Film 'The Mirror Never Lies' Dirilis dalam Format Paket Buku dan DVD

Agar penonton bisa membaca proses, perspektif, dan sinema secara urut

Oleh
Salah satu adegan dalam film 'The Mirror Never Lies' SET Film

Kamila Andini selaku sutradara film The Mirror Never Lies berkeputusan merilis buku dan DVD tentang pembuatan dan apresiasi film tersebut. Paket berjudul Laut Bercermin (The Mirror Never Lies) – Sebuah Catatan dan Tafsir Film ini sudah bisa dipesan mulai sekarang.

The Mirror Never Lies sendiri merupakan film panjang perdana Kamila Andini yang diputar pada 2011. Sejak itu, The Mirror Never Lies melakukan perjalanan ke lebih dari empat puluh festival film mancanegara dan menerima lebih dari lima belas penghargaan dalam dan luar negeri.

Laut Bercermin (The Mirror Never Lies) – Sebuah Catatan dan Tafsir Film bisa dirilis berkat kerja sama dengan Rumah Sinema. Menurut rilis pers, Kamila menyusun buku dan DVD agar para penonton bisa membaca proses, perspektif, dan sinema secara urut.

Di dalam buku tersebut, Kamila Andini sebagai pembuat film bercerita tentang seluruh tahapan produksi, catatan kreatif, sampai distribusi dan resensi film.

Selain itu ada juga kajian yang ditulis oleh beberapa penulis yang membaca film ini dari beragam fokus dan sudut pandang, baik itu sebagai film lingkungan, film anak, maupun film perempuan. Ada juga penulis yang membahas muatan lokal dan unsur estetika dalam film itu. Penulis yang terlibat antara lain adalah Yvonne Michalik, IGAK Satrya Wibawa, Irham Nur Anshari, Wisnu Wijayanto Anwar, Prima Rusdi, Indah Wanendra, dan Novi Kurnia.

Pembelian dan pemesanan buku sudah bisa dilakukan dengan mengirim surat elektronik bersubjek BUKU TMNL ke alamat treewaterproductions@gmail.com. Harga paket tersebut dipatok Rp 150 ribu, belum termasuk ongkos kirim dari Jakarta atau Yogyakarta. Format pemesanan adalah nama lengkap, telepon, alamat lengkap (dengan kode pos), dan jumlah buku.

The Mirror Never Lies bercerita tentang Pakis (Gita Novalista), seorang anak gadis Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Ia tinggal bersama ibunya, Tayung (Atiqah Hasiholan), yang harus menghidupi keluarga setelah suaminya hilang di lautan. Pakis masih ingin mencari ayahnya dengan berbagai cara hingga suatu hari seorang pemuda bernama Tudo (Reza Rahadian) datang ke daerah tersebut. Interaksi ketiganya dan persepsi masing-masing tentang laut menjadi bahan diskusi film ini.

Film yang diproduseri Garin Nugroho dan Nadine Chandrawinata ini memenangkan dua Piala Citra untuk kategori Naskah Asli Terbaik dan Tata Musik Terbaik pada tahun 2011. Kamila Andini juga meraih penghargaan Bright Young Talent Award dalam Mumbai Film Festival 2011. (rn)

Editor's Pick

Add a Comment