagi itu saya menulis, sepertinya itu adalah lagu 'Today,' sebuah lagu yang familier bagi banyak orang. Video lagunya tentang truk es krim. Itu seperti sebuah observasi sarkastik akan bunuh diri, namun pada dasarnya penyembuhan yang terdapat di balik lirik tersebut adalah bahwa setiap hari adalah hari terbaik, jika Anda membiarkannya." (fra/wnz)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 20 Lagu Indonesia untuk Kaum Buruh
  2. [Exclusive] Emir Hermono Merilis Album '3 AM in Jakarta'
  3. Movie Review: Guardians of the Galaxy Vol. 2
  4. Stars and Rabbit Siap Menjalani Tur Konser Asia 2017
  5. Damon Albarn Bicara tentang Album Terbaru Gorillaz yang Penuh Bintang dan Masa Depan Blur

Add a Comment