Lola Amaria Gaet Mondo Gascaro untuk Soundtrack Film Terbarunya

'Labuan Hati' mulai diputar 6 April mendatang

Oleh
Lola Amaria, Nadine Chandrawinata, Ramon Y. Tungka, dan Mondo Gascaro Rasyid Baihaqi

Aktris yang belakangan aktif sebagai sutradara, Lola Amaria, akan merilis film terbaru dengan judul Labuan Hati pada 6 April mendatang. Salah satu hal yang membuat film ini istimewa adalah keturutsertaan Mondo Gascaro dalam pembuatan soundtrack. Sementara itu, Indra Perkasa diipercaya untuk menjadi komponis.

"Saat sedang membuat music scoring film ini, Indra Perkasa coba memasukkan lagu saya untuk beberapa adegan. Menurutnya lagu saya cocok untuk mengisi soundtrack, lalu ia menghubungi saya. Kemudian saya bertemu dengan Lola Amaria untuk membicarakan ini," ujar Mondo yang mengeluarkan album perdana Rajakelana akhir tahun lalu.

"Saya mendengarkan satu album, bukan cuma satu lagu. Semua tentang pantai, laut, dan cinta. Lalu ketika mendengar satu lagu berjudul 'Butiran Angin', saya langsung merasa kalau lagu itu pas dijadikan soundtrack," kata Lola mengenai kolaborasinya dengan Mondo. Selain lagu "Butiran Angin", ada dua lagu Mondo lain yang juga dipilih sebagai soundtrack, yaitu "Naked" dan "Into the Clouds, Out of the Ocean".

Selain Lola dan Mondo, jumpa pers pada Jumat (24/2) lalu di Le Seminyak, Jakarta juga dihadiri dua pemeran Labuan Hati yang masing-masing adalah Nadine Chandrawinata dan Ramon Y. Tungka. Dalam jumpa pers tersebut, Lola Amaria Production juga meluncurkan trailer film dan video musik "Butiran Angin" arahan Tika Pramesti yang dikenal pula sebagai drummer Indische Party.

Labuan Hati bercerita tentang tiga perempuan beda usia yang sedang bergelut dengan masalah masing-masing. Mereka adalah Indi (Nadine Chandrawinata), Bia (Kelly Tandiono), dan Maria (Ully Triani) yang menjalin persahabatan di Labuan Bajo. Namun kehadiran Mahesa (Ramon Y. Tungka) sebagai instruktur diving menimbulkan masalah baru di antara ketiganya.

"Labuan Hati adalah film saya yang paling ringan dibanding film-film sebelumnya. Namun tingkat kesulitannya paling tinggi karena kami melakukan pengambilan gambar di atas bukit dan di bawah laut yang menguras stamina. Secara teknis, film ini juga cukup rumit dan memakan waktu," terang Lola menceritakan tantangan membuat film terbarunya.

Ia melanjutkan, "Kami mengambil gambar di beberapa lokasi menarik sekitar Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo. Untuk syutingnya, kru dan pemain berada di kapal selama hampir dua minggu di tengah laut. Tiga puluh persen pengambilan gambar dilakukan di bawah laut."

Untuk penulisan naskah Labuan Hati, Lola kembali bekerja sama dengan Titien Watimena yang sebelumnya menulis naskah film Minggu Pagi di Victoria Park (2010, juga disutradarai Lola Amaria). Selain itu, film ini juga didukung Nivea Sun, Canon, serta Wonderful Indonesia. (rn)

Editor's Pick

Add a Comment