Live Review : Bryan Adams

Oleh
Bryan Adams. Farrah Fathya

Pentas musisi rock balada Kanada di Jakarta berlangsung meriah

Lelaki Kanada berusia 57 tahun itu akhirnya muncul juga setelah layar latar di atas panggung bergambar dirinya dengan wajah dibekap oleh seorang wanita, bergerak lepas dan maju ke depan, menampakkan ekspresi bebas sambil mengejek menjulurkan lidah.

Dia muncul dari sisi kanan panggung, mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih rapi namun masih asyik dengan bawahan denim dan pantofel hitam, bersama dengan keempat anggota band turnya yang sudah setia bersama sejak tahun 2002.

Sambil menenteng gitar Gibson ES – 295 kesayangannya, tanpa basa-basi Bryan Guy Adams langsung memulai Get Up Tour Jakarta dengan lagu "Do What You Gotta Do."

Bryan Adams sudah ditunggu oleh lebih dari 2000 orang penonton di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place sejak gerbang dibuka pukul 18.00 WIB. Kebanyakan dari mereka berusia paruh baya dan berpakaian formal layaknya orang pulang kerja. Dari penonton itu tak sedikit pekerja ekspatriat yang tampak berlalu-lalang.

Adalah promotor Live Nation Indonesia yang kali ini sukses membawa Bryan kembali ke Tanah Air. Sebelumnya, seperti diakui Bryan di atas panggung, dirinya pernah mengadakan konser di Jakarta pada 1994.

"Saya senang akhirnya datang kembali ke sini setelah menempuh jarak bermil-mil jauhnya. Masih ingat dengan kedatangan pertama saya tahun 1994 silam?" sapa Bryan pada penonton setelah membawakan lagu keempat, "Run To You", nomor lawas yang turut menjadi hits di album Reckless (1984)

Namun nampaknya ingatan Bryan sedikit meleset. Berdasarkan data yang dihimpun Rolling Stone, kunjungan pertama pelantun "Heaven" ini ke Jakarta terjadi pada 29 Desember 1993. Dia tampil di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC) membawakan tujuh belas lagu sepanjang 90 menit.

Setelah "gagal" mengingatkan penonton atas kunjungan pertamanya, Bryan lantas mengajak penonton untuk berdiri, maju ke depan, dan bersuka cita bersama. Sekadar informasi, tempat duduk para penonton terbagi atas empat kelas : Platinum, Diamond, Gold, dan Silver.

"C"mon, jangan duduk menikmati pertunjukan musik rock. Kalian yang di belakang, ayo maju! Panitia, tolong buka sekatnya," seru Bryan seraya meminta promotor membuka pembatas antara kelas Silver dan Gold.

Sayangnya usaha Bryan untuk membuat pertunjukan malam itu jadi lebih seru lagi-lagi gagal. Promotor tak mengabulkan permintaan sang artis dan para penonton "berkelas" ini pun sepertinya enggan merangsek pembatas untuk ikut berjoget dan bernyanyi ke depan. Hanya penonton kelas Gold yang bisa maju ke depan hingga kelas Diamond dan Platinum, karena memang tak dibatasi sekat.

Meski gagal, Bryan pun tetap melanjutkan konser, mengganjar penonton dengan lagu-lagu dari album Reckless seperti "Heaven", "Kids Wanna Rock", sampai "Its Only Love" yang ketika itu tak dibawakannya dengan partner duet.

Judul pertunjukan malam itu memang Get Up Tour, tapi Bryan paham betul bagaimana cara memanjakan penonton. Pemilik empat belas album ini tidak serta-merta mengisi setlist dengan lagu-lagu dari album Get Up (2015) saja.

Bryan mengerti bahwa ribuan pasang mata malam itu datang untuk berkaraoke bersama, menyanyikan lagu-lagu hitsnya. Cerdasnya, dia dan band seperti menyebar lagu-lagu hits itu dalam pertunjukan selama dua jam penuh.

Sesekali di tengah membawakan lagu-lagu hitsnya, Bryan menyelipkan lagu-lagu baru dari album Get Up, lengkap dengan video musik yang ditayangkan di LCD besar di belakang panggung. Alhasil, meski sedang membawakan lagu baru, antusiasme penonton tetap terjaga dan mereka terus bergoyang.

Selain menebar lagu-lagu hits, sang penyanyi balada cinta ini juga berusaha adil membawakan lagu-lagunya dengan tidak menampilkan full-band. Sesekali, seperti pada lagu "Here I Am", "Let"s Make A Night To Remember" yang dibawakan karena permintaan penonton, dan "When You"re Gone", Bryan membawakannya secara akustik dan seorang diri.

Alur konser ini sebenarnya hampir saja berjalan dengan anti-klimaks. Pasalnya lagu-lagu hits Bryan tuntas dibawakan semua sampai sesi encore berjalan. "Summer of "69", "Here I Am", "Have You Ever Really Love A Woman?", "Somebody", "18 Till I Die", sampai "Please Forgive Me" selesai dibawakan.

"Ada satu lagi yang belum dibawakan, "All For Love"," ujar salah satu penonton di bangku gold. Benar saja, sesi encore yang menyisakan Bryan sendirian dengan formasi akustik, ditutup dengan lagu "All For Love".

Lagu yang versi aslinya dibawakan juga dengan Rod Steward dan Sting ini akhirnya menutup Get Up Tour Jakarta dengan perasaan sukacita, setelah berkaraoke massal bersama di 25 lagu lebih malam itu.

Editor's Pick

Add a Comment