Bruce Springsteen Mengecam Donald Trump: “Amerika adalah Negara Imigran”

Saat tampil di Australia, ia mengkritik kebijakan presiden terkait ‘pencekalan muslim’

Oleh


Saat konser di Australia, Bruce Springsteen mengecam Presiden Donald Trump atas kebijakan "pencekalan muslim" yang juga disuarakan oleh kemarahan ribuan pengunjuk rasa. Legenda rock tersebut memainkan lagu rilisan 2006 "American Land" yang ia juluki "lagu imigran" dengan seruan kesetaraan.

"Malam ini, kami ingin mendukung suara ribuan orang Amerika yang memprotes di bandara sekitar negara kami soal pencekalan muslim dan penahanan warga asing serta pengungsi," ujarnya sambil diiringi sorak sorai penonton. "Amerika adalah negara imigran, dan kami menemukan kebijakan ini anti-demokrasi dan secara mendasar bukan Amerika."

Trump menandatangani kebijakan eksekutif pada Jumat lalu, menahan imigrasi dari tujuh negara dengan populasi mayoritas muslim. Kebijakan tersebut mencegah semua pengungsi untuk masuk ke Amerika selama 120 hari dan memberikan prioritas bagi umat Kristiani yang teraniaya untuk melarikan diri.

Springsteen terkenal melalui berbagai pernyataan pedasnya terhadap Trump sejak masa kampanye presiden. "Umumnya, republik diisi oleh orang tolol," ujar musisi tersebut kepada Rolling Stone. "Semuanya menjadi tragis. Tanpa melebih-lebihkan, ini tragedi bagi demokrasi kita." Selama pemberhentiannya saat tur Australia, Springsteen sempat merayakan Women"s March yang bersejarah itu dengan menyebut gerakan yang diikuti ratusan ribu pengunjuk rasa di seluruh dunia itu sebagai "Perlawanan Amerika Baru". (rb/wnz)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Narasi Musik Metal Indonesia di Kancah Dunia
  3. Killing Me Inside Kolaborasi dengan Aiu eks-Garasi, Rilis Single Baru “Fractured”
  4. 10 Film Indonesia Terbaik 2016
  5. Saksikan Foo Fighters Memainkan Lagu Baru, "Lah Di Da"

Add a Comment