Saksikan Trailer Film Wiji Thukul, “Istirahatlah Kata-Kata”

Akan tayang di Locarno International Film Festival 2016

Oleh
Poster film "Istirahatlah Kata Kata". Muara Foundation

Film tentang Wiji Thukul, Istirahatlah Kata-Kata, telah merilis trailer resmi melalui akun Facebook resmi film tersebut. Dalam video berdurasi satu menit empat puluh detik ini ditampilkan sang penyair menyampaikan keluh kesahnya seputar hidup dalam pelarian. Gunawan Maryanto didaulat menjadi Wiji Thukul.

Istirahatlah Kata-Kata berkisah tentang Wiji Thukul, seorang penyair yang dikenal karena kelantangannya meneriakkan ketidakadilan di masa protes politik meningkat. Ketika kerusuhan Jakarta 1996, dia dan beberapa aktivis dituduh bertanggung jawab dan dikejar aparat keamanan. Dipaksa pergi, Wiji terbang ke Pontianak di mana dia bersembunyi selama delapan bulan, kadang bersama orang asing. Di sana dia mengganti identitasnya beberapa kali, tapi masih juga menulis puisi dan cerita pendek. Sedangkan di Solo, istrinya Sipon tinggal bersama dua anak mereka di bawah pengawasan ketat. Pada Mei 1998, Wiji Thukul dianggap hilang, sebulan sebelum Suharto digulingkan oleh rakyatnya sendiri

Film Istirahatlah Kata-Kata dijadwalkan tayang perdana di Swiss di ajang Locarno International Film Festival 2016. Film ini akan berkompetisi dalam secsion Concorso Cineasti del presente, ajang bagi pembuat film dari berbagai belahan dunia yang terpilih berkompetisi untuk film pertama atau keduanya. Film ini dijadwalkan tayang pada 9, 10 dan 11 Agustus 2016 di festival tersebut.

Digarap oleh Yosep Anggi Noen, film ini merupakan film panjang kedua sutradara asal Yogyakarta itu. Film pertamanya Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya juga diputar di Locarno International Film Festival dalam sesi yang sama.

Belum ada kepastian kapan film ini akan diputar Indonesia. Dalam wawancara Rolling Stone via surel, produser Yulia Evina Bhara menjanjikan penayangannya, "Film ini didekasikan untuk penonton Indonesia. Terutama generasi muda. Kami sedang dalam proses persiapan penayangan di Indonesia."

Editor's Pick

Add a Comment