Badan Perfilman Indonesia Meresmikan Kepengurusan Baru

Babak baru perfilman Indonesia

Oleh
Kondisi Rapat Paripurna BPI 2017 di Hotel Santika, Jakarta. Twitter @paripurnabpi2017

Badan Perfilman Indonesia (BPI) telah meresmikan kepengurusan baru untuk periode 2017-2020. Chand Parwez terpilih sebagai Ketua Umum Produser, dengan didampingi oleh Dewi Umaya sebagai Wakil Ketua Umum. Pengumuman ini disampaikan pada Kamis (23/2) lalu dalam Rapat Paripurna BPI 2017 yang digelar di Hotel Santika, Jakarta.

Selain kedua nama di atas, pengurus lain yang terpilih adalah pembuat film dan antropologis Tito Imanda sebagai Ketua Penelitian dan Pengembangan, pegiat film Alex Sihar sebagai Ketua Advokasi Kebijakan, produser Leni Lolang sebagai Ketua Festival Dalam Negeri dan Penghargaan, programmer Dimas Jayasrana sebagai Ketua Festival Internasional dan Hubungan Luar Negeri, pegiat film Lalu Rois Amri sebagai Ketua Promosi Lokasi, Ketua Paguyuban Artis Film Indonesia HRM Bagiono sebagai Ketua Perlindungan dan Mediasi, kritikus Adrian Jonathan Pasaribu sebagai Ketua Apresiasi, Literasi dan Pengarsipan, sutradara Gunawan Paggaru sebagai Ketua Organisasi dan Jaringan, komponis Tya Subiakto sebagai Ketua Informasi dan Komunikasi, serta sutradara Agung Sentausa sebagai Ketua Fasilitas Pembiayaan Film.

Rapat Paripurna BPI 2017 diikuti oleh 46 organisasi perfilman yang telah diverifikasi panitia BPI. Para pesertanya berasal dari berbagai unsur perfilman, baik itu pengusaha bioskop, dewan kesenian kota, importir film, produser film, sampai artis film.

Badan Perfilman Indonesia sendiri merupakan lembaga yang dibentuk masyarakat film dengan mendapatkan fasilitasi dari negara. Dibentuk pada 2014, lembaga ini tergolong masih baru. Sebelumnya, Ketua Umum BFI dijabat aktor Alex Komang. Namun setelah beliau meninggal dunia, posisinya digantikan oleh Kemala Atmojo.

Menurut situs BPI, lembaga ini mempunyai kegiatan yang meliputi penyelenggaraan festival film di dalam negeri, mengikuti festival di luar negeri, menyelenggarakan pekan film di luar negeri, mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing, memberikan masukan untuk kemajuan perfilman, melakuan penelitian dan pengembangan perfilman, memberikan penghargaan, serta memfasilitasi pendanaan pembuatan film tertentu yang bermutu tinggi. (rn)

Editor's Pick

Add a Comment