KunoKini Kumpulkan Enam Versi Remix "HeyBeb!!" Dalam Album Mini

Memuat interpretasi ulang dari para musisi dan produser musik elektronik tanah air

Oleh
KunoKini Dok. Rolling Stone Indonesia

Bertepatan dengan Hari Kasih Sayang yang jatuh pada 14 Februari lalu, kolektif etnik eksperimental KunoKini telah merilis sebuah album mini bertajuk The Power of Cah Ayu. Isinya adalah kumpulan enam lagu remix dari single "HeyBeb!!" yang pertama dirilis Maret 2016 silam.

Enam lagu remix tersebut merupakan hasil kolaborasi para personel KunoKini yang terdiri dari Bhismo, Bebi, dan Fikridzul dengan musisi, produser, hingga seniman visual yang membuat artwork untuk masing-masing versi baru dari "HeyBeb!!".

"Kekuatan mereka memberikan hal-hal positif bagi kehidupan dan proses kreatif kami. Siapa pun berhak untuk merepresentasikan apresiasi dalam bentuk apa pun. Kali ini kami memilih untuk menuangkannya dalam lagu 'HeyBeb!!'," jelas drummer Fikridzul melalui rilis pers.

Nama-nama yang mengolah kembali "HeyBeb!!" adalah Kimo dari KimoKal, Heruwa dari Shaggydog, N.A.D.A. (proyek dari Imela Kei), DJ Stroo, Evan Virgan Fajar selaku DJ muda asal Bali, dan penyanyi asal Singapura MAS1A yang berkolaborasi dengan produser musik Deleon "Jubba" White dari White Stone Production.

Alhasil, enam interpretasi ulang ini menyajikan "HeyBeb!!" dengan keragaman nuansa serta karakter musik elektronik yang berwarna. Tak ayal banyak kejutan tersaji dalam album mini ini.

"Ini salah satu cara kami untuk membuat alat musik tradisional memiliki nilai tambah. Kami berharap banyak produser dan musisi, khususnya di Indonesia, juga tidak enggan mengeksplorasi musiknya dengan instrumen tradisional," tambah Bebi.

Sementara itu untuk departemen artwork , deretan seniman visual yang turut serta adalah Rimba Mahardika, Tuyuloveme, Rio Simatupang, Pierre Alvian, Astari Achiel, dan Mark Achiel. Mereka melambangkan tiap hasil remix dari lagu "HeyBeb!!"

Pemilihan 'Cah Ayu' sebagai tajuk album dirasa sangat berkaitan dengan konten lirik "HeyBeb!!". Menurut KunoKini, 'Cah Ayu' memiliki diksi yang tidak tendensius dibandingkan dengan 'wanita' atau 'perempuan'.

"Tanpa tendensi gender, bagi kami sosok 'Cah Ayu' memberikan banyak inspirasi. Apalagi single yang kami buat memang didedikasikan untuk mereka," papar Bhismo.

Meski tak dirilis dalam format fisik, album mini ini sudah bisa diputar di beberapa layanan streaming musik seperti Amazon Music, Deezer, Groove Music, Apple Music, Shazam, Spotify, hingga TIDAL. (rn)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Grass Rock, Steven Jam, SATCF Siap Ramaikan RadioShow di Kota Malang
  2. 24 Kota Merayakan Record Store Day 2017 di Indonesia
  3. Alvin Eka Putra: Bermusik dengan Sikap Mental Positif
  4. Kelompok Penerbang Roket dan Mooner Dijadwalkan Tampil di Australia
  5. Unit Post-Punk Pendatang Baru Ibu Kota, Pelteras, Rilis Dua Lagu dalam Format Kaset

Add a Comment