25 Peristiwa Penting Sepanjang November 2016

November 2016 menjadi salah satu bulan yang produktif bagi para musisi dan band.

Oleh

November 2016 menjadi salah satu bulan yang produktif bagi para musisi dan band. Mereka banyak yang akhirnya melepas karya-karya; mulai dari single hingga album. Sebut saja di antaranya Mondo Gascaro, Puti Chitara, Eross Candra, Deadsquad, Eva Celia, Morfem, hingga album kompilasi hasil kolaborasi antara Bebi Romeo dan Glenn Fredly.

Tak hanya meluncurkan album, beberapa musisi juga menggarap berbagai konser. Seperti The Trees and The Wild yang menggarap konser tunggal di tiga kota; Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, dan para alumni Indonesian Idol yang membuat konser penghormatan bagi sahabat mereka, Mike Mohede.

Tapi pada November ini, tak ada yang lebih menyedihkan ketika mendengar kabar kepergian penyanyi dan penyair berpengaruh asal Kanada, Leonard Cohen, yang tutup usia di umur 82 tahun.

25) Drummer Superman is Dead Meluncurkan Serial Video, ‘JRX TV’

Penggebuk drum dari Superman Is Dead, Ari Astina atau publik lebih mengenalnya dengan nama Jerinx (JRX), telah meluncurkan sebuah serial video yang diberi nama JRX TV. Edisi pertama JRX TV yang berdurasi lebih kurang tiga setengah menit, sudah dapat disaksikan lewat kanal YouTube-nya.

"Saya JRX. Saya akan membuka cakrawalamu akan hal-hal yang jarang dibicarakan sebelumnya. Jika kamu merasa tidak siap dan memiliki mental-mental konservatif, jangan ikuti channel ini demi kesehatan dan keselamatanmu. Sampai jumpa, para pendosa," ucap JRX pada sebuah video JRX TV Teaser yang diunggah pada September lalu.

24) 'Athirah' Menang Besar di Festival Film Indonesia 2016

Para pemeran dan kru Athirah

Film arahan Riri Riza, Athirah, memenangkan enam Piala Citra di Festival Film Indonesia 2016. Dari total 10 nominasi, Athirah membawa pulang gelar di kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Riri Riza), Pemeran Utama Wanita Terbaik (Cut Mini), Penata Artistik Terbaik (Eros Eflin), Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Salman Aristo dan Riri Riza), dan Penata Busana Terbaik (Chitra Subiyakto). Sedangkan Rudy Habibie yang juga mendapat sepuluh nominasi tidak mendapatkan apa-apa.

23) Seringai Merilis Ulang Album Kedua dalam Format Vinil

Seringai

Seringai merilis ulang album studio kedua, Taring, dalam format vinil. Album yang sebelumnya dirilis pada 2012 tersebut dibanderol dengan harga Rp 395 ribu. Ada dua versi piringan yang dijual yaitu warna hitam dan warna hijau splatter. Taring versi vinil mulai tersedia pada 13 November 2016 hanya di dua toko yaitu Lawless (Jakarta) dan Omuniuum (Bandung). Pembelian atau pemesanan hanya bisa 1 LP untuk satu orang. Sedangkan penjualan online dimulai pada 14 November di Instagram Hearingeye Records.

22) Blackteeth Resmi Merilis Album Kedua, ‘Bleki’

Black Teeth

Kuartet punk rock ugal-ugalan ibu kota, Blackteeth, pada Kamis (10/11) telah resmi merilis album terbaru mereka yang berjudul Bleki. Album kedua Blackteeth yang berisikan sembilan lagu tersebut, sudah dapat didengar dalam format digital lewat iTunes, Spotify, Deezer, Joox, maupun layanan streaming musik lainnya.

Sebelumnya Blackteeth telah memperkenalkan tiga single secara eceran yaitu "Anjing Kantor", "Setan", dan "Pengecut". Beberapa nomor di dalam album Bleki merupakan lanjutan dari beberapa lagu di album pertama seperti "Anjing Kantor" yang meneruskan "Party Dog", dan "Sikat Boti, Awas Mati!" yang awalnya dari "Belom Cebok".

21) Album Kompilasi Band-Band IKJ 'Kampus 24 Jam Hits Vol 3' Dirilis

Indische Party.

Album kompilasi Kampus 24 Jam Hits Vol. 3 telah dirilis 5 November. Perayaan peluncuran album diadakan di Institut Kesenian Jakarta pada 26 November. Empat belas band yang mengisi album tersebut tampil pula di konser. Mereka adalah: Indische Party, Sisitipsi, SKTriolekso, Zookeeper, Bremol, Servis Motor, FRAAdeVROO, Orange Theory, Badai Sampai Sore, The Maguras, Sound Solution feat. Ivon Destian, Less, Tentative dan Magestyc. Kesemuanya adalah generasi terbaru kancah musik Institut Kesenian Jakarta.

20) Morfem Meluncurkan Album Terbaru, ‘Dramaturgi Underground’

Morfem

Kuartet rock alternatif asal ibu kota, Morfem, pada Kamis (10/11) kemarin telah resmi meluncurkan album terbaru mereka yang diberi judul Dramaturgi Underground. Album ketiga Morfem tersebut berisikan delapan lagu dengan melibatkan sepuluh seniman yang mengilustrasikan lirik-lirik di dalamnya.

Vokalis Jimi Multhazam, gitaris Pandu Fuzztoni, drummer Freddie A Warnerrin, dan pemain bas Yusak Anugrah resmi melepas album Dramaturgi Underground lewat pergelaran rutin Thursday Noise yang diselenggarakan di 365 Eco Bar, Kemang, Jakarta. Di edisi kesembilan Thursday Noise tersebut, peluncuran album terbaru Morfem juga diramaikan oleh The Rang-Rangs, The Jansen, dan Gascoigne.

19) Leonard Cohen Tutup Usia

Leonard Cohen

Penyanyi dan penyair berpengaruh asal Kanada, Leonard Cohen, tutup usia di umur 82 tahun. Kabar tersebut disampaikan oleh halaman resmi Leonard Cohen di Facebook pada 11 November sekitar pukul sembilan pagi Waktu Indonesia Barat.

Anak pertamanya, Adam, mengonfirmasi kepada Rolling Stone dalam sebuah pernyataan, "Ayah saya meninggal secara tenang di rumahnya di Los Angeles dengan menyadari bahwa dia baru saja menyelesaikan salah satu rekaman terbaiknya." Ia melanjutkan, "Dia menulis sampai akhir hayatnya dengan humor uniknya."

18) Album Kedua Indische Party, ‘Analog’, Resmi Dirilis

Indische Party

Setelah memperkenalkan single "Serigala" dan menayangkan film dokumenter pendek tentang proses rekaman album terbaru, Indische Party akhirnya resmi merilis album Analog terhitung pada Selasa (15/11).Album Analog sudah dapat dibeli dalam format digital lewat iTunes ataupun didengar secara streaming lewat Spotify, Deezer, dll.

Analog merupakan album kedua dari kuartet pembangkit rock & roll era '60-an yang beranggotakan Japs Shadiq (vokal), Andre Kubil (gitar), Tika Pramesti (drum), dan Jacobus Dimas (bass). Sebelumnya Indische Party merilis album debut pada 2013 silam berjudul Indische Party dan album pendek pada awal 2016 yang berjudul On Vacation.

17) Save Ferris, Katchafire Meriahkan Mari Berdanska 2016 di Bandung

Save Ferris

Save Ferris, grup ska pop/punk asal Amerika Serikat serta band roots reggae asal Selandia Baru, Katchafire, tampil di Bandung pada 26 dan 27 November. Kedatangan keduanya ke Tanah Air merupakan undangan dari festival musik ska dan reggae, Mari Berdanska 2016, yang diselenggarakan di Monumen Perjuangan, Bandung. Mari Berdanska 2016 adalah festival musik reggae dan ska. Selain dua nama di atas, tampil juga Don Lego, Shaggydog, Souljah, Steven Jam, Tony Q Rastafara, Ras Muhammad, Rosemary, Gangstarasta, Tipe-X, dan Sir Iyai.

16) Payung Teduh Merekam Ulang Lagu-lagu Mereka dengan Orkestra

Grup folk Payung Teduh bekerjasama dengan Yamaha Musik Indonesia mendokumentasikan sebuah karya dari album pertama dan album kedua dalam nuansa yang berbeda. Sesi Live Recording ini dinamai LIVE AND LOUD dan akan dirilis dalam format cakram padat. Payung Teduh merekam sepuluh lagu yang dipilih dari kedua album tersebut yang dipadu padankan dengan sentuhan string orkestra mini. Proses rekaman live tersebut diproduseri oleh Sadrach Lukas beserta Alvin Witarsa. Keduanya mencoba memberi rasa lain terhadap musik Payung Teduh sehingga akan lebih kaya dari sebelumnya. Rekaman dilangsungkan pada Kamis (17/11) lalu di Hall Yamaha Musik Indonesia.

15) Pasca Yon Sembuh Sakit, Koes Plus Datang Kembali

Ari JP Production, Soni, Yon Koeswoyo, Indra Prasta, Iwan Tanda

Sekitar Juni 2016, dunia musik Indonesia diguncang kabar sedih. Yon Koeswoyo, satu dari dua personel Koes Plus yang tersisa dikabarkan masuk rumah sakit. Sebagai vokalis utama band pop legendaris Indonesia, posisinya memang sulit tergantikan. Lima bulan setelahnya, kisah Yon sakitnya seperti hilang begitu saja. Meski kini terlihat berbeda, ia tetap menyimpan semangat yang sama. Pada konferensi pers yang diadakan di Grand Kemang pada Rabu (16/11) lalu, Yon mengatakan, 'Saya kalau nggak nyanyi malah lemas. Saya tukang nyanyi. Kalau saya nyanyi senang rasanya." Usianya sekarang sudah menginjak 76 tahun tapi gelora semangat tampak belum pudar. Yon Koeswoyo hadir di depan wartawan dalam rangka konferensi pers konser Andaikan Koes Plus Datang Kembali. Ia akan bernyanyi bersama band yang senantiasa mengiringnya selama puluhan tahun tersebut pada 9 Desember mendatang di Balai Sarbini. Kali ini band pop asal Yogyakarta, The Rain, didaulat menjadi aksi pembuka.

14) 'And So It Begins,' Album Penuh Cinta dari Eva Celia

Eva Celia Lesmana.

Setelah meluncurkan dua single berjudul "Reason" dan "Against Time", Eva Celia telah resmi merilis album debutnya And So It Begins pada Rabu (16/11) lalu. Dalam penggarapan album debutnya, Eva mendapat dukungan proses kreatif dari beberapa musisi yaitu Tendra (GRUVI), Aldhan Prasatya, Demas Narawangsa, dan musisi jazz Indonesia legendaris yang sekaligus ayah Eva sendiri, Indra Lesmana. And So It Begins juga melibatkan dua musisi Justin Stanton dan Mark Letteri, dua personel dari band instrumental asal New York, Amerika Serikat, bernama Snarky Puppy.

13) 'Halfworlds' Arahan Joko Anwar Meraih Enam Nominasi Asian Television Awards

Serial Halfworlds arahan sutradara Joko Anwar meraih enam nominasi di ajang Asian Television Awards. Pengumuman disampaikan pada Rabu (16/11) kemarin dan bisa dibaca di situs resmi Asian Television Awards. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 2 Desember di Suntec City Singapore International Convention and Exhibition Centre, Singapura.

12) The Trees and The Wild Konser Tunggal di Jakarta

The Trees and The Wild.

Grup indie rock The Trees and The Wild telah mengelar konser tunggal pertamanya sejak perilisan album kedua Zaman, Zaman. Konser tersebut berlangsung di Institut Francais Indonesia Jakarta pada 19 November mendatang. Konser ini merupakan bagian dari serial acara Carte Blanche Supersonik yang kini telah memasuki edisi keduabelas. The Trees and The Wild juga akan melangsungkan konser tunggalnyd di Institut Francais Indonesia regional Bandung dan Yogyakarta pada Desember 2016.

11) Deadsquad Resmi Merilis Album Terbaru, ‘Tyranation’

Deadsquad.

Setelah mengalami beberapa kali perubahan jadwal perilisan, Deadsquad akhirnya resmi meluncurkan album ketika milik mereka, Tyranation, pada Minggu (20/11) lalu di Borneo Beerhouse Kemang, Jakarta. Album yang dirilis oleh M8 Records tersebut berisi sepuluh lagu dengan total durasi 41 menit dan 14 detik. Di dalam Tyranation, Deadsquad melibatkan beberapa musisi tamu seperti Sujiwo Tejo, Dewa Budjana, Andra Ramadhan, Adam Vladvamp dari Koil, hingga mantan gitaris Coki Bollemeyer.

10) Gitaris Sheila on 7 Merilis Album Instrumental Perdana

Eross Candra.

Gitaris dan pencipta lagu Sheila on 7, Eross Candra merilis album solo perdananya yang bertajuk Forbidden Knowledge. Album ini dilepas pada Jumat (25/11) dalam format cakram padat di mana berisikan delapan lagu yang kebanyakan instrumental. Album Forbidden Knowledge dikerjakan secara independen. Lewat saluran YouTube-nya, ia mengungkapkan, "album ini saya sendiri yang produserin, saya sendiri yang main, saya sendiri juga yang milih session player-nya." Eross dibantu oleh Reno Ferthano (drum), Arda Buzzbandit (drum), Wawan (Cello), juga brass section yang dipimpin oleh Bergas dan Neo (keyboard).

9) Film Terbaru Nicholas Saputra Membuka Singapore International Film Festival 2016

Dari Kiri ke Kanan: Fauzan Zidni, Nicholas Saputra, Prisia Nasution, Dain Said, Iedil Putra, Chew Kin-wah, Alvin Wong, Nandita Solomon.

Film terbaru Nicholas Saputra, Interchange, membuka Singapore International Film Festival (SGIFF) 2016 pada Rabu (23/11) malam lalu di Marina Bay Sands Hotel. Untuk pertama kalinya film produksi bersama Malaysia dan Indonesia yang disutradarai oleh Dain Iskandar said ini diputar di Asia.

8) Mondo Gascaro Merilis Album Perdana

Mondo Gascaro.

Mantan anggota SORE yang kini bersolo karier, Mondo Gascaro, telah mengeluarkan album penuh perdana bertajuk Rajakelana. Setelah melempar single "A Deacon's Summer" pada pertengahan tahun, album berisi sepuluh lagu ini telah dirilis pada tanggal 25 November dalam format digital. Album fisik akan menyusul pada bulan berikutnya.

7) Jogja-NETPAC Asian Film Festival Digelar untuk Ke-11 Kalinya

Adegan di film 'Traveling With Bomb' yang akan menjadi salah satu film yang ditayangkan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-11.

Festival film berskala internasional, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali digelar di tahun ke-11. Festival yang memfokuskan diri pada pengembangan sinema Asia ini berlangsung pada 28 November hingga 3 Desember 2016. Selama seminggu JAFF akan menghadirkan banyak film berkualitas pilihan dengan berbagai program.

Tahun ini, JAFF mempunyai program seperti Asian Feature, Light of Asia, Asian Docs, The Faces of Indonesian Cinema Today, Open Air Cinema, Layar Komunitas. Selain itu untuk program spesial disediakan Islandscape: Asian Films, Korean Cuts, Connect Japan, (0)Zeeing The Neighbour, Tribute to Abbas Kiarostami, Iranian Independents, Focus on Djenar Maesa Ayu, Short 2016 from Culture Office of Yogyakarta. Sedangkan program yang sifatnya bukan pemutaran film adalah Public Lecture, Workshop, Community Forum, dan Fringe Program.

JAFF merupakan bagian dari NETPAC (Network for the Promotion of Asian Cinema), organisasi yang menghubungkan 30 negara. Di dalamnya tergabung kritikus, pembuat film, pengurus festival dan kurator, distributor dan exhibitor, juga para pendidik. Festival ini diprakarsai oleh sineas Garin Nugroho yang kini menjabat sebagai presiden festival. Budi Irawanto menjadi direktur festival dan Phillip Cheah menjadi kurator festival untuk JAFF tahun ini.

6) Nidji Resmi Merilis Ulang Album Perdana dalam Format Piringan Hitam

Nidji.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, album perdana Nidji yang bertajuk Breakthru akan dirilis ulang dalam format piringan hitam. Pada Senin (28/11) lalu, album tersebut resmi dirilis sebanyak 225 keping dan dijual seharga Rp 350 ribu. Dalam jumpa pers peluncuran piringan hitam Breakthru di Jakarta, grup yang diperkuat oleh vokalis Giring, gitaris Rama dan Ariel, bassist Andro, drummer Adri, serta keyboardist Randy ini mengungkapkan bahwa perilisan ulang ini didorong oleh rasa bahwa Breakthru merupakan album yang penting dalam karier mereka. Selain itu November 2016 memang bertepatan dengan perayaan 10 tahun bagi album tersebut.

"Ibaratnya, dulu versi kaset album ini ada di mobil tiap orang. Kami jadi teringat kembali arti dari album ini. Momennya juga pas banget, album ini berumur 10 tahun. Dengan adanya album ini dalam format vinil, kami berharap bisa kembali semangat seperti dulu di era sekarang," ungkap Rama.

Untuk menyesuaikan format vinil, materi-materi yang ada di album Breakthru telah menjalani proses mastering lagi dan kemudian pressing-nya dilakukan di Perancis.



Related

Most Viewed

  1. Dunkirk
  2. Tonton Cuplikan Film Konser Terakhir Black Sabbath
  3. Simak Video Musik Terbaru Indische Party, "Ingin Dekatmu"
  4. Justin Bieber Membatalkan Sisa Tur Dunia ‘Purpose’
  5. Festival Glastonbury Istirahat, Inilah Pengganti untuk 2018

Editor's Pick

Add a Comment