CD Review: Rajasinga - 'III'

Oleh

Puncak karya band ini yang memamerkan kreativitas tingkat tinggi

Setelah mendengar III, cukup jelas bahwa ada tiga jenis musik grindcore di Indonesia. Pertama adalah grindcore yang kental di warna death metal, dan kedua adalah grindcore yang kental di punk. Yang ketiga adalah Rajasinga. Segala hal dari Rajasinga dan album ketiga mereka ini sarat keunikan. Rajasinga membuktikan bahwa kualitas dicapai bukan semata dari keterampilan dan teknik, tapi dari visi serta kreativitas. Bahkan III telah menunjukkan bahwa kini rasanya terlalu sederhana bila melekatkan label Grindcore kepada Rajasinga, karena terbukti mereka telah berkembang menjadi jauh lebih dari itu. Misalnya adalah ketika mereka bicara mengenai ritual santai di "Stoned Magrib", atau saat tiba-tiba gitaris Bimantoro Amirysyano mengisi lead guitar di saat yang tidak disangka, dan berani memasukkan slide guitar tanpa distorsi di sebuah lagu yang riuh rendah gerindanya. Begitu pula ketika di lagu "Orang Gila" mereka memasukkan lirik yang diambil dari film seri Unyil: "Di mana istriku…di mana anakku!" dan tiba-tiba mencuat riff "Smells Like Teen Spirit" milik Nirvana yang seperti mereka ambil sebagai penghormatan kepada band favorit mereka. Dari komposisi lagu, tema lirik, sampai arahan seni ilustrasi; tak ada yang bisa menebak apa yang akan dilakukan Rajasinga berikutnya. Mendengarkan III pun menjadi sebuah petualangan yang berbahaya dan menyenangkan.

Editor's Pick

Add a Comment