Kisah Asmara 'Galih & Ratna' Versi Baru Mulai Tayang 9 Maret

Pembaruan dari film romansa klasik ‘Gita Cinta dari SMA’ rilisan tahun 1979

Oleh
Para pemeran serta kru 'Galih & Ratna'. Farrah Fathya

Film Galih & Ratna akan diputar serentak di bioskop-bioskop tanah air mulai 9 Maret nanti. Film ini merupakan pembaruan film romansa klasik Gita Cinta dari SMA yang dirilis 1979 silam; judulnya pun diambil dari nama dua tokoh utama film pendahulunya. Film Gita Cinta dari SMA sendiri merupakan adaptasi novel berjudul sama buatan Eddy D. Iskandar.

Galih & Ratna dibintangi aktor pendatang baru Refal Hady sebagai Galih serta penyanyi dan pencipta lagu Sheryl Sheinafia sebagai Ratna. Pada Gita Cinta dari SMA, dua tokoh ini diperankan oleh Rano Karno dan Yessy Gusman.

"Ide awalnya muncul saat kami ngobrol-ngobrol bareng. Kami merasa tidak ada film fenomenal lagi sejak kisah Galih dan Ratna pada Gita Cinta dari SMA. Tiba-tiba spontan saja bilang, "Kita remake Gita Cinta dari SMA saja yuk." Namun ternyata sudah ada Pak Joseph (Tarigan, eksekutif produser) yang sudah duluan mau bikin juga. Akhirnya kami memutuskan kolaborasi untuk bikin film ini," ujar Ninin Musa selaku produser Galih & Ratna saat jumpa pers di Rolling Stone Cafe, Ampera, Jakarta pada Rabu (25/1).

"Kami ingin film ini bisa seperti film pendahulunya yang menjadi fenomenal, seperti bagaimana kita bisa terus ingat Rano Karno dengan kumisnya dan Yessy Gusman dengan rambut keritingnya. Kami berusaha membuatGalih & Ratna mirip seperti yang dulu dengan mengambil beberapa lokasi di Bogor," tambahnya.

Selain Ninin Musa dan Joseph Tarigan, jumpa pers juga dihadiri beberapa kru di balik layar, seperti sutradara Lucky Kuswandi dan produser Sendi Sugiharto. Para pemeran pun ada di sana, yaitu Sheryl Sheinafia (Ratna), Refal Hady (Galih), Ayu Dyah Pasha (Mirna, ibu dari Galih), Joko Anwar (Pak Dedi, wali kelas), Agra Piliang (Anto), Anneqe Bunglon (Lisa), Anggis Dinda (Siska), dan Stella Lee (Erlin).

Galih & Ratna bercerita tentang kisah asmara Galih dan Ratna yang dimulai sejak pertemuan pertama mereka di lapangan belakang sekolah. Awalnya Ratna melihat Galih sedang mendengarkan lagu melalui walkman. Galih pun membiarkan Ratna ikut mendengarkan lagu dari mixtape pemberian ayahnya. Kemudian mereka saling menatap dengan alunan-alunan lagu yang mengandung lirik: "Bersama dirimu terbebas dari nestapa..."

"Terus terang, awalnya aku deg-degan sebelum bilang "iya" saat ditawari ikut terlibat dalam film ini karena aku nggak mau merusak memori dari film Gita Cinta dari SMA. Tapi akhirnya kami ngobrol bareng, ketemu juga dengan Eddy D. Iskandar. Ternyata dari Eddy sendiri tidak ingin filmnya dibuat sama persis mengikuti jalan cerita Gita Cinta dari SMA," ujar Lucky Kuswandi saat menceritakan perbedaan kisah asmara Galih dan Ratna dalam filmnya dengan Gita Cinta dari SMA.

Ia menambahkan, "Sebenarnya secara plot cerita berbeda, tetapi kami mengambil esensi spirit yang sama, yaitu tentang connection, tentang dua orang yang punya mimpi, tapi mimpinya kemudian terhalang tuntutan society. Itu yang masih sama. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana kami bisa kasih sesuatu yang baru tapi masih memiliki semangat sama."

"'Gita Cinta' itu kan judul lagu ya, jadi aku merasa bahwa musik adalah elemen yang penting dalam film ini. Apalagi kita semua tahu soundtrack-nya. Dari situ aku memasukkan simbol musik lewat bentuk fisik dalam film ini, yaitu kaset," ujar Lucky saat menjelaskan elemen musik dalam Galih & Ratna.

Saat jumpa pers tersebut, pihak pembuat film juga secara resmi merilis poster dan trailer terbaru film Galih & Ratna. (rn)

Editor's Pick

Add a Comment