5 Dampak Pokemon Go di Indonesia

Mulai dari munculnya komunitas, ajang promosi, hingga pelarangan oleh aparat hukum dan pemerintah

Oleh

Berkeliling mencari pokemon lewat gawai rasanya menjadi hal yang cukup populer belakangan ini. Dengan berkeliling mengelilingi kota ataupun menelusuri daerah-daerah tertentu, para pemain telah terbawa ke dalam fenomena Pokemon Go yang tengah mewabah di sejumlah penjuru dunia. Setelah sebulan hadir di beberapa negara saja, Pokemon Go pun akhirnya secara resmi hadir di Indonesia beberapa pekan lalu.

Meski baru dirilis belum lama ini di Indonesia, beberapa pecinta Pokemon Go sebenarnya telah terlebih dahulu menikmati permainan ini sejak tanggal perilisan pertamanya lewat paket aplikasi Android (APK) ataupun mengubah region pada Apple ID. Kemunculan permainan ini pun semakin populer dan digemari sejumlah kalangan. Tak sedikit dari para pemainnya yang rela menjajaki tempat-tempat tertentu yang berpotensi memunculkan sejumlah pokemon unik dan langka.

Seiring popularitasnya di Indonesia, Pokemon Go cukup menuai berbagai reaksi dan memunculkan dampak positif dan juga negatif. Lalu, apa saja fenomena yang terjadi terkait maraknya permainan berformat augmented reality ini? Berikut adalah lima dampak yang ditimbulkan oleh munculnya Pokemon Go di Indonesia.

Larangan Bermain Bagi Aparat

Pelarangan Permainan Pokemon Go juga berlaku bagi sejumlah anggota aparat negara. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut misalnya, yang sempat dikabarkan telah memberlakukan pelarangan bermain bagi para anggotanya. Hal tersebut berlandaskan pada kemungkinan Pokemon Go dapat merekonsiliasi data citra fisik untuk memetakan setiap sudut wilayah, sebagai geospatial intelligence (intelijen geospasial), demikian dilansir laman BBC Indonesia.

Tak ketinggalan, badan kepolisian di sejumlah daerah juga telah melarang anggotanya untuk memainkan aplikasi berburu monster virtual ini. Kepolisian Resor Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, yang pada Senin (8/8) lalu melakukan razia gawai bagi seluruh anggotanya yang berisikan aplikasi Pokemon Go.

"Kami akan tegas terhadap semua anggota yang memainkan game Pokémon GO saat jam kerja dan tidak boleh menyimpannya. Kami tegas dan memberi hukuman disiplin," tutur Wakapolres Kupang Kota, Komisaris Suprihatiyanto seperti dikutip laman Tempo.

Istana Negara Tempat Terlarang

Pokemon Go ternyata juga berdampak kepada kebijakan pemerintah. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengeluarkan surat larangan bermain Pokemon Go di lingkungan instansi pemerintah, pada 20 Juli lalu. "Dengan pertimbangan keamanan/kerahasiaan Instansi, Saya meminta aparatur negara tidak bermain Game Virtual apapun di dalam Lingkungan Kantor.Trims," tulis Yuddy dalam akun twitternya.

Di Istana Negara dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat misalnya, telah dipasang sejumlah selebaran berisikan larangan memainkan Pokemon Go di lingkungan sekitarnya. Larangan tersebut berlaku bagi seluruh pihak, termasuk tamu dan awak media yang beraktivitas di lingkungan Istana.

"Ini Kantor Presiden, bukan tempat bermain. Jadi kita datang untuk bekerja. Wartawan datang untuk meliput dan bukan bermain," kata Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, demikian dikutip laman Berita Satu.

Diamankan Polisi

Seorang warga Prancis bernama Romain Pierre harus berurusan dengan kepolisian ketika dikabarkan menerobos markas Komando Distrik Militer 0614 Cirebon, Jawa Barat ketika berburu pokemon lewat Pokemon Go. Pria ini dikabarkan memasuki area Kodim tanpa izin bahkan melompati portal pos penjagaan pada Minggu (17/7) malam lalu.

Atas tindakannya, pria yang tengah dalam kepentingan bisnisnya di Cirebon ini diamankan pihak kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan dan pendataan terhadap dokumennya, akhirnya WNA ini dibebaskan.

"Seluruh instansi militer dan markas TNI di wilayah Jawa Barat-Banten dilarang dimasuki orang-orang yang tidak berkepentingan dengan tujuan game Pokemon atau game apa pun," tutur Kepala Penerangan Komando Daerah Militer III Siliwangi Kolonel Arh Muhammad Desy Arianto, demikian dilansir Tempo.

Sarana Promosi

Tak hanya dinikmati para pencinta pokemon, kepopuleran Pokemon Go di Indonesia pun turut dimanfaatkan oleh sejumlah pihak sebagai ajang promosi. Sebutlah beberapa perusahaan seperti GoJek, Grab, Ace Hardware, dan Sea World yang menawarkan produk atau jasa mereka bagi para pemain Pokemon Go. "Mau cari Pokemon" #GOJEKinaja," kicau akun twitter GO-JEK.

Tak hanya perusahaan komersil, pemerintah dalam hal ini juga turut mempromosikan sejumlah tempat wisata yang menjadi sarang Pokemon. Museum Nasional Indonesia, Balai Kota, dan Monas adalah beberapa tempat yang aktif dipromosikan untuk menarik kunjungan perburuan Pokemon.

"Apa kamu seorang pokemon master/trainer? Yuk berburu pokemon di Museum Nasional. Menambah wawasan dengan cara fun!" demikian tertulis di laman Twitter Museum Nasional.

Komunitas dan Perkumpulan

Animo besar dari para pemain Pokemon Go di Indonesia cukup banyak memunculkan berbagai komunitas dari para penikmatnya, bahkan sebelum aplikasi ini resmi dirilis di Indonesia. Salah satu komunitas terbesar yang memuat lamannya dalam Facebook adalah Pokemon Go Indonesia (community) yang telah memiliki lebih dari 57 ribu likes dari seluruh penjuru Indonesia.

Selain membentuk perkumpulan lewat media sosial, para pecinta Pokemon Go di Indonesia juga telah mengadakan gathering yang dilakukan pada beberapa waktu lalu. Berlokasi di Gelora Bung Karno pada 17 Juli lalu, gathering bertajuk Gatherhood ini berhasil mengumpulkan 200 pemburu pokemon yang berkumpul bersama. Selain berburu dan mempertandingkan pokemon lewat gym beberapa pemain juga memanfaatkan momen ini untuk berjualan souvenir berbau Pokemon, demikian dilansir situs Liputan 6.

Sebelumnya acara gathering juga sempat dilakukan di Monumen Nasional dan menghadirkan ratusan pemain. Selanjutnya, tidak menutup kemungkinan acara serupa akan kembali diselenggarakan, terlebih ketika fitur Pokemon Go diperbarui.



Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  3. Superman is Dead Tolak Permintaan Presiden Jokowi untuk Memakai Lagu Mereka
  4. Yatra, Sebuah Perjalanan ke Nepal Sebelum Bencana
  5. Perpaduan Gairah Musik dan Skateboard di Volcom: Road to Cakrawala

Editor's Pick

Add a Comment