Merayakan Hari Jadi ke-40, Teater Koma Gelar Pementasan 'Opera Ikan Asin'

Diselenggarakan pada 2 hingga 5 Maret mendatang

Oleh
Para pemeran 'Opera Ikan Asin' memberikan cuplikan pendek pementasan di Balai Latihan Kesenian, Jakarta Pusat. Dok. Teater Koma

Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-40, Teater Koma bersama Bakti Budaya Djarum Foundation mengumumkan pada Kamis (23/2) lalu bahwa mereka akan menggelar lakon bertajuk Opera Ikan Asin pada 2 hingga 5 Maret mendatang di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Nano Riantiarno selaku sutradara menyadur The Beggar"s Opera karya John Gray dengan iringan musik J.C. Pepusch yang dipentaskan di London pada 1728, serta lakon Die Dreigroschenoper (The Threepenny Opera) karya Bertolt Brecht dengan musik dari Kurt Weill yang dipanggungkan pertama kali di Berlin pada 1928. Namun Nano mengubah latar peristiwa menjadi Batavia abad ke-20 pada era Hindia Belanda.

Opera Ikan Asin bercerita tentang raja bandit Batavia, Mekhit alias Mat Piso, yang menikahi Poli Picum tanpa izin sang ayah, Natasasmita Picum, juragan pengemis seluruh Batavia. Picum mengancam Kartamarma, asisten kepala polisi Batavia yang juga sahabat Mekhit, bahwa para pengemisnya akan mengacaukan upacara penobatan Gubernur Jendral yang baru. Mekhit pun ditangkap dan akan digantung tepat saat acara penobatan. Saat tali akan menjerat leher Mekhit, datang surat keputusan dari Gubernur Jendral. Apa isinya?

"Inilah lakon tentang sebuah era yang penuh ketidakjelasan. Raja bandit dijadikan pahlawan oleh masyarakat, para petinggi hukum bersahabat dengan para penjahat kakap, sogok menyogok adalah sebuah kewajaran. Hukum pun bisa disandera oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi. Naskah ini akan ditampilkan sama seperti naskah yang asli. Komposisi musik karya Kurt Weill pun tidak berubah, hanya Fero Aldiansya Stefanus akan mengaransemennya kembali," jelas Nano. "Menarik sekali rasanya jika Opera Ikan Asin terasa relevan dengan kondisi politik sekarang dan pada tahun 1983 serta 1999. Berarti tidak banyak yang berubah."

Teater Koma pertama kali mementaskan lakon ini pada 30 Juli hingga 8 Agustus 1983 di Teater Tertutup Taman Ismail Marzuki, juga 20-21 Agustus 1983 dan 10-24 April 1999 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. "Dukungan dan apresiasi yang diberikan dari banyak pihak senantiasa mendampingi perjalanan kami selama 40 tahun berkarya. Ucapan terima kasih dan syukur kepada para pemain dan pekerja yang telah menunjukkan dedikasinya selama tiga bulan proses latihan. Apa yang tersaji di panggung adalah hasil kerja keras mereka. Semoga penonton dapat mengambil makna dan pesan moral tersirat yang berusaha kami sampaikan dalam lakon ini," ujar Ratna Riantiarno, Pimpinan Produksi Teater Koma.

Opera Ikan Asin akan menampilkan Cornelia Agatha, Sari Madjid Prianggoro, Allen Guntara, Sekar Dewantari, Asmin Timbil, Naomi Lumban Gaol, dan masih banyak lagi. Ada pula Alex Fatahillah yang turut melakoni pementasan yang sama pada 1983 dan 1999 serta Budi Ros yang mendapatkan peran sebagai Natasasmita Picum pada 1999. Jika Nano berperan sebagai Mekhit pada pementasan tahun 1983 dan 1999, maka untuk tahun ini giliran sang anak, Rangga Riantiarno, yang melakoni peran tersebut.

Harga tiket untuk produksi Teater Koma ke-147 ini terbagi menjadi enam kategori, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 850 ribu. Untuk keterangan lebih lanjut bisa mengunjungi situs www.teaterkoma.org, www.bibli.com, dan tiket@teaterkoma.org. (rn)

Editor's Pick

Add a Comment