14 Lagu Cinta Alternatif Indonesia

Lagu-lagu cinta dari sudut pandang tak biasa dan aransemen musik yang jauh dari umum

Oleh

Musik Indonesia tak pernah kekurangan lagu cinta. Efek Rumah Kaca pernah mengeluh soal keseragaman tema yang menjemukan ini lewat lagu "Cinta Melulu". Musik pop tersukses di Indonesia memang masih bergantung pada pembicaraan tentang cinta. Pembahasannya seputar hubungan antar kekasih atau kerinduan yang terdalam. Lagunya seringkali dibawakan secara lamban dan menyayat.

Karena lagu cinta ini cenderung seragam baik dari segi lirik maupun aransemen musik, maka tak heran bila publik gampang sekali jenuh dengan tema yang satu ini. Untungnya masih ada musikus-musikus yang berusaha menulis lagu cinta dari sudut pandang alternatif; membicarakan hubungan antar dua orang kekasih dengan cara tidak biasa. Musiknya pun variatif, tidak harus pop menye-menye tapi bisa juga rock alternatif atau bahkan new wave.

Rolling Stone Indonesia berusaha menyusun lagu-lagu cinta alternatif bagi para pencinta di luar sana yang menginginkan kesegaran. Sekaligus juga mencatat tentang pergeseran makna cinta yang dibuat oleh para musikus di dalamnya. Selain itu, daftar ini berusaha menunjukkan kalau masih ada banyak cara untuk membahas cinta.

Tentunya sebuah daftar tidak bisa selalu sempurna. Untuk menyusunnya, Rolling Stone Indonesia memilih lagu yang benar-benar berkesan. Dari segi musik, lirik, sampai dampak yang ditimbulkan dari lagu tersebut. Banyak lagu yang terpaksa dilewatkan karena berbagai alasan. Namun kami yakin lagu-lagu yang diurutkan berdasarkan alfabet nama band ini bisa menjadi patokan bagi siapapun yang membutuhkan lagu cinta alternatif dalam hidupnya.

The Adams - "Konservatif"

Listicle ini dibuka oleh salah satu lagu cinta alternatif Indonesia yang keberadaannya disinyalir mampu bertahan dari zaman ke zaman. Apa yang membuat "Konservatif" terasa nyaman untuk dinikmati--baik dalam format audio maupun live--adalah berkat permainan lugas gitaris Saleh Husein yang dapat menjalin harmoni dengan kesederhanaan suasana vokal dari Ario Hendarwan. "Konservatif" menjadi salah satu tembang akurat untuk kalian yang sedang berbunga-bunga menjalani hari dengan pasangan. "Siang lambat laun telah menjadi malam/Dan kini telah gelas ketiga, jam sembilan malam aku pulang." (Pramedya Nataprawira)

Clubeighties - "Gejolak Kawula Muda"

Lagu ini menjadi penanda, baik untuk kemunculan Clubeighties sendiri maupun jenis musik '80-an yang mengalami kebangkitan saat itu. Sebagai lagu cinta, "Gejolak Kawula Muda" berhasil menjadi alternatif pada akhir '90-an hingga awal 2000-an karena memberikan warna tersendiri. Klipnya pun ikonis, digambarkan dengan pertandingan bulutangkis '80-an yang diperankan sendiri oleh para personel band. Terlebih lagi, lagu ini juga pernah menjadi soundtrack sebuah sinetron berjudul Cinta SMU yang populer pada masanya. (Mohammad Zaki)

Efek Rumah Kaca - "Jatuh Cinta Itu Biasa Saja"

Cholil selalu punya sudut pandang berbeda dalam menulis lirik. Pada lagu "Jatuh Cinta Itu Biasa Saja", ia memaknai cinta secara sederhana. Bukan sesuatu yang harus dibesar-besarkan. Baginya cinta buta justru dapat menuntun pemiliknya tersesat ke dalam hati yang gelap. Mungkin inilah lagu cinta paling retrospektif dalam daftar. Sebuah lagu yang mengajak berpikir lagi tentang jatuh cinta. Dengan musik yang menyayat lambat, lagu ini merupakan alternatif bagi mereka yang memaknai cinta secara berbeda. (Ivan Makhsara)

Maliq N D'Essentials - "Himalaya"

Jika Arjuna harus mendaki gunung tertinggi pada "Arjuna" milik Dewa dan Chrisye menuliskan rasa cinta dengan lirik "Walau ke ujung dunia, pasti akan kunanti/Meski ke tujuh samudra, pasti ku kan menunggu" pada lagu "Untukku", maka Maliq & D"Essentials punya simbol hiperbola sendiri untuk ungkapan rasa cinta. Dengan "Himalaya", mereka meminjam puncak tertinggi di dunia dalam iringan tunggal keyboard Ilman beserta vokal Angga yang layaknya sedang bertutur kepada pasangannya. Lagu cinta sederhana dengan lirik hiperbola mengena. (Mohammad Zaki)

Melancholic Bitch - "Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa"

"Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa" dianggap sebagai salah satu karya terbaik yang dinyanyikan oleh penyanyi dan pianis Leilani Hermiasih atau lebih dikenal dengan nama Frau. Keindahan suaranya dalam menampilkan lagu ini bahkan mampu menenggelamkan fakta bahwa "Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa" sebetulnya merupakan lagu kepunyaan grup rock asal Yogyakarta, Melancholic Bitch. Versi asli lagu ini tidak hanya menawarkan sisi romantisme yang gelap, namun juga memuat dorongan tenaga musik rock pada setiap sudut lagu. Silakan pilih versi mana pun yang Anda suka. Karena sejatinya, nyawa dari "Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa" terdapat di dalam sajian vokal juga liriknya. (Pramedya Nataprawira)

Mocca - "Me & My Boyfriend"

Hits terbesar Mocca yang kemudian menjual album perdana My Diary sampai 100 ribu kopi; sebuah rekor bagi band independen. Video musiknya pun mendapatkan penghargaan dari MTV Indonesia saat itu. Daya tarik lagu ini memang kuat, mulai dari cara bernyanyi Arina yang seperti mendongeng sampai suasana indie pop dengan sentuhan kuat jazz yang manis. Tak heran lagu ini masih menjadi salah satu lagu terbaik Mocca dan sulit ditandingi bahkan oleh mereka sendiri. (Ivan Makhsara)

Monkey to Millionaire - "Strange is the Song in Our Conversation"

Perspektif kisah cinta yang unik digambarkan oleh lagu "Strange is the Song in Our Conversation" kepunyaan Monkey To Millionaire. Lagu ini mengisahkan tentang dua pasangan muda yang menghabiskan malam dengan perbincangan panjang lebar lewat saluran telepon. Liriknya catchy, dibalut aransemen yang upbeat. Lagu ini menjadi penutup pada album penuh pujian Lantai Merah (2009). (Pramedya Nataprawira)

Munchausen Trilemma - "If Loving You Is Heartbreaking"

Satu-satunya single dari trio asal Bandung ini hadir dengan paduan shoegaze dan rock alternatif. Gitar berlapis dan vokal dengan efek menambah kelam suasana lagu. Liriknya juga sedingin musiknya, "If loving you is heartbreaking, so be it/If loving you is one way street, I'll walk alone, I'll walk alone." Justru ketika lagu lain sibuk meratapi kehilangan kekasih atau cinta yang bertepuk sebelah tangan, mereka merangkul perasaan itu dan membiarkan saja. Jatuh cinta memang sakit, tapi sudah nikmati saja selagi ada. (Ivan Makhsara)

Naif - "Rumah Yang Yahud"

Naif adalah jagonya bikin lagu cinta; dan "Rumah Yang Yahud" adalah salah satu lagunya yang cukup underrated. Liriknya berbicara soal keinginan untuk membangun sebuah rumah. Rumah dalam lagu ini bisa berarti apa saja, bisa rumah secara fisik atau sebagai analogi dari hubungan percintaan. Tapi yang jelas, rumah satu ini adalah tempat di mana "Tak ada rahasia yang tak pernah terbuka" dan tentunya "Tak ada yang dapat menyusup masuk ke dalam". Sebuah pernyataan cinta yang kuat dan bisa dibilang sedikit naif. Penulisan liriknya memang terkesan sederhana namun inilah kekuatan David yang kemudian dapat didengar pada album-album Naif berikutnya. (Ivan Makhsara)

Pure Saturday - "Desire"

Lagu ini termasuk dalam beberapa lagu pertama yang diciptakan Pure Saturday. Tercantum pada album perdana bertajuk sama dengan nama band rilisan tahun 1996, lagu ini diciptakan vokalis sekaligus gitaris Suar--kini sudah tidak tercatat sebagai personel--saat dirinya benar-benar dalam kondisi jatuh cinta. Liriknya menjelaskan ungkapan kekaguman pada seorang perempuan yang dalam lagu disimbolkan dengan sebutan "my desire". Selain lirik, melodi dari eks-gitaris Adhi yang khas di sepanjang lagu, berharmonisasi dengan permainan gitar Arief, membuat lagu ini layak menjadi anthem menyenangkan sekaligus romantis untuk pasangan yang gemar bergandengan tangan di pentas musik. (Mohammad Zaki)

Salvatore Mamadou - "Mighty Love"

Pertama kali muncul dalam soundtrack film Janji Joni dan kemudian hadir pula pada album Zeke and the Popo bertajuk Space in the Headlines. Lagu indie rock dengan sentuhan doo-wop lewat lantunan penyanyi latar ini memikat secara mudah lewat ritme dan melodi vokal yang sedap dicerna. Meski terdengar ceria, liriknya sendiri bercerita tentang perasaan cinta yang gila dan membingungkan. "Oh please somebody/Connect me back into reality," nyanyi Zeke lirih. Sesuai judulnya, cinta memang punya kuasa penuh akan tubuh dan juga pikiran. (Ivan Makhsara)

Sore - "Karolina"

Tak perlu banyak pertimbangan dalam menunjuk "Karolina" sebagai lagu cinta alternatif dari kolektif Sore. Di antara lagu-lagu cinta Sore yang kebanyakan berlirik gelap, "Karolina" malah terang-terangan berisi ungkapan cinta, bahkan dalam penyampaian yang cukup menggebu. Romantis, intim, dan berapi-api. Semacam lagu pengantar bercinta yang syahdu. Pilihan nada minor, intro megah, dan suara keyboard Mondo yang berlapis-lapis makin menambah daya romansa pada lagu ini. (Mohammad Zaki)

Tulus - "Sepatu"

"Sepatu" adalah lagu cinta alternatif terkini untuk menggambarkan kisah kasih tak sampai. Alternatif di sini merujuk pada metafora lirik yang dituliskan oleh Tulus. Liriknya terasa berbeda dan pas; metafora "Sepatu" sepertinya tak disadari banyak orang sebelumnya. Musiknya sendiri menimbulkan perasaan campur aduk sejak awal. Intro pembuka nan manis lekas disambut dengan alunan seksi alat musik gesek bernada murung tepat sebelum Tulus masuk menyanyikan bait pertama. Deretan chord minor, barisan lirik cenderung sedih, namun dibumbui iringan seksi alat musik gesek bernuansa optimis makin membuat 'rasa' lagu ini makin tak menentu. Pada akhirnya lirik "Cinta memang banyak bentuknya/Mungkin tak semua bisa bersatu" menutup lagu ini dengan ironi yang tepat kadar. (Mohammad Zaki)

The Upstairs - "Matraman"

"Matraman" menceritakan sebuah perjuangan seseorang untuk menggapai tambatan hatinya, yang digambarkan dengan suasana dan situasi kota Jakarta. Dimulai dari "demi trotoar jalan dan debu yang berterbangan" hingga "demi jembatan layang meluncur dari Pramuka", semua itu dilakukan siang malam untuk memberikan hadiah spesial kepada sang pujaan. Namun jarak pada akhirnya harus menjadi jurang pemisah: "Kan ku persembahkan sekuntum mawar/Aku di Matraman, kau di Kota Kembang". Salah satu lirik lagu paling menarik dari seorang Jimi Multhazam, diambil dari kisah nyata seorang kerabatnya. (Pramedya Nataprawira)



Most Viewed

  1. Iko Uwais Melawan Alien di Candi Prambanan dalam Trailer 'Beyond Skyline'
  2. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik
  3. We The Fest 2017 (Hari ke-3)
  4. Kahitna, Slank, hingga Superman Is Dead Siap Ramaikan Synchronize Fest 2017
  5. Lagu "Rock Da Mic" dari Shaggydog Digubah Ulang Menjadi Empat Versi Berbeda

Editor's Pick

Add a Comment