15 Lagu dalam Hidup Dave Mustaine (Megadeth)

Vokalis/gitaris ini mengenang hampir empat dekade mahakarya thrash metalnya

Oleh
Dave Mustaine. (Photo: Stuart Sevastos)

Lagu pertama yang ditulis oleh Dave Mustaine adalah "Jump in the Fire," sebuah lagu yang menghentak penuh semangat, yang ia bawa ke Metallica pada 1982 sebagai standar untuk thrash metal. "Saya sedang menulis tentang masa muda saya sambil duduk di kamar dan merasa sedih – saya menaruh kepala saya di tangan dan benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan," katanya pada Rolling Stone. "Saya merasa bahwa saya harus berkumpul dengan teman-teman saya karena memang saat itu sedang masanya. Ibu saya selalu pergi dan saya selalu sendiri, satu-satunya saat di mana saya merasa diterima adalah saat bersama mereka." Seperti sudah takdir, ternyata ia tidak pernah mendapat kesempatan untuk merekam lagu itu atau yang lain dengan Metallica, kecuali beberapa demo.

Mustaine lalu menemukan sebuah medium untuk menyalurkan kesedihan dan kemarahannya di Megadeth, sebuah grup thrash agresif yang ia bentuk pada 1983 setelah Metallica menendangnya keluar atas tuduhan penggunaan narkotika, dan ia langsung mulai menciptakan lagu-lagu yang menjadi rival lagu-lagu lamanya. Lagu "Peace Sells" yang eksentrik mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap kemapanan Amerika dan bergaung selama bertahun-tahun sebagai lagu pembuka MTV News; lalu lagu metal blues keras, "Sweating Bullets", tampaknya tentang skizofrenia yang sedang menunjukkan selera humornya; lagu balada "À Tout le Monde" membayangkan kesedihan akan kematian melalui sudut pandang orang yang wafat (dalam bahasa Prancis). Album Megadeth pada 1992, Countdown to Extinction, debut pada posisi nomor dua – tepat di belakang Billy Ray Cyrus – dan telah menerima penghargaan platinum ganda; album terbaru mereka tahun lalu, Dystopia, debut pada nomor tiga; dan mereka telah mengantongi 12 nominasi Grammy selama berpuluh-puluh tahun. Lagu "Dystopia" bahkan baru saja meraih Grammy pertama bagi Megadeth untuk kategori Best Metal Performance.

Terlepas dari kesuksesannya, Mustaine mesti berjuang keras melawan penyalahgunaan narkotika nyaris sepanjang kariernya hingga ia berhasil mengusir seluruh iblis dalam dirinya pada 2003 dan terlahir kembali menjadi seorang Kristen yang taat. Ia juga akhirnya berdamai dengan teman-temannya di Metallica. Tahun lalu, gitaris Metallica Kirk Hammett berspekulasi "super-katarsis" saat Mustaine tampil kembali dengan Metallica di tahun 2011 setelah merasa "benar-benar sedih, marah, dan frustasi" selama bertahun-tahun, dan Mustaine mengirim cuitan tentang penilaian Hammett yang "hampir 100 persen akurat ... hampir." "Tidak ada apapun [dari spekulasi itu] yang tidak benar, saya hanya tidak ingin mengatakan bahwa ia benar," kata Mustaine sekarang. "Saya hanya bermain-main saja. Anda harus mempunyai sedikit kesembronoan dalam hidup."

Mustaine, kini 55 tahun, merasa santai saat mengenang karya-karya ciptaannya sendiri, sembari bersandar pada sebuah kursi di ruang kerja Rolling Stone dan mengetukkan jari pada meja serta melakukan kontak mata untuk menegaskan maksudnya. Untuk konten "My Life in 15 Songs" (atau, untuk kasus ini, " My Deth in 15 Songs"), Mustaine memilih lagu-lagu yang merepresentasikan berbagai titik balik dalam kariernya, dari lagu-lagu berkecepatan tinggi di Metallica hingga nomor kontemplasi Megadeth tentang kecanduan heroin.

Ajaibnya, ia menghilangkan (dari daftar ini) hampir 20 tahun kariernya hingga menuju ke era album Dystopia – termasuk sebuah periode di mana ia "mengakhiri" karier bandnya selama dua tahun pada 2002 setelah saraf lengannya terluka karena ia salah posisi tidur. Ia merasa jauh lebih bahagia sekarang dengan formasi terakhir bandnya. "Saya tidak memikirkan itu," katanya. "Semua itu adalah tahun-tahun yang sesat karena [bassist dan salah seorang pencetus Megadeth] David Ellefson sedang absen dari band. Saya memprogram ulang diri saya untuk berpikir bahwa formasi terkini adalah yang terpenting sekarang. Hebat sekali rasanya dapat bermain kembali dengan orang-orang ini saat saya telah lupa akan hal-hal lama kami."

Saat ia melihat kembali keseluruhan kariernya, mulai dari awal hidupnya yang serba kekurangan sebagai petugas pom bensin, ia merasa takjub dengan segala pencapaiannya saat ini. "Saya mulai bermain musik karena adik perempuan saya sangat buruk bermain piano," katanya. "Menggelikan sekali, karena saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan dapat menghasilkan uang dari bermain musik."

"Dystopia"

Dystopia (2016)

"Dystopia" dinominasikan dalam Grammy, dan ini membuat saya bersemangat. Orang-orang berkata, "Anda mempunyai pandangan yang amat sempit tentang dunia ini. Apakah segalanya terlihat buruk bagi Anda?" Itu seperti, "Tidak, tentu saja tidak." Tapi persetanlah, saya telah menonton 12 Monkeys. Saya menonton 1984. Saya tahu apa yang cukup mungkin terjadi. Saya berada di sisi Komunis dunia saat di Polandia. Saya melihat apa yang terjadi. Saya menonton film tentang Chernobyl; kami sedang ada di Rusia di mana adanya beberapa pabrik nuklir tua. Sungguh pemandangan yang mengerikan. Anda tidak harus melelehkan semua orang yang ada agar memiliki kredibilitas untuk melihat sesuatu yang benar-benar buruk telah terjadi di situ. Anda pergi ke Detroit, lalu lihatlah kondisi beberapa kota di sana, sangat-sangat buruk.

Lagunya bercerita tentang kecintaan kita terhadap sesama dan menginginkan mereka – bagi kami – untuk saling bekerjasama dan benar-benar berusaha agar tidak terlalu berlebihan terhadap satu sama lain. Orang begitu cepat menilai orang lain ketika mereka mengatakan hal yang salah atau memakai sesuatu yang salah. Kita mempunyai "polisi typo" di Internet. Keluarga saya semalam berada di tempat [di mana kami bermain] dan beberapa gadis yang duduk di sebelah mereka berkomentar buruk tentang mereka karena mereka terlihat menarik. Rasanya seperti, mengapa kita semua tidak cukup saling mencintai jadi tidak perlu ada kecemburuan pada orang lain? Apa yang salah dengan gambaran itu? Mengapa orang tersebut belum menemukan seseorang yang membuat mereka merasa hebat hingga mereka harus mengatakan hal-hal buruk tentang seorang gadis berumur 18 tahun. Apa yang salah dengan kalian? (fra/wnz)

"Use the Man"

Cryptic Writings (1997)

Saat saya sedang mengerjakan rekaman, saya pergi ke pertemuan untuk pemulihan kecanduan di sebuah tempat di sebelah studio. Pria yang memimpin pertemuan tersebut mengatakan ada sesuatu yang ingin ia tunjukkan, lalu ia memberikan sebuah kotak dan berkata, "Lihat isinya." Dan saya melihat isinya lalu ia berujar, "Itu Bob," seperti tidak ada nama yang lebih baik saja. Lalu ia memberitahu saya bahwa di awal hari itu, seorang pria pergi ke pertemuan tersebut lalu ia tertembak dan mati di tempat rehabilitasi tersebut dan kotak itu adalah miliknya. Jadi ia ingin membuat saya melihat semua ini lalu mengatakan bahwa itu adalah milik seseorang yang telah mati. Saya hanya berkata, "Sial."

Ia berusaha untuk menyampaikan sebuah pesan pada saya dan berhasil – saya masih hidup. Saya secepatnya menulis lirik "Use the Man". "I heard somebody fixed today/There was no last goodbyes to say." Ada sebuah peribahasa Cina atau Jepang yang bunyinya seperti ini, "Pertama, seorang pria mempunyai sebuah minuman, lalu minuman tersebut mempunyai sebuah minuman, lalu minuman tersebut membunuh pria tadi." Saya berpikir, hal yang sama dapat dikatakan tentang jarum [suntik]. Awalnya, seorang pria menggunakan jarum, lalu jarum tersebut menggunakan jarum, lalu jarum tersebut mengambil nyawa si pria. Itulah dari mana judul lagu ini berasal.

Orang-orang ini keluar dari penjara, pergi ke tempat rehabilitasi, sistem mereka telah dibersihkan, namun mereka pikir mereka dapat kembali menggunakan narkotika setengah lebih banyak dan dapat menjadi dua kali lebih teler. Mereka tidak sadar bahwa sistem mereka telah dibersihkan, dan mereka overdosis. Jadi itulah cerita di balik lagu "Use the Man". Itu adalah lagu yang amat sangat sedih tentang orang-orang yang overdosis obat-obatan terlarang, dan bahwa itu juga terinspirasi dari lagu Neil Young, "Needle and the Damage Done."

Saya tidak dapat memastikan kapan saya terlepas dari obat-obatan terlarang tersebut; saya tidak melihatnya seperti itu. Namun saya mengubah hidup saya saat saya diselamatkan pada, sepertinya, tahun 2003. Tuhan mengirim saya ke AA (Alcoholics Anonymous – persaudaraan orang-orang yang ingin terlepas dari alkohol) dan AA mengirim saya kembali kepada Tuhan dan di situlah saya berada saat ini dengan semuanya. Jadi itulah saat saya mulai memakai heroin dan mengonsumsi kokain di masa lalu. Saya tetap dapat meminum segelas wine. Saya mempunyai sebuah perusahaan bir sekarang, jadi cukup sulit untuk mengatakan Anda sedang sadar saat Anda memiliki sebuah perusahaan bir. Bukan posisi saya untuk memberitahu Anda apa yang harus Anda minum, atau apapun seperti itu, namun segalanya harus seimbang – kecuali untuk metal.

"A Secret Place"

Cryptic Writings (1997)

"A Secret Place" adalah salah satu lagu-lagu terakhir yang kami tulis di album Cryptic Writings. Kami sedang ada di satu tempat yang dulunya adalah tempat liburan Al Capone. Itu adalah sebuah istana yang terbuat dari batu bata, dan ia akan mengajak orang-orang ke sana untuk berjudi, dan ia akan menyetrum mereka lalu menguburnya di halaman belakang. Suatu hari seekor anjing datang dan membawa sesuatu yang terlihat seperti tulang kaki manusia, karena ada banyak sekali kuburan yang tidak ditandai di belakang studio. Saya tidak pernah tahu pasti.

Pada saat itu saya sedang bermasalah dalam menulis lirik dan tinggal tersisa satu lagu saja. Saat saya melihat anjing ini, saya hanya, "Whoa, man. Tempat ini benar-benar rahasia." Saya sedang di dalamnya, bernyanyi, lalu saya mendengar ada langkah kaki di atas genteng [menirukan suaranya] dan tidak ada siapa-siapa di bangunan itu kecuali saya dan seorang pria di sisi lain kaca di control room. Kami tidak tahu apakah itu hanya suara angin atau ada hantu di atas sana karena tempat ini memang sudah seharusnya berhantu. Ini cukup keren.

Kami banyak memetik gitar di rekaman ini, dan banyak sentuhan pop juga. Manajemen kami saat itu berusaha untuk membuat kami menulis lagu-lagu yang memang diarahkan untuk menjadi populer – sesuatu yang dapat membuat kita masuk radio atau MTV – daripada menulis lagu-lagu yang kita suka. Namun ada sebuah lagu yang menjadi hit di radio, "Trust," dan ini hebat.

"She Wolf"

Cryptic Writings (1997)

Saya menulis "She Wolf" yang bercerita tentang sesuatu yang terjadi kepada manajer kami pada saat itu yang amat dekat dengan saya. Dia baru saja berkencan dengan seorang gadis. Saya tahu gadis itu mengencaninya karena ia baru saja putus dengan pacarnya, salah satu teman saya yang bekerja di MTV. Lalu saya mendengar dari istri saya dan istri Ellefson bahwa mereka melihat gadis ini kembali kepada mantannya ketika ia juga sedang mengencani teman saya. Kami pergi ke Brazil dan ia berusaha untuk memperingatkan saya selama di sana.

Saat saya kembali ke Amerika, saya memberitahu teman saya tentang hal tersebut, dan gadis itu hanya, "Tidak, dia berusaha untuk memperingatkan saya." Saya benar-benar marah. "Bagaimana Anda dapat berbicara begitu tentang saya? Anda bahkan tidak menarik." [tertawa] Dan saya berkata, "OK, Anda menang. Saya akan berhenti mengganggu Anda." Jadi saya menulis lagu "She Wolf" tentangnya.

Pada akhirnya, teman saya meminta maaf pada saya karena ia mendapati bahwa gadis ini adalah seorang pelacur, atau sebut saja, seorang "wanita panggilan dengan bayaran tinggi." Ngomong-ngomong, saya benar; dan ia salah. Ia harus meminta maaf. Seharusnya ia percaya pada saya. Saya temannya. Mengapa saya harus membahayakan diri saya sendiri dan mengatakan pacarnya mencoba untuk memperingati saya jika saya tidak mau menyelamatkannya dari patah hati?

"Sweating Bullets"

Countdown to Extinction (1992)

Istri saya pernah mempunyai seorang teman gila yang mengidap kecemasan berlebihan dan mereka akan pergi ke pesta sepanjang waktu. Temannya ini akan panik lalu masuk ke mobil dan pergi, lalu saya akan ditelepon oleh istri saya yang berkata, "Eh, dia meninggalkan saya lagi," dan saya harus pergi menjemputnya. Anda pikir akan sebaliknya ketika mempunyai pacar seorang bintang rock, bahwa pada saat itu, ia akan meneleponmu untuk datang dan menjemputnya. Jadi saya menulis "Sweating Bullets" tentang temannya itu. Ia mungkin sudah tahu bahwa lagu itu bercerita tentangnya – istri saya mungkin telah memberitahunya secara spontan jadi temannya akan membenci saya – namun saya tidak pernah menyebut namanya. Sepertinya istri saya tidak tahu menahu di mana gadis itu sekarang.

Ada hal lainnya juga, saya sedang banyak mendengarkan George Carlin pada saat itu. Menurut saya, George adalah komik yang sangat hebat. Saya suka pandangannya akan hidup. Memang cukup sinis. Ia mengatakan hal-hal yang ingin dikatakan oleh saya dan Anda karena pacar dan istri kami akan menyikut kami atau berkata, seperti, "Anda tidak dapat berbicara begitu." Komedi telah amat sangat dibelenggu dengan segala hal-hal tentang komputer sekarang. Ini seakan-akan Anda hampir tidak dapat mengatakan hal lucu apapun. Maksud saya, bayangkan seseorang menonton [film komedi satir '70-an] Blazing Saddles sekarang. Mereka akan menjadi gila.

"Symphony of Destruction"

Countdown to Extinction (1992)

"Symphony" benar-benar sederhana. Itu idenya datang dari iklan majalah Time Life dan film The Manchurian Candidate, karena saya baru saja menonton film itu. Saya selalu bertanya-tanya apa rasanya menjadi orang tersebut, telah diprogram di alam bawah sadar Anda dan tidak tahu menahu akan hal itu, dan mempunyai sebuah pekerjaan yang penting, lalu seseorang mengatakan sesuatu dan [klik] menekan saklar Anda dan orang tersebut telah "siap". Itulah segalanya tentang "Symphony of Destruction". Lalu pada saat chorus: Saya selalu senang memiliki hal-hal yang positif, jadi saya memasukkan Pied Piper, peribahasa tua, puisi, cerita – apapun itu.

Saya tidak banyak memasukkan unsur pribadi saya dalam rekaman lagu ini, namun ada periode yang cukup kelam di album Countdown. Kami tur bersama Stone Temple Pilots dan pada akhir tur tersebut, segalanya menjadi sangat kelam. Saya tidak ingat mengapa, namun sesuatu menggiring saya untuk pergi ke tempat gelap dan ujung-ujungnya kami harus menghentikan tur tersebut karena ada kerusuhan di tempat konser di Oregon. Mereka merusak barikade dan panggung, mencoba untuk membalikkan bus dan hal lainnya. Saat Anda kecil, Anda akan menganggap bahwa, "Woohoo, ini keren. Mereka merusak barikade dan membalikkan ruang ganti." Ketika Anda tua, mereka bukanlah sekadar sekumpulan orang-orang gila, namun mereka adalah sekumpulan orang-orang yang benar-benar marah. Sangat mengerikan.

"Hangar 18"

Rust in Peace (1990)

"Hangar 18" adalah lagu yang saya punya dari band saya sebelum Metallica [namanya adalah Panic]. Lagu tersebut berjudul "N2RHQ" dan itu adalah tentang sebuah lingkungan di planet lain, dan saat lagu tersebut dibawa ke Metallica, kami sempat berunding apakah kami akan merekam lagu tersebut, saya hanya menunggu untuk kembali "mengunjungi" lagu tersebut saat di Megadeth, seperti saat saya di Panic, saya mempunyai sebuah lagu "Rust in Peace ... Polaris" yang sudah selesai; lagu tersebut berjudul "Child Saint" pada saat itu. Dan saya yakin jika saya menunjukkan lagu itu kepada mereka, Metallica mungkin juga akan merekam lagu tersebut.

Liriknya bercerita tentang Area 51, itu Nick [Menza, drum] yang membuatnya. Ia percaya akan adanya alien; Saya tidak. Saya percaya bahwa ada sebuah dunia spiritual dan ada hal-hal yang dapat kita lihat, ada juga yang tidak, namun khusus alien, saya belum pernah melihatnya satupun. Jadi apa yang saya tahu? Itu mungkin saja. Saya berpendapat bahwa itu akan menjadi sebuah materi lagu yang hebat [tertawa]. "Hangar 18" adalah sebuah lagu yang, untuk saya, adalah sebuah lagu dengan riff gitar yang sangat cepat, pedaling pada senar D lalu kord-nya bergerak ke seluruh lagu dengan bass line yang mengambang seperti The Beatles pada "Holy Wars ... the Punishment Due."

Kord dan pergerakan kord-nya serupa dengan lagu Metallica, "Call of Ktulu", namun tentu saja tidak sama. Anda dapat membuka Internet dan mencari lagu dengan 4 kord dan Anda akan menemukan sekitar 300 atau 400 lagu. "Call" itu 100 persen lagu saya. Saya menulis setiap not dalam lagu tersebut sebelum mereka mengubahnya dari [judul demo] "When Hell Freezes Over." Mereka menambahkan bagian panjang di tengah-tengah lagu tersebut dan saya tidak tahu dari mana itu berasal. Sungguh aneh rasanya saat pertama kali mendengarkannya karena ada transisi orkestra di dalamnya. Itu adalah salah satu lagu yang benar-benar menawan hati saya dan membuat saya berpikir, "Hey, lagu saya dengan lagu tersebut benar-benar menjadi sesuatu yang hebat."

"Holy Wars … the Punishment Due"

Rust in Peace (1990)

Menurut saya, agama adalah untuk orang-orang yang takut masuk neraka, dan spiritualitas adalah untuk orang-orang seperti saya, yang sudah pernah ke sana. Saya tidak banyak menulis tentang agama, namun saya bertemu dengan "Holy Wars," yang terinspirasi dari The Cause [arti Republikan Irlandia]. Suatu ketika saat saya sedang di Irlandia, saya melihat orang-orang menjual kaus di sebuah acara dan bertanya tentang apakah itu, lalu ia mengatakan The Cause. Dan ketika pria itu memberitahu saya artinya, ia hanya mengatakan, "Oh, itu hanya agama yang merugikan. Satu agama berpikir bahwa mereka lebih baik dari agama lain. Para Protestan berpikir mereka lebih baik daripada Katolik." Dan saya langsung, "Well, sial, saya tidak tahu apakah saya adalah salah satu di antaranya, namun saya sudah pasti bukan di antara dua itu karena saya tidak menghakimi agama lain." Jadi saat konser, saya memperkenalkan sebuah lagu dengan mengatakan, "Yang satu ini untuk The Cause" dari atas panggung dan [bersiul] ternyata itu adalah hal yang salah untuk dikatakan. Saya cepat tanggap setelahnya saya tidak lagi berbicara tentang agama [tertawa].

Saya benar-benar marah dengan apa yang terjadi di sana jadi saya menghantam gitar saya agar dapat menimbulkan riff tersebut. Itulah mengapa hal tersebut terdengar benar-benar cepat.

Bagian kedua dari lagu tersebut, "The Punishment Due" – yang ada setelah bagian Timur Tengah – adalah tentang Frank Castle dari The Punisher (Marvel). Kami mengatur waktunya jadi bagian tersebut pada akhirnya akan menjadi, "the could-be messenger of God." Ada banyak sekali orang yang bertingkah laku seperti itu. Jadi kami mencoba untuk membuat sebuah pergeseran yang lengkap dan membuatnya benar-benar melodius, sesuatu yang benar-benar seperti Beatles dengan pola gitar sweeping bolak-balik. Chorus-nya benar-benar seperti pola Beatles. Salah satu buku musik yang pernah saya dapat adalah sebuah antologi oleh The Beatles jadi saya belajar banyak progresi kord yang brilian dari mereka. Ada juga lagu yang mempunyai banyak progresi kord dan mereka menggunakan bass line yang bergerak di bawah sebuah kord.

"In My Darkest Hour"

So Far, So Good ... So What! (1988)

Saya menulis musik ini ketika saya mendengar kabar bahwa Cliff Burton, bassist Metallica, meninggal dunia. Seorang teman saya, "Metal" Maria Ferrero, menelepon untuk mengabari saya bahwa ia kecelakaan bus. Saya benar-benar menganggapnya serius karena, saya berpendapat, "Hei, bajingan, Anda tahu kami semua bersaudara dalam sebuah band dan ia meninggal dan ada seseorang yang harus menelepon saya untuk memberitahu hal tersebut?" Ini adalah hal yang amat, sangat buruk. Saya mengerti sekarang bahwa saat berkabung, orang-orang banyak melakukan hal aneh jadi saya mengubah pandangan saya tentang [dia] yang menelepon saya, namun pada saat itu saya benar-benar sangat marah dan saya menulis musiknya hanya dalam sekali duduk dan saya mulai memotong-motong liriknya secepat yang saya bisa. ... Benar-benar periode yang sangat menyakitkan, menulis musik tersebut.

Kali terakhir saya berbicara dengan Cliff mungkin adalah dalam sebuah konser aneh yang saya datangi. Mereka [anggota band Metallica] masih merasa terancam oleh kehadiran saya jadi saya tidak pernah mendapat backstage pass; saya selalu mendapat after-show pass, menurut saya sedikit penakut. Jadi setiap kami akan pergi ke konser mereka, saya dan Ellefson akan menemui mereka setelahnya dan kami akan diundang ke manapun mereka berpesta. Saya tidak ingin pergi ke pesta; saya ingin pergi menemui teman-teman saya dan nongkrong bersama. Namun sepertinya kami bukan lagi teman; terakhir kalinya saya berbicara dengan Cliff mungkin di salah satu konser mereka di negara bagian Amerika.

"Darkest hour" dalam lagu ini adalah saat saya mengetahui bahwa saya sendirian. Liriknya tentang Diana, inspirasi saya [tertawa], wanita yang sama dengan yang saya kencani saat "Loved to Deth." Saya menciptakan "Tornado of Souls," "Trust," "This Was My Life," "99 Ways to Die" – lagu-lagu ini tentangnya juga. Saya sangat sangat mencintai istri saya, namun hanya ada satu orang lain yang benar-benar menyentuh hati saya yang terdalam. Sepertinya kita semua mempunyai sebuah hubungan dengan seseorang yang benar-benar kita cintai namun segalanya tidak selalu bertahan lama.

Lagu itu membangkitkan banyak perasaan. Pertama kali saya memainkannya, orangtua Cliff ada di konser kami. Saya dapat memainkannya di studio dan saat latihan, namun dengan mereka di sana, saya tidak sanggup. Anda bahkan tidak tahu darimana perasaan-perasaan tersebut datang. Itu seperti, apa saya mempunyai perasaan-perasaan ini? Lalu tiba-tiba Anda bernyanyi dan kami tidak dapat mengendalikan diri kami... Itu seperti, sial, perasaan ini nyata. Saya bahkan tidak sempat mengucapkan selamat tinggal. Maksudnya, saya bahkan tidak tahu di mana ia dikuburkan. Jadi ini seperti menunjukkan bagaimana segalanya terjadi. Namun saya akan bertemu dengannya lagi di surga. Itulah bagian yang paling keren. Setidaknya saya percaya itu.

"Anarchy in the U.K."

So Far, So Good ... So What! (1986)

Saya bertemu Steve Jones pada saat itu namun saya tidak ingat bagaimana, mungkin kami bertemu melalui David Ellefson. Saya memintanya untuk datang dan bermain dalam rekaman kami, dan saya tidak tahu apakah ia berusaha untuk melucu atau bersikap kasar namun ketika saya bertanya apa yang harus kami berikan sebagai imbalannya, ia menjawab, "Beri saja saya 100 dolar (sekitar Rp 1,3 juta) dan oral seks." Saya hanya, "Tentu yang Anda maksud bukanlah saya." Jadi saya berkata "OK, kami akan memberi Anda 1000 dolar (sekitar Rp 13 juta) dan buku yellow pages. Anda dapat mencari alamatnya sendiri." Lalu ia datang ke studio dengan gips di lengannya dan ia baru saja diserang oleh seorang wanita yang mematahkan lengannya. Dan dalam gaya khas seorang Sex Pistol, ia datang dan memainkan "Anarchy." Anda bisa bilang gitarnya fals. Tapi itu sangat rock & roll, man. Rasanya, gila, ada seorang anggota Sex Pistol yang bermain dalam salah satu rekaman saya [tertawa].

Saya tidak banyak mengubah liriknya namun saya tidak mengerti ucapan Johnny Rotten yang terkadang tidak jelas. Anda tahu pada akhirnya saat ia mengatakan "another council tenancy," saya pikir ia mengatakan "cunt-like tendencies." Saya bersumpah ia mengatakan seperti itu. Namun saya tidak berkeliling ke orang-orang mengatakan bahwa mereka memiliki "cunt-like tendencies", dan itu bahkan bukan perkataan saya. Ia tidak menyukainya. Ketika seseorang menanyakan padanya tentang versi kami sekitar 15 tahun yang lalu ia berkata, "Dia merusak lirik saya!"

"Peace Sells"

Peace Sells ... but Who's Buying? (1986)

Saya tinggal di sebuah gudang pada saat saya menciptakan lagu ini. Kami tidak mempunyai tempat tinggal, dan saya menulis liriknya di dinding. Saya bahkan tidak mempunyai kertas. Saya mempunyai pena dan saya menulis liriknya di dinding. Saya yakin ketika kami pindah dari sana seseorang memahat dinding dan mengambilnya.

Saya menulisnya karena saya lelah mendengar orang-orang yang menghina musik metal secara umum dan menghina para penggemar metal. Sulit bagi saya untuk melihat bagaimana kami dipandang di televisi – hanya sebagai orang-orang bodoh. Biasanya, menurut saya banyak musisi yang benar-benar pintar dan bertalenta. Sayang sekali mereka telah digeneralisasikan oleh orang-orang.

Saya tahu ketika saya menciptakan lagu itu, saya mempunyai sebuah ide karena sebelum itu, lagu-lagu yang saya tulis semuanya terdengar menyayat-nyayat dan benar-benar cepat dan agresif. Namun ketika "Peace Sells" keluar, rasanya seperti, "Wow, ini benar-benar sebuah lagu," sesuatu yang, tanpa sepengetahuan saya, akan menjadi populer, sesuatu yang akan menjadi teman saya selamanya. Saya belum pernah merasakan seperti itu akan lagu-lagu kami sebelumnya. Saya tidak pernah berpikir, "Hey, Anda akan memainkan lagu ini setiap malam dalam hidup Anda."

MTV News menggunakan bass line yang ada dalam lagu itu untuk beberapa waktu, namun mereka menggunakan versi minus one-nya jadi saya tidak mendapat bayaran selama bertahun-tahun. Kami berhenti saling mengirim kartu Natal sejak lama sekali, antara MTV dan saya, meskipun acara Headbangers Ball hebat sekali menurut kami.

"The Skull Beneath the Skin"

Killing Is My Business ... and Business Is Good! (1985)

Saya dan Dave [Ellefson] pernah tinggal di Hollywood, di sebuah apartemen sempit dan ada sebuah toko kelontong yang sering kami curi. Biasanya kami akan membeli sesuatu – apa saja – hanya supaya kami ada urusan di sana dan kami akan mengambil sesuatu yang lain. Saya ingat suatu hari sedang mengantre dan ada sebuah buku yang mempunyai sesuatu yang mirip dengan judulnya dan menunjukkan tengkorak dengan kulit yang ditarik setengahnya dan saya berpikir, "Well, itu adalah judul yang menarik." Lalu saya kabur dengan buku itu karena ada ide akan nama kami dan bagaimana maskot kami, Vic, dikembangkan, dengan semboyan "see-no-evil, speak-no-evil, hear-no-evil"-nya.

Vic datang pada saya di awal saya membuat band ini. Saya menginginkan seorang maskot karena Eddie adalah maskot Iron Maiden, dan Motörhead memiliki Snaggletooth. Saya pikir itu hanya akan menjadi sebuah gambar saja. Jadi saya menciptakan sebuah tengkorak dengan dua tulang manusia yang bersilang membentuk salib yang menandai agama yang kacau-balau dengan segala konfliknya, juga sebagai simbol untuk racun, lalu ada semboyan "hear-no-evil, see-no-evil, speak-no-evil" tersebut. Bagi saya, metafora itu ada dalam satu gambar tersebut. Seseorang bernama Peyton Tuttle menggambar versi awal dari Vic ini.

Saya masih ingat menelepon Alice Cooper sesudahnya dan berkata, "Hey, saya berpikir untuk membuat sebuah tato. Saya ingin membuat tato dari maskot saya ini dan juga tentang Billion Dollar Babies. Bagaimana menurut Anda?" Lalu ia berkata, "Tidak, saya akan membuat tato bergambar Anda sendiri." Alhasil, tidak ada tato Vic.

"Last Rites/Loved to Deth"

Killing Is My Business ... and Business Is Good! (1985)

"Loved to Deth" bercerita tentang seorang gadis yang saya kenal sesaat setelah saya pergi ke Hollywood, Diana, yang sangat baik kepada saya. Kami berkencan, dan ia mempunyai seorang teman yang menurut saya merupakan salah satu wanita paling cantik yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Saya mau mengencani wanita ini jadi ia akan membawa temannya juga, yang akhirnya mengencani bassist Megadeth, David Ellefson. Lucunya adalah, suatu malam di sebuah layar tancap, Ellefson dan saya berbicara di kamar mandi dan kami berkata, "Saya ingin bertukar pasangan kencan," dan kedua pasangan kami juga pergi ke kamar mandi dan mereka berkata, "Kami ingin bertukar pasangan kencan." Ketika kami kembali ke van, saya melihat Ellefson meraba kaki pasangan saya dan saya tidak menyadari bahwa ada sebuah rencana. Jadi saya hanya berkata, "Dasar bajingan." [tertawa] Lucu sekali. Awalnya itu mengganggu saya karena kami sedang menyetir pulang dan saya tidak tahu mereka telah bertukar pasangan. Namun segalanya berjalan dengan lancar.

Saya menciptakan lagu tentangnya karena saya tidak dapat memilikinya, dia ada di luar jangkauan saya saat pertama kali saya melihatnya. Itu seperti "laki-laki bertemu perempuan, perempuan tidak menyukai laki-laki itu, jadi si laki-laki membunuh si perempuan agar tidak ada yang dapat memilikinya". Sebenarnya, itu sedikit mengganggu. Sebuah kisah cinta klasik, jika Anda adalah seorang psikopat. Namun saya bukanlah [seorang psikopat]; itu hanya sekadar fantasi saja. Saya tidak pernah berpikir akan bertunangan dengannya, namun jika saja kami bersama untuk beberapa bulan lagi, kami akan menikah secara legal menurut hukum California. Hampir saja. Ia adalah gadis yang hebat, dan sekarang ia adalah seorang wanita hebat. Ia menginspirasi banyak lagu kami.

"Ride the Lightning"


Metallica, Ride the Lightning (1984)

Ada beberapa riff tertentu yang Anda dengar, dan Anda langsung tahu siapa sang penulis lagunya. Saya tidak berbicara tentang saat saya menciptakan lagunya. Jadi ada beberapa bagian dari "Ride the Lightning" dan "Leper Messiah" dan album pertama, segala hal tersebut, Anda dapat menyebutkan hal-hal kecil yang mirip dengan permainan gitar Megadeth karena Anda tahu ada banyak yang bisa dilakukan dengan satu alat musik. Menurut saya mereka benar-benar melakukan hal hebat.

Saya tidak menulis musik keseluruhan lagu "Ride the Lightning." Lars menulis intro-nya yang melodis, dan pada bagian selanjutnya saya, dan saya lagi, dan kemudian bagiannya, lalu kembali kepada tiga bagian saya selanjutnya dan pada titik itu ... Siapa yang menghitung skornya?

Saya sempat marah dengan mereka karena menggunakan lagu saya. Anda dapat terobsesi pada hal sampah seperti itu atau Anda dapat mengikhlaskannya saja, dan tidak ada yang dapat mengubahnya. Ini adalah dua band besar. Kami berteman. Hal-hal seperti ini terjadi. Sialan, saya bahkan memaafkan Ellefson setelah ia menuntut saya sebesar 18,5 juta dolar AS (sekitar 200 miliar), jadi tentu saya dapat memaafkan mereka karena menggunakan lagu saya. Sejujurnya, jika bukan karena itu, apa yang kami mulai– maksud saya K-A-M-I – Anda tahu, saya pikir mereka melakukan hal hebat. Saya benar-benar bangga pada mereka.

Saat kami meluncurkan album Killing tahun 1985, saya telah melupakan semuanya. Namun saya mempunyai banyak hal di pikiran saya dalam katalog yang tidak sempat saya tunjukkan kepada mereka. Kami berkembang di jalan yang cukup sederhana dengan Megadeth. Saya tidak dapat mengingat siapa yang mengatakan ini, namun seseorang yang sangat terkenal dan sangat pintar berkata, "Metallica itu seperti Ramones sebagaimana Megadeth seperti The Clash." Menurut saya itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah saya dengar. Saya melihat beberapa perbandingan lainnya seperti "Metallica adalah Iron Maiden sebagaimana Megadeth adalah Led Zeppelin" lalu saya berpikir, "Hey, itu adalah sebuah cara pandang yang bagus juga." Karena kami sedikit lebih berputar-putar.

"Mechanix"

Demo Metallica, Power Metal dan No Life 'Til Leather (1982) / Album Megadeth Killing Is My Business ... and Business Is Good! (1985)

Saya menulis "Mechanix" lama sebelum saya bergabung dengan Metallica. Saat saya di Metallica, kami tidak punya banyak lagu. ... Kami memainkan lagu Killing Joke, Sweet Savage dan banyak lagu Diamond Head, dan kami memainkan lagu ciptaan saya sendiri.

Liriknya tentang seorang petugas pom bensin yang cabul karena saya dulu pernah menjadi petugas pom bensin yang cabul. Saya adalah seorang remaja yang tinggal di Huntington Beach Harbor dan gadis-gadis datang ke pom bensin sambil menyetir mobil yang sangat mahal dengan sambil mengenakan bikini mereka. Astaga, yang benar saja? Dan itu era ketika ada pelayanan penuh di sana. Anda akan mencuci jendela dan mereka duduk dengan mengenakan bikininya, dan Anda dapat melihat saat mereka duduk di dalam mobilnya. Saya tidak berpikir bahwa mereka tidak suka hal itu. Jika mereka tidak suka, mereka akan menutupinya. Anda adalah anak remaja yang sedang puber yang menyenangi pekerjaannya dengan motor-motor dan senang melihat perempuan. Jadi itulah asal mula dari lagu tersebut.

"Mechanix" adalah sebuah lagu yang kami mainkan dan suatu hari saat saya datang ke latihan bersama Cliff Burton, Lars berkata, "Oh, sialan, man, kita harus mengubah bagian ini." Saya sedang mendengarkan Lynyrd Skynyrd di dalam mobil dengan Cliff dan saya berpikir, "OK, saya akan memainkan 'Sweet Home Alabama,' dia tidak akan tahu." Lalu ia berkata, "Wow, man, itu adalah bagian terbaiknya." Saya merespons dengan, "Oh Tuhan. Anda pasti sedang bercanda?" Jadi, "Mechanix" dengan "Sweet Home Alabama" pada bagian awalnya adalah apa yang sekarang kami kenal sebagai "The Four Horsemen."

James menulis ulang lirik untuk lagu itu dan juga untuk lagu "Jump in the Fire". Memang tidak banyak, namun ia sangat tidak menyukai konotasi seksual yang ada di lagu tersebut. Jadi ia menggantinya menjadi "lompat ke dalam lubang" di bagian yang harusnya "lompat ke dalam api," yang menurut saya lebih menggoda. Itu bisa berarti apa saja yang, yah, Anda tahulah... Sementara lubang hanya berarti satu hal saja.

Versi "Mechanix" yang saya rekam bersama Megadeth sudah pasti lebih cepat dari "The Four Horsemen". Sama sekali tidak mirip dengan apa yang kami lakukan dengan mereka, karena saat itu saya sudah terlanjur kesal.



Related

Most Viewed

  1. Grass Rock, Steven Jam, SATCF Siap Ramaikan RadioShow di Kota Malang
  2. 24 Kota Merayakan Record Store Day 2017 di Indonesia
  3. Alvin Eka Putra: Bermusik dengan Sikap Mental Positif
  4. Kelompok Penerbang Roket dan Mooner Dijadwalkan Tampil di Australia
  5. Unit Post-Punk Pendatang Baru Ibu Kota, Pelteras, Rilis Dua Lagu dalam Format Kaset

Editor's Pick

Add a Comment