Induk Perusahaan Layanan Streaming Musik Joox Tertarik Berinvestasi pada Go-Jek

Jika tercapai, investasi Tencent akan digunakan untuk mengoptimalkan fitur Go-Pay

Oleh
Markas besar Tencent di Shenzhen, Tiongkok. Insane Visions

Raksasa teknologi yang berbasis di Tiongkok, Tencent, dikabarkan tertarik untuk berinvestasi pada layanan transportasi dan pengantaran barang berbasis daring asal Indonesia, Go-Jek; seperti dikabarkan situs The Information dan kemudian ditulis kembali oleh DailySocial. Jika rencana ini terwujud, Go-Jek berencana meningkatkan jumlah tenaga engineer guna memperkuat fitur pembayaran milik mereka, Go-Pay.

Tencent sendiri merupakan perusahaan di balik layanan streaming musik populer, Joox, dan aplikasi berkirim pesan instan WeChat.

"Meskipun belum memiliki tingkat popularitas serupa di Indonesia, expertise WeChat bisa menjadi acuan bagaimana Go-Pay dikembangkan," tulis situs DailySocial.

Sementara itu, Joox disebut-sebut sebagai aplikasi streaming musik paling populer di Indonesia. Data ini berasal dari hasil survei McKinsey pada awal November 2016 dan dilansir oleh situs berita teknologi Techinasia.

Sebelum dikabarkan tertarik dengan Go-Jek, Tencent telah lebih dulu berinvestasi pada dua layanan transportasi lainnya, yakni Lyft asal Amerika Serikat dan Didi Chuxing yang juga berasal dari Tiongkok.

Di sisi lain, Go-Jek juga baru mendapat suntikan dana sebesar 550 juta dollar AS (setara Rp 7,3 triliun) dari jajaran investor kelas kakap yang terdiri dari KKR&Co., Warburg Pincus, dan Farallon Capital pada Agustus 2016.

Pendanaan ini disusul pula dengan keberhasilan Go-Jek dalam membukukan 660 ribu pesanan setiap harinya per Agustus 2016 lalu. Angka ini meningkat dari 340 ribu pesanan setiap hari pada Januari 2016. (rn)

Editor's Pick

Add a Comment