Carrie Fisher, Putri Leia 'Star Wars' Wafat di Usia ke-60

Aktris, penulis buku, dan penulis naskah film ini tutup usia karena menderita serangan jantung

Oleh
Carrie Fisher saat menjadi juri Festival Film Venice 2013. Riccardo Ghilardi

Carrie Fisher, aktris ikonik pemeran Princess Leia dalam serial Star Wars dikabarkan wafat pada Selasa (27/12) lalu akibat serangan jantung sejak minggu lalu. Carrie meninggal dunia di usia 60 tahun.

"Dengan rasa dukacita yang sangat mendalam, Billie Lourd mengonfirmasi bahwa ibunda tercintanya, Carrie Fisher telah meninggal dunia pada 8:55 pagi ini (27/12)," ungkap Simon Hallls, juru bicara untuk keluarga Fisher saat berbicara kepada People.

"Terima kasih kepada semua yang telah menerima dengan ikhlas karunia dan bakat putri saya ," tulis ibunda Fisher, aktris Debbie Reynolds dalam akun Facebook.

"Saya sangat berterima kasih atas doa dan ucapan belasungkawa kalian yang mengiringinya ke tempat peristirahatan terakhir," tambahnya.

Fisher diberitakan menderita serangan jantung pada minggu lalu tepat saat penerbangannya ke Los Angeles, AS, 15 menit sebelum pesawat mendarat. Praktis, tim medis langsung menanganinya di pesawat dengan menggunakan CPR (Cardiopulmary Resuscitation) pada sang aktris, hingga akhirnya tim paramedis datang dan membawanya ke Pusat Kesehatan UCLA, dimana ia dirawat dalam sebuah ventilator.

"Carrie dan saya telah berteman di sebagian besar masa dewasa kami," ujar kreator Star Wars, George Lucas melalui sebuah pernyataan.

"Dia adalah orang yang begitu cerdas, aktris yang berbakat, penulis dan komedian yang memiliki kepribadian sangat berwarna, yang dicintai semua orang. Di Star Wars, dia adalah putri yang hebat dan kuat – berani, bijak, dan penuh harapan memerankan peran yang lebih sulit dari kebanyakan orang mungkin pikirkan. Hati dan doaku selalu tertuju pada Billie, Debbie dan semua keluarga Carrie. Dia akan dirindukan oleh semua orang," jelas Lucas.

"Carrie tak tergantikan, dia cemerlang, dan apa adanya," tambah Harrison Ford, pemeran Han Solo saat bersama Fisher.

"(Dia orang yang) lucu sekaligus berani secara emosi. Dia menjalani hidupnya dengan berani. Pikiran saya kini tertuju pada putrinya, Billie, ibunya, Debbie, abangnya, Todd, dan banyak teman-temannya. Kita semua akan merindukannya."

"Saya turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya Carrie," tulis lawan bermain Fisher dalam Empire Strikes Back dan Return of the Jedi, Billy Dee Williams. "Dia adalah seorang kawan yang sangat saya hormati dan kagumi. Force sedang kelam-kelamnya hari ini!"

Sementara Mark Hamill, yang memerankan Luke Skywalker dalam trilogi tersebut, menulis sebuah tweet singkat, namun dengan pesan yang sangat pedih.

"tak ada kata-kata #hancur"

Putri dari Debbie Reynolds dan penyanyi Eddie Fisher ini dulu mengawali karier aktingnya di Broadway sebagai seorang remaja dalam pementasan sandiwara Irene, yang dibintangi oleh sang Ibu. Setelah membuat debut di layar lebar pada film Shampoo tahun 1975 dan secara singkat berkuliah di Central School of Speech and Drama di London, Inggris lalu juga di Sarah Lawrence College. Fisher dropped out di usia 19 tahun, setelah akhirnya memerankan Princess Leia dalam drama epik luar angkasa karya George Lucas, Star Wars.

"Ia tak punya kawan, tak punya keluarga, planet-nya pun lenyap hanya dalam beberapa detik saja – (sambil berbicara) bersama penata rambutnya (ketika itu) – jadi yang ia punya hanyalah masalah," cerita Fisher tentang perannya kepada Rolling Stone pada 1983.

"Sejak film pertama [A New Hope], ia hanyalah seorang prajurit di garis depan dan tengah. Di Return of the Jedi, ia menjadi lebih feminin, lebih suportif, dan lebih menyenangkan. Tapi jangan lupa, bahwa film-film ini dasarnya hanya khayalan laki-laki saja. Jadinya, agar terlihat lebih wanita dengan cara lain, dalam hal ini ya harus dengan melepas pakaiannya."

"Lucas harus selalu mengingatkanku untuk "berdiri! Tuan putri!" dan saya pun akan berakting layaknya tuan putri Yahudi dan menjatuhkan pandanganku ke depan, lalu membungkuk, (sambil membuang) permen karet," canda Fisher.

Fisher juga melihat adanya keterkaitan antara Princess Leia, putri yang hilang di serial yang menyuguhkan karakter jahat Darth Vader itu, dengan masa kecilnya sendiri sebagai seorang putri dari dua superstar era limapuluhan; Fisher mengalami dua hal sekaligus yakni perceraian ibunya yang terpublikasi dan juga isu ayahnya sendiri yang menggunakan obat-obatan terlarang.

Ayah Fisher sendiri sedikit memiliki gangguan dengan kecepatannya sejak usia 13 tahun, "tapi nyatanya dia sangatlah ramah," terangnya pada 1980 soal Eddie Fisher, yang juga sudah meninggal dunia pada 2010.

"Ayah asli dari Leia meninggalkan sang ibu saat sedang hamil, jadi ibunya menikah dengan King Organa. Saya pun diadopsi dan tumbuh terpisah dari orang-orang karena saya adalah tuan putri," ucap Fisher.

"Banyak keterkaitan, antara saya dengan Leia. Ayah beralih ke sisi gelap, dan ibu menikah dengan seorang jutawan. Kakak dan saya hidup di jalan yang berbeda setelah isu (perceraian) Debbie dan Eddie. Dia sangat berpegang kepada Yesus, sementara saya secara aktif bekerja dengan diri saya sendiri, berusaha untuk membuat diri lebih baik dan baik lagi. Lucu kan," jelas Carrie.

Selama kariernya, Fisher tergolong cukup terbuka tentang usahanya melawan penyakit mentalnya – sang aktris didiagnosa menderita gangguan bipolar- dan penggunaan obat-obatan, mengakui jika dirinya menggunakan kokain selama pengerjaan The Empire Strikes Back, namun obat tersebut disertai dengan resep.

"Obat-obatan membuatku merasa normal," ucap Fisher di medio 2001. Sandiwara monolog dan memoar Wishful Drinking juga membuatnya harus melawan kecanduannya terhadap obat-obatan.

Selain bermain sebagai Leia dalam trilogi orisinal Star Wars dan Star Wars : The Force Awakens pada 2015, Fisher juga muncul di beberapa film seperti The Blues Brothers, When Harry Met Sally, The Burbs dan Hannah and Her Sisters karya Woody Allen.

"(Dia adalah) Blues Sister kami yang cantik, pintar, lucu, bijak, baik, dan murah hati," tulis lawan main Fisher di film The Blues Brothers, Dan Aykroyd di Twitter.

"Ironi sekali. Natal adalah favorit Carrie setelah anak-anak bayi," imbuhnya lagi.

Rob Reiner, yang menyutradarai Fisher dalam When Harry Met Sally juga berkicau di Twitter, "Carrie Fisher punya pemikiran yang brilian. Aku akan merindukan pemikirannya, gagasannya dan suara indahnya."

Fisher sendiri dijadwalkan berhutang memerankan tokoh Leia di Star Wars selanjutnya episode VIII dan episode IX.

"Saya sangat gugup, awalnya saya punya banyak masalah soal ingatan– mengerikan saja sepertinya- untungnya hal ini lalu membaik," ungkap Fisher kepada Rolling Stone mengenai kembalinya dia memerankan peran legendaris tersebut.

"Saya sudah (dalam masa) tenang. Tahu kan, coba pikir, apa yang akan Anda rasakan setelah membuat tiga film itu jutaan tahun lalu, dan sekarang,"Ayo lakukan lagi, hanya saja saat ini Anda dalam posisi 40 tahun lebih tua dan ada banyak hal yang harus ditingkatkan atau dikurangi – pilihlah. Orang menginginkan hal yang sama namun lebih baik... gimana ya. Ada tekanan di dalamnya, lebih dari film-film (saya) kebanyakan. Dan akhirnya Anda mendapati diri Anda dan berkata,"ngomong-ngomong, yang melakukan itu adalah orang-orang yang lebih muda.' Anda harus beradaptasi seperti yang lainnya juga," pungkas Fisher.

"Anda tidak perlu bertemu Carrie Fisher untuk mengetahui kekuatannya," tulis sutradara Star Wars : The Force Awakens, J.J Abrams di Twitter.

"Dia itu pintar dan cantik, tangguh dan menakjubkan, tajam juga lucu seperti bisa kau bayangkan. Memang tidak adil rasanya kehilangan dia. Sungguh saya sangat bersyukur kenal dengannya selama ini," lanjutnya.

"Hancur di momen kehilangan ini," ujar Daisy Ridley, bintang Force Awakens dalam sebuah pernyataan. "Beruntungnya kita semua telah mengenalnya dan sialnya kita harus mengucapkan selamat tinggal (sekarang)."

Pada 1990, Fisher menjadikan buku memoar semi otobiografi miliknya, Postcards From The Edge, yang menceritakan secara detail kecanduannya terhadap obat-obatan dan pengalaman rehabilitasi, juga hubunganya dengan (Debbie) Reynolds, ke dalam sebuah film yang juga dibintangi Meryl Streep.

Dari film itu Fisher pun dinominasikan untuk kategori Best Screenplay BAFTA, sementara Streep diganjar nominasi Best Actress Academy Award, setelah memerankan alter ego Fisher, "Suzanne" di film tersebut.

Fisher juga merupakan seorang penulis dari empat novel dan mantan istri dari penyanyi-pencipta lagu Paul Simon, yang menikah dengannya selama setahun pada 1983. Selain itu Fisher juga menjalani hubungan yang cukup lama dengan pencari bakat Bryan Lourd, yang dengannya ia dikaruniai seorang anak bernama Billie Lourd.

Fisher juga muncul menjadi pemeran pembantu di sejumlah pertunjukan, seperti The Big Bang Theory, Entourage, Sex and The City, dan di dalam 30 Rock yang begitu berkesan.

"Carrie Fisher sangat berati bagi saya," ujar Tina Fey, bintang sekaligus otak di balik 30 Rock dalam sebuah pernyataan.

"Seperti kebanyakan wanita di usia saya, Princess Leia mempergunakan 60 persen dari isi kepala saya di waktu tertentu. Tetapi kejujuran menulis Carrie dan gagasannya yang tajam tak lain adalah sebuah anugerah. Beruntung saya pernah kenal dengannya. Sungguh saya sangat berduka, dia sekarang pergi," ungkapnya.

Dalam wawancara bulan lalu kepada Rolling Stone, Fisher sempat ditanyai, apakah dia takut akan kematian.

"Tidak, aku takut mati," ujarnya. "Apapun yang berhubungan dengan rasa sakit, saya membencinya. Saya ada di sana ketika beberapa orang meninggal dunia, sepertinya tidak menyenangkan. Tapi jika saya harus melakukannya, saya ingin beberapa orang seperti saya berada di sekitar saya. Dan saya akan berada di sana!"

Editor's Pick

Add a Comment