Bahkan Musisi Pro-Donald Trump Tidak Ingin Tampil di Pelantikannya

Takut menjadi bulan-bulanan media, para musisi menjauh dari pelantikan sang presiden, menurut para manajer musik

Oleh
Donald Trump. Michael Vadon

Berminggu-minggu sebelum pelantikan presiden terpilih Donald Trump, pembicaraan tentang kepastian bintang tamu sudah menjadi perdebatan. Presiden terpilih ini menimbang-nimbang tentang kegagalan (di Twitter, tentunya), dengan gayanya yang tiada bandingannya bahwa ia tidak butuh "selebriti kelas atas". "Saya menginginkan RAKYAT yang datang!" katanya dalam cuitannya. Namun menurut para manajer musik terkenal, tim Trump sedang bergegas untuk memastikan musisi-musisi papan atas dan orang terkenal akan datang ke acara tersebut.

"Kami menerima telepon-telepon yang terdengar putus asa: 'Apakah ada yang mau tampil?'" kata Ken Levitan, seorang manajer musik terkenal yang mewakili artis liberal dan konservatif seperti Kings of Leon, Hank Williams Jr., Lynyrd Skynyrd dan Emmylou Harris. "Pada titik ini, kami belum menemukan seseorang yang ingin tampil dalam acara pelantikan."

"Bahkan jika Anda adalah pendukung Trump, Anda harus melihat bagaimana caranya mempermainkan media [dan] publik, bagaimana ia menyerang dan memutarbalikkan hal-hal. Saya berpikir mungkin ada ketakutan untuk berbicara dan bekerja dengannya," Levitan melanjutkan. "Saya kenal beberapa [artis] yang sangat konservatif yang tidak ingin tampil dalam acara itu. ... [Mereka] hanya tidak mau menjadi bulan-bulanan — dalam hal ini, oleh media, dan biasanya bukan dalam artian yang bagus."

Elton John, Garth Brooks dan Celine Dion dikabarkan telah menolak tawaran tersebut. Penyanyi opera Italia Andrea Bocelli diduga telah ditolak oleh Trump sendiri, menurut ketua panitia pelantikan Thomas J. Barrack, Jr. Baru-baru ini, The Beach Boys, yang sebelumnya telah tampil untuk acara-acara Presiden Reagan, Clinton dan George H.W. Bush, mengatakan bahwa mereka mempertimbangkan undangan untuk tampil dalam acara pelantikan, menurut perwakilan band tersebut. Sejauh ini, para penampil yang sudah dikonfirmasi adalah The Mormon Tabernacle Choir, The Radio City Rockettes dan penyanyi berusia 16 tahun Jackie Evancho.

"Mereka ingin menjadi keren dan terkini, namun masalahnya adalah mereka tidak [keren dan terkini], dan tidak akan ada yang ingin terlibat dalam sandiwara tersebut," kata Simon Renshaw, seorang penentang Trump yang menjadi manajer band liberal, Dixie Chicks. "Hal-hal yang bisa mereka dapatkan, mereka melihatnya dan berkata, 'Kami akan memiliki Ted Nugent dan Kid Rock — ya Tuhan, itu bahkan tidak akan terlihat sebagai sebuah pelantikan, melainkan sebuah keributan kelas pekerja kulit putih di sebuah bar.'"

Nugent dan Rock, yang dua-duanya mendukung Trump saat kampanye pemilihan, adalah penampil yang dikabarkan akan tampil di acara pelantikan, namun manajer Rock tidak mau berkomentar dan perwakilan Nugent tidak menjawab telepon dan surel. Musisi pro-Trump lainnya, termasuk Gene Simmons "KISS" dan legenda country Loretta Lynn, juga tidak merespons. Lee Greenwood, yang telah menyanyikan lagu terkenalnya "God Bless the USA" di atas panggung dengan lima presiden, mengalihkan pembicaraan dalam sebuah percakapan singkat di telepon: "Informasi yang Anda minta tentang saya yang akan hadir di pelantikan Trump masih belum dapat dikonfirmasi," katanya. "Saya yakin kita akan tahu secepatnya."

Beberapa artis yang lebih kecil, setengah-bercanda, mengusulkan mereka akan tampil asalkan bayarannya sesuai. Matt Healy, vokalis band rock The 1975, memberitahu BBC: "Saya akan melakukannya jika mereka membayar kami di muka. ... Apa yang saya inginkan? Well, ia mempunyai sabuk pengaman emas di pesawatnya— jadi, ya, setidaknya satu juta poundsterling (sekitar Rp 16 miliar)." Lainnya mencoba untuk menarik undangan demi mendapatkan pernyataan politik. Dalam sebuah pernyataan kepada Rolling Stone, mantan vokalis Sam and Dave, Sam Moore, yang muncul di pesta dansa Obama pada 2009 mengatakan ia akan tampil jika dapat menjelaskan pada Trump bahwa para artis membutuhkan tarif royalti radio yang lebih adil. "Jika saya dapat membuatnya mendengarkan saya, akan menjadi setimpal dengan apa yang akan saya dapat karena setuju untuk tampil," kata Moore.

Banyak sumber bisnis musik terkenal yang membantah laporan bahwa pemerintahan Trump menawarkan pangkat duta besar untuk penampil acara pelantikan yang berpotensi atau perwakilan mereka.

Perwakilan dari pelantikan presiden terpilih ini tidak menjawab permintaan untuk berkomentar, meskipun Charles Koppelman, seorang veteran eksekutif rekaman yang mengelola musik Prince, membela pemerintahan yang mendatang. "Saya pikir tidak akan sulit sama sekali untuk mendapatkan penampil," kata pendukung Trump tersebut. "Ketika sang presiden memanggil, biasanya Anda akan muncul."

"Pada akhirnya, hampir 50 persen warga negara Amerika memilih pria itu. Saya punya nama-nama artis yang pro-Trump — belum ada dari mereka yang ditelepon," kata Allen Kovac, manajer Motley Crue, dengan Vince Neil, sang vokalis, yang "tidak diundang" untuk tampil. "Musisi cenderung untuk lebih liberal daripada orang-orang lain — jika Anda berkulit hitam, atau seorang wanita, atau seorang Hispanik, Anda mungkin mempunyai sebuah sudut pandang yang membuat Anda tidak nyaman [setelah] perdebatan untuk menjadi presiden." (fra/wnz)

Mengulangi bosnya, penasihat Trump Boris Epshteyn berkata bahwa pelantikan itu adalah "tentang rakyat."

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Narasi Musik Metal Indonesia di Kancah Dunia
  3. Killing Me Inside Kolaborasi dengan Aiu eks-Garasi, Rilis Single Baru “Fractured”
  4. 10 Film Indonesia Terbaik 2016
  5. Saksikan Foo Fighters Memainkan Lagu Baru, "Lah Di Da"

Add a Comment