Peringati Hari Kemerdekaan, Endank Soekamti Merilis ‘Vlog Fest 2016 the Movie’

Diklaim sebagai film panjang pertama di dunia yang diproduksi dalam format 360 derajat

Oleh
Proses pembuatan 'Vlog Fest 2016 the Movie' Dok. Endank Soekamti

Hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada hari ini kerap dirayakan oleh para musisi tanah air dengan merilis sebuah karya. Salah satunya adalah Endank Soekamti yang siap merilis Vlog Fest 2016 the Movie, di mana dianggap sebagai film panjang pertama di dunia yang diproduksi dalam fomat 360 derajat.

Pemilihan unik tersebut diakui sang pentolan sekaligus bassist, Erix Soekamti, sebagai bentuk inovasi. "Memanfaatkan teknologi dengan maksimal," katanya seperti dikutip dari siaran pers. "Baik dalam sejarah pembuatan film panjang, juga dalam rangka menjaga konsistensi karya-karya Endank Soekamti yang selalu menjanjikan hal baru dalam tiap karyanya," lanjut Erix yang di film tersebut ia merangkap menjadi sutradara.

Vlog Fest 2016 the Movie mengambil lokasi pembuatan film di Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Juli silam. Film tersebut menceritakan tentang petualangan delapan vlogger yang diperankan oleh Erix, Dory Soekamti (gitar), Ari (eks-drummer), Ulog, Lanang, Bagus, Isa, dan Ipang. "Dipilihnya gunung Bromo sebagai lokasi adalah dalam rangka turut menunjukkan bagaimana keindahan alam dan panorama obyek wisata ini yang merupakan salah satu aset bangsa Indonesia," ujar Erix.

Format digital dari Vlog Fest 2016 the Movie akan disebarkan secara cuma-cuma di situs www.vlogfest.com. Sedangkan format fisiknya akan dijual dalam bentuk boxset yang berisikan VR Glass, flash Disk 16 GB berisi raw movie data dan behind the scene dari film-nya, kaus, serta sertifikat kepemilikan. Versi boxset dari Vlog Fest 2016 the Movie dijual seharga Rp 600 ribu di www.belialbumfisik.com.

Vlog Fest 2016 the Movie merupakan pembuka dari program baru yang direncanakan oleh Endak Soekamti selalu dibuat setiap tahunnya. "Vlog Fest sendiri bukan hanya sebuah film tapi diharapkan akan jadi program tahunan dengan misi penggalangan dana untuk pendidikan di Indonesia dengan cara yang Endank Soekamti suka. Itu sebabnya produksi film ini dilakukan secara swadaya dan tidak memakan banyak biaya," jelas pihak manajemen band. Untuk itu seluruh keuntungan penjualan fisik ini akan digunakan sebagai pendanaan sekolah bakal gratis DOES University angkatan ke-2.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  3. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  4. Inilah Para Pemenang AMI Awards 2017
  5. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik

Add a Comment