7 Hal yang Anda Ketahui Setelah Nongkrong Bareng Emma Stone

Bintang 'La La Land' bercerita tentang film musikal, serangan kecemasan dan beradu akting dengan Joaquin Phoenix

Oleh
Emma Stone di 'La La Land'.

Beberapa waktu yang lalu Emma Stone keluar sebagai pemenang kategori aktris film terbaik (komedi atau musikal) di Golden Globe berkat perannya dalam film komedi-musikal, La La Land. Kontributor Rolling Stone Jonah Weiner mendapat kesempatan menghabiskan waktu dengan Emma Stone selama beberapa hari. Berikut hal-hal menarik tentang Emma Stone:

Film La La Land membuatnya bergerak lebih leluasa dibandingkan dengan film-film sebelumnya
"Saya tidak ingin Emma menghindari sesuatu yang masih mentah dan rentan, dan salah satu kenikmatan terbesar membuat film ini adalah melihatnya pergi ke suatu tempat yang lebih dalam dan gelap dari sebelumnya. Musikal merupakan genre dimana kamu harus benar-benar bersedia terbalik, jatuh, dan tersandung –kamu tidak bisa pergi kesana dengan terlalu banyak perlindungan. Apa yang menakutkan dari genre ini adalah apa yang menyenangkan, yang memaksamu untuk menggunakan hati untuk menggerakan lengan," jelas Damien Chazelle berharap Emma Stone mengerahkan kemampuannya dalam film musikal La La Land.

"Aku sering memikirkan ini setiap waktu, tentang membangun karakter Mia. Damien akan menulis, dan menulis ulang, kemudian aku membacanya dan menghubunginya jam enam pagi. "Aku akan memerankannya, kita harus mengganti ini," lalu kita akan menambahkan dan menulisnya lagi," ungkap Stone saat proses membangun karakter Mia dengan Chazelle.

Dia hanya memiliki 10 kali kesempatan untuk menyelesaikan satu adegan menari
Salah satu adegan duet menari di Griffith Park dengan satu shot panjang, Stone dan Gosling berusaha keras satu sama lain. "Kami memiliki waktu dua hari untuk mengambil gambarnya. Sebelumnya kami sudah berlatih sekitar empat bulan, tetapi ini perlu keajaiban. Kami hanya memiliki lima kali take setiap harinya sebelum cahaya menghilang. Itulah tekanannnya," kata Stone. Ia juga mengatakan jika ia dan Gosling gagal sekali maka kesempatannya tinggal sembilan.

Sejak kecil Emma Stone sering berlebihan mengkhawatirkan sesuatu
"Ketika aku berusia tujuh tahun, aku yakin akan terjadi kebakaran di rumah. Aku bisa merasakannya. Ini bukan halusinasi karena ini menyesakkan dada sampai aku merasa tidak bisa bernafas, seperti dunia akan segera berakhir. Begitulah kejadiannya aku tetap merasa khawatir," ungkap Stone menceritakan masa kecilnya. Ia juga mengatakan bahwa orang tuanya pernah membawanya ada ahli terapi dan hal itu cukup membantu, begitu juga dengan bermain peran merupakan salah satu cara melawan kekhawatiran.

Jonah Hill mengatakan bahwa Stone adalah orang yang merakyat
Jonah Hill yang pernah beradu peran dengan Leonardo DiCaprio dan Brad Pitt mengatakan bahwa Emma Stone merupakan salah satu aktris terbaik yang pernah bekerja sama dengannya. Hill menambahkan, "Ketika ia diminta memerankan seseorang yang cantik dan menarik, dia tidak perlu mencarinya dalam diri orang lain, itulah Emma –dia salah satu yang terbaik di dunia, dan dia tidak pernah membuat orang merasa kurang darinya."

Selama menjadi aktris, pengalaman yang paling diingatnya adalah saat beradu akting dengan Joaquin Phoenix
Saat produksi film Irrational Man karya Woody Allen bersama Phoenix, Stone bercerita, "Aku merasa seperti seseorang yang belum pernah melewatinya, itu adalah kegagalan yang menyedihkan –Joaquin sering mengubah arahnya. Dia sering kali mengambil keputusan yang berbeda dalam satu adegan, dan kamu tidak tahu kemana dia akan mengarah. Kamu harus siap dan mengukutinya."

Dia dan Jennifer Lawrence suka menonton film komedi '90-an yang dibintangi Bette Midler
Teman-teman sepermainan Stone termasuk aktris Martha MacIsaac – berperan sebagai sahabat Stone dan yang membuat Michael Cera tergila-gila dalam film Superbad, Sugar Lyn Beard, dan Jennifer Lawrence. "Kami pergi bersama-sama, kami nongkrong bersama di rumah satu sama lain, menonton hal-hal gila,"kata Stone. Ia juga menambahkan, bulan lalu ia sempat mampir ke rumah Jen dan menonton Hocus Pocus.

Dia memakai pin pendukung Hillary Clinton
"Ini sangat sulit untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, atau apa yang akan dilakukan," ujar Stone. "Ini menakutkan untuk tidak mengetahuinya. Namun aku tidak bisa berhenti memikirkan orang yang mudah diabaikan dan dicampakkan –terpinggirkan lebih dari mereka yang pernah merasakannya selama ratusan tahun– dan bagaimana planet ini akan mati tanpa bantuan kita. Hal itu banyak berdatangan." (rb/wnz)



Related

Most Viewed

  1. Grass Rock, Steven Jam, SATCF Siap Ramaikan RadioShow di Kota Malang
  2. 24 Kota Merayakan Record Store Day 2017 di Indonesia
  3. Alvin Eka Putra: Bermusik dengan Sikap Mental Positif
  4. Unit Post-Punk Pendatang Baru Ibu Kota, Pelteras, Rilis Dua Lagu dalam Format Kaset
  5. Mr. Big Kembali Merekam Album Terbaru

Editor's Pick

Add a Comment