Raja Dangdut Siap Konser di Synchronize Fest 2016

Soneta Group menjadi penampil utama di malam kedua, 29 Oktober

Oleh
Rhoma Irama. Wikipedia

Raja dangdut Rhoma Irama bersama orkes Soneta Group telah dipastikan bakal tampil di puncak acara hari kedua Synchronize Fest 2016 pada 29 Oktober mendatang di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.

Konser Soneta Group di Synchronize Fest ini bakal menjadi penampilan yang bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak Soneta dibentuk pada 1971 Rhoma Irama dan kelompoknya bersedia tampil di festival musik multi-genre seperti ini.

Bahkan hingga kini tercatat tak pernah ada satu pun festival musik bertaraf nasional maupun internasional yang pernah memanggungkan Soneta Group bersanding dengan band-band pop, jazz maupun rock masa kini.

"Pertama kali menghubungi beliau untuk tampil di festival ini saya meminta bantuan mas Dwiki Dharmawan. Ternyata pada hari itu juga setelah dikontak mas Dwiki saya diminta langsung menghubungi beliau. Saya coba telepon beberapa kali ke ponselnya nggak diangkat, akhirnya coba SMS dulu dan akhirnya malah ditelepon oleh beliau. Kami lalu janjian untuk bertemu di rumahnya untuk membicarakan hal ini," ujar David Karto selaku Festival Director Synchronize Fest sekaligus bos label demajors saat ditemui Rolling Stone belum lama ini.

"Agak sedikit deg-degan waktu nunggu respons Pak Haji (sebutan untuk Rhoma Irama) setelah kami info tentang Synchronize Fest. Jawaban beliau, 'Keren... keren, saya hormat sama idenya, saya respect, saya pasti bantu.' Lega banget pas dengar jawaban beliau, terus disusul dengan kalimat, 'kalaupun saya tidak tampil di sini, saya pasti akan hadir untuk support acara ini,'" ujar Rizky Aulia, Program Director Synchronize Fest.

Sementara menurut David Tarigan, A&R demajors yang juga turut hadir dalam pertemuan dengan sang raja dangdut, Soneta Group akan tampil dengan kekuatan penuh di Synchronize Festival. "Menurut Pak Haji nanti akan ada 25 orang di atas panggung Soneta, termasuk dirinya, para anggota Soneta Group dan para penari," ujarnya dengan bersemangat.

Tarigan sendiri hingga kini belum tahu akan berapa lama durasi konsernya, namun yang pasti Soneta Group akan tampil memainkan hits legendaris mereka dari tahun '70-an. Diduga mereka akan tampil memainkan lagu-lagu klasik seperti "Begadang," "Judi," "Santai," "Darah Muda," "135.000.000," "Musik," dan sebagainya.

"Saat kami tanya seberapa lama durasi tampil mereka, pertanyaan saya dikembalikan oleh Pak Haji, 'Elo maunya gue berapa lama?' Hahaha. Standarnya Soneta akan tampil dengan 15 lagu, dan yang lebih spesial adalah, Pak Haji menyerahkan pengaturan lagu apa yang akan dibawakan beserta urutannya ke kami, krezi! Hahaha," imbuh Aulia yang biasa disapa Ucup ini kepada Rolling Stone.

"Menurut Rhoma, ia dan Soneta sudah terbiasa tampil dalam set panjang. Malah katanya kalau dihitung-hitung dengan sesi soundcheck dan konsernya, mereka terbiasa tampil memainkan lebih kurang 80 lagu," imbuh Tarigan lagi seraya tertawa.

"Saksikan saya bersama Soneta Group, insya Allah akan tampil dalam festival Synchronize pada tanggal 29 Oktober sekitar jam sebelas malam. Pasti keren, karena Synchronize menampilkan musik-musik Indonesia… banyak banget. Tentunya ini dalam rangka menggalakkan musik Indonesia dalam penetrasi kultural di era globalisasi ini," ujar Rhoma Irama dalam sebuah pesan video yang diterima Rolling Stone.

Rhoma Irama yang pada 11 Desember mendatang akan genap berusia 70 tahun memulai debutnya di musik bersama band Gayhand pada dekade '60-an dengan memainkan lagu-lagu dari The Beatles, Paul Anka, Tom Jones hingga Andy Williams. Bersama Gayhand yang memainkan lagu-lagu musisi luar negeri ternyata Oma Irama (namanya pada saat itu) tidak berhasil mencapai sukses komersial. Ia akhirnya mendirikan Orkes Melayu bernama Soneta pada 1971 dan pada 1973 merilis album penuh pertama bertajuk Soneta Volume 1 yang melejitkan hit "Begadang".

Rhoma Irama kemudian melakukan revolusi terhadap musik Orkes Melayu dengan merilis album bertajuk Dangdut pada awal 1970-an. Genre baru bernama dangdut yang bercirikan bebunyian gitar listrik ini terinspirasi dari gitaris Deep Purple saat itu, Ritchie Blackmore.

Setelah itu kesuksesan Rhoma Irama di industri musik tak dapat dibendung lagi, lagu-lagunya digandrungi oleh masyarakat luas, konser-konsernya selalu dibanjiri ribuan penonton, dan film-filmnya selalu laris di bioskop. Belakangan ia pun dijuluki sebagai raja dangdut oleh media massa.

Tercatat hingga kini Rhoma Irama merupakan salah seorang musisi Indonesia paling produktif sepanjang masa. Ia telah menciptakan lebih dari 1000 lagu dangdut, termasuk di antaranya 12 album studio bersama Orkes Melayu Soneta, 16 album studio bersama Soneta Group, puluhan album solo, puluhan album soundtrack film.

Pada November 2008, majalah Rolling Stone Indonesia menobatkan Rhoma Irama sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa. Album Soneta Volume 1 - Begadang juga masuk ke dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa pada posisi ke-11.

Synchronize Fest merupakan festival musik multi-genre yang digelar oleh Dyandra Promosindo bersama demajors dan akan menyuguhkan penampilan 104 artis Indonesia dari dekade '70-an hingga 2000-an pada 28, 29, dan 30 Oktober mendatang di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.


Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik
  3. Dunia, Menuju Kebangkitan Metal Progresif
  4. Joey Pasti Menang di Grammy?
  5. Movie Review: Pengabdi Setan (2017)

Add a Comment