20 Fakta Rock God Bless

Powered by Semangat Baja

Oleh
God Bless: Donny Fattah, Achmad Albar, Ian Antono, Abadi Soesman. (Photo: Decky Arrizal)

Perjalanan selama 43 tahun God Bless tentunya menyimpan banyak kisah. Mayoritas mungkin tidak diketahui oleh generasi muda. Padahal sebagai band rock paling awet di Indonesia, mereka punya cerita-cerita seru. Semangat baja yang mereka miliki pantas menjadi inspirasi.
Mulai dari awal terbentuknya God Bless sampai pertemuan mereka dengan musisi-musisi muda. Semuanya pantas diketahui siapa pun. Tentunya daftar ini diharapkan bisa mengenalkan juga generasi muda atas kejayaan God Bless di pentas rock Indonesia.

Ini dia 20 fakta rock seputar God Bless:

20) Sejarah Terbentuknya God Bless

God Bless terbentuk di medio 1972 yang dimotori oleh ajakan membentuk sebuah band dari Fuad Hassan (drum) kepada Donny Fattah (bas). Fuad yang merupakan adik ipar dari Achmad Albar, mengusulkan untuk mempertemukan Donny dengan Achmad atau yang kerap disapa dengan nama Iyek. "Sama siapa?" Tanya Donny kepada Fuad perihal siapa saja personel band yang akan dibuat ini. Fuad menunjukkan majalah Aktuil dengan Iyek dan Ludwig Lemans yang terpampang di sampul majalahnya. Keesokan harinya, Donny dan Fuad pun langsung mengunjungi rumah Iyek di bilangan Tebet. "Wah keren sekali. Tinggi, kribo, putih, bersama Ludwig ketika itu," kenang Donny. Tak menelan waktu banyak, mereka pun mulai menjalani latihan band di sebuah kantor dekat rumah Iyek di Tebet.
Setelah melihat banyak fakta di atas, God Bless pantas di sebut sebagai band legendaris Indonesia yang memiliki semangat baja untuk bisa terus berkontribusi bagi dunia musik tanah air. Keberadaannya menginspirasi dan memberikan pengaruh besar bagi banyak generasi.

19) Lagu-lagu yang dibawakan God Bless di Penampilan Perdana

God Bless resmi terbentuk pada 5 Mei 1973 saat mereka tampil untuk pertama kalinya di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. Di penampilan tersebut, God Bless belum mengantongi satu pun karya orisinal. Dengan formasi Achmad Albar (vokal), Donny Fattah (bas), Ludwig Lemans (gitar), Deddy Dores (keyboard), dan Fuad Hassan (drum), God Bless membawakan ulang lagu dari James Gang, Grand Funk Railroad, Focus, Sly and the Family Stone, The Easybeats hingga The Beatles.

18) Proses Dibalik Pembuatan Lagu “Semut Hitam”

"Semut Hitam" merupakan salah satu materi dari album berjudul sama yang rilis pada 1988 silam. Pemain bas dari God Bless, Donny Fattah, menceritakan kembali kisah dibalik pembuatan lagu "Semut Hitam". "Lagu itu yang bikin lirik adalah Yockie [Suryoprayogo], saya yang bikin musiknya. Ketika belum ada ide apa-apa, Yockie tiba-tiba melihat semut. Ketika musim hujan, ribuan semut kan berpindah membawa telor atau membawa apa pun," kata Donny. "Intinya toleransi kalau menurut Yockie. "Ini kok semut bisa begini, Don?" jadi "Semut Hitam itu intinya toleransi." Dalam proses pembuatan musik "Semut Hitam", Donny mengaku terpengaruh dengan beat-beat musik Grand Funk Railroad. Saksikan video God Bless membawakan kembali "Semut Hitam" lewat video di atas.

17) Achmad Albar Sempat Berkolaborasi dengan Rhoma Irama

Pada pengujung tahun 1977, God Bless meramaikan sebuah acara tahun baru bersama sang raja dangdut, Rhoma Irama, beserta orkesnya Soneta Group. Di luar perseteruan yang tercipta antara musik dangdut melawan musik rock di era itu, menggabungkan dua grup ini di satu panggung nyatanya selalu berhasil menarik banyak penonton. Di panggung tahun baru tersebut, vokalis God Bless, Achmad Albar, pun berkolaborasi dengan Rhoma Irama membawakan dua hits yaitu "Begadang" serta "Neraka Jahanam" kepunyaan Duo Kribo.

16) God Bless Menjadi Salah Satu Penampil di Festival Musik Summer 28

Pada Agustus 1973, terdapat sebuah festival musik diselenggarakan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta demi menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke-28. Sesuai dengan konsepnya festival tersebut diberi nama Summer 28, akronim dari Suasana Meriah Menyambut Kemerdekaan RI ke-28. Di dalam festival tersebut God Bless yang baru resmi terbentuk dua bulan sebelumnya berbagi panggung band-band besar tanar air seperti Koes Plus, Panbers, Mercy"s, The Rollies, Idris Sardi & The Pro"s, Los Morenos, Trio Bimbo, Remy Sylado Company, El Sipigo, Young Gipsy, Pretty Sisters, Broery Marantika, Gang of Harry Roesli, The Singers, Freedom, dan Flybaits. Festival tersebut menjadi sejarah penting bagi musik Indonesia yang dianggap sebagai cikal bakal pergelaran musik yang mengusung format festival di tanah air.

15) God Bless Menjadi Cameo di Beberapa Film Layar Lebar Indonesia

Tidak hanya tampil di atas panggung, God Bless pun pernah muncul sebagai cameo di beberapa film layar lebar Indonesia. Film-film tersebut adalah Ambisi hasil karya Nya" Abbas Akup, Tokoh yang digarap oleh Wim Umboh, Laki-laki Pilihan dan Semalam Di Malaysia yang disutradarai oleh Nico Pelamonia, Si Doel Anak Modern dan Laela Majenun besutan Sjuman Djaja.

14) Alasan Dibalik Keterlibatan Wartawan dalam Menciptakan Lagu God Bless

Para personel God Bless seringkali melibatkan para jurnalis dalam proses kreatif bermusik mereka. Lagu-lagu seperti "Selamat Pagi Indonesia" atau "Balada Sejuta Wajah" merupakan ciptaan jurnalis rock dari majalah TOP, Theodore KS, yang memang terkenal akrab dengan para personel God Bless. Ada pula karya lirik jurnalis mendiang Remy Soetansyah yang menulis lirik lagu "Ogut Suping," "Bla Bla Bla". Titiek Saelan, istri dari gitaris Ian Antono, mengungkapkan alasan dibalik proses yang unik ini. Menurut Titiek, sang suami percaya bahwa para wartawan lah sosok yang paling sering menghabiskan waktu di jalanan, tempat di mana kehidupan sosial nampak jelas terlihat.

13) Cerita di Balik Lagu “Rumah Kita”

Salah satu legendaris milik God Bless, "Rumah Kita", diciptakan Ian Antono terinspirasi saat ia tinggal di sebuah kontrakan di daerah Tebet. Titiek Saelan, istri Ian Antono, menceritakan bahwa suaminya saat itu tinggal satu kontrakan dengan tiga musisi Indonesia legendaris lainnya: Ucok Harahap, Micky Jaguar, dan Freddy Tamalea (ketiganya kini telah berpulang). Ketika sedang berusaha meniti karier tersebut, Ian rindu dengan rumahnya di Malang dan terciptalah lagu "Rumah Kita".

12) Lagu Deep Purple yang Pernah Dibawakan God Bless

God Bless pernah membawakan lagu milik Deep Purple, "Hard Lovin" Man" ketika tampil di panggung Teater Terbuka, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 5 dan 6 Desember 1973. Adegan tersebut bisa disaksikan dalam film Ambisi.

11) Ian Antono dan Drums

Meski dikenal sebagai gitaris jagoan, Ian Antono ternyata ingin menjadi drummer di masa kecil. Sejak duduk di bangku sekolah dasar di Malang, ia justru tertarik pada drum lebih dulu karena menyukai musik jazz.

10) Keterlibatan Deddy Dores

Generasi sekarang mungkin mengingat Deddy Dores karena lagu-lagu cengengnya dan kolaborasinya bersama Nike Ardilla. Namun di era '70-an, ia merupakan salah satu rocker berpengaruh. Di awal karier Crazy Wheels ia diajak sebagai kibordis. Ketika berganti nama God Bless, ia sempat menyingkir ke bandnya Freedom of Rhapsodia. Pada panggung perdana God Bless di Taman Ismail Marzuki, namanya kembali ke grup untuk menggantikan Yockie Suryoprayogo. Setelahnya sempat pula menggantikan Ludwig Lemans di posisi gitar. Namun belum lagi merilis album, Deddy memilih Superkid. Uniknya Deddy lain yang juga bermain di Superkid yaitu Deddy Stanzah yang menggantikannya di God Bless.

9) Donny Fattah Pernah Meninggalkan God Bless

Donny Fattah pernah keluar dari God Bless karena memutuskan bekerja di Amerika Serikat. Ia melakukannya pada 1981 hingga 1983, pasca rilisnya album Cermin. Ketika dia tinggal di Negeri Paman Sam, ia pernah bergaul dan diundang ke rumah salah satu personel Rush, Geddy Lee.

8) Formasi God Bless Sekarang adalah Formasi ke-16

Selama 43 tahun berkarier, God Bless telah berganti formasi sebanyak 15 kali. Formasi ke-16 diperkuat oleh vokalis Achmad Albar, bassis Donny Fattah, gitaris Ian Antono, dan kibordis Abadi Soesman. Dengan additional pada drum Fajar Satritama yang masih tercatat sebagai drummer Edane.

7) Beberapa Nama Band Ini Sebelum God Bless

Sebelum menggunakan nama God Bless, band ini sempat berjalan dengan nama Crazy Wheels. Di bawah nama tersebut, mereka tampil di diskotek Lemans, Jalan Juanda, Harmoni, Jakarta. Karena nama itu sifatnya dadakan, mereka mendiskusikan beberapa nama. The Balls, The Road bahkan Gods sempat dipertimbangkan. Fuad Hasan, drummer kala itu mengusulkan nama God Bless yang didapatnya dari ucapan di kartu Natal "May God Bless you".

6) Band Pembuka Konser Deep Purple di Jakarta

God Bless sempat membuka konser Deep Purple pada 4 dan 5 Desember 1975, tetapi mereka hanya bermain pada 5 Desember karena alat-alat Deep Purple telat dipasang di atas panggung dan mereka tidak bisa bermain. Pada saat itu God Bless dibayar Rp 5 ribu.

5) Panggung Pertama God Bless

Setelah sempat jalan dengan nama Crazy Wheels, akhirnya nama God Bless diresmikan pada 1973. Panggung pertama dijalani sebanyak dua pertunjukan di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 4 dan 5 Mei 1973. Formasi God Bless di panggung pertama adalah Achmad Albar (vokalis), Ludwig Lemans (gitaris), Donny Fattah (bassis), Deddy Dores (kibordis) dan Fuad Hassan (drum).

4) Studio Rekaman Pertama God Bless

God Bless merekam lagu-lagu awalnya di studio legendaris bernama Tri Angkasa. Studio yang beralamat di Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta ini dimiliki oleh mendiang Alex Kumara. Seorang sound engineer andal di masa lalu. Di studio yang sama lah supergrup Guruh Gipsy merekam lagu-lagunya setahun setelahnya. Studio ini disebut-sebut sebagai studio di Indonesia pertama yang memiliki fasilitas kanal 16 track.

3) God Bless Merilis Album Debut dalam Dua Versi

Album debut God Bless yang bertajuk sama dengan nama band awalnya dirilis dalam dua format versi. Pertama, versi vinil yang memuat enam lagu "Huma di Atas Bukit", "Setan Tertawa", "Sesat", "She Passed Away", "Gadis Binal", dan "Rock Di Udara". Setahun setelahnya versi kaset dirilis dengan penambahan lagu. Lagu-lagu yang terdapat di album ini adalah "Huma di Atas Bukit", "Rock Di Udara", "Sesat", "Eleanor Rigby", "Instrumental", "Gadis Binal", "Friday On My Mind", "Setan Tertawa", "She Passed Away".

2) Sutradara Legendaris Pernah Menyumbang Lirik untuk God Bless

Siapa sangka sutradara Sjuman Djaja, yang menggarap Yang Muda dan Bercinta sampai seri Si Doel pernah menyumbang lirik untuk God Bless. Beliau membantu menulis lagu "Huma di Atas Bukit" dan "Sesat". Kolaborasi ini dilakukan bersama Achmad Albar dan Donny Fattah. Kedua lagu tersebut merupakan bagian dari film drama musik Laila Majenun yang juga menampilkan Achmad Albar.

1) God Bless Berkolaborasi dengan Musisi-musisi Muda

God Bless berkolaborasi dengan Marcello Tahitoe, Armand Maulana, dan Koil untuk membawakan ulang lagu "Semut Hitam". Lagu legendaris yang pertama kali muncul di album Semut Hitam (1988). Lagu ini digubah menjadi "Semangat Baja The Anthem". Di video bisa dilihat betapa perpaduan tua dan muda menunjukkan semangat baja yang tak pernah pudar.