DJ Soda

Walau telah bertandang ke Jakarta sebelumnya, DJ Soda mengaku masih malu berinteraksi dengan penonton

Oleh
DJ Soda. Aflah Satriadi

Pada kunjungannya yang kedua di Jakarta, DJ Soda—asal Korea Selatan—berkesempatan untuk tampil di hadapan penonton yang berjumlah lebih dari 5.000 orang di acara Splash Run di Ancol pada akhir pekan lalu. Dalam kunjungannya tahun lalu, ia hanya tampil di sebuah kelab berkapasitas 800 pengunjung.

Berselang satu tahun dari kunjungan pertamanya, sepertinya sudah lebih banyak penggemar di Indonesia yang mengenal dan menanti DJ Soda. Likes dan berbagai komentar menyerbu akun Instagram dan Facebook pribadinya ketika ia mengunggah dokumentasi dari aktivitas-aktivitasnya di Jakarta.

Dua hari setelah konser keduanya di Jakarta—Senin (1/8), Rolling Stone menemuinya di kantor Warner Music Indonesia. Soda yang bernama asli Hwang So Hee bercerita tentang keputusannya untuk menjadi seorang DJ, perkembangan kancah DJ di Korea, serta makanan Indonesia kesukaannya.

Saya mengenal kancah grup idola Korea, tetapi belum pernah benar-benar mendengar mengenai kancah DJ. Kapan Anda memulai karier profesional sebagai seorang DJ dan mengapa Anda memilih untuk menjadi seorang DJ daripada menjadi anggota dari sebuah grup idola?

Saya telah menjadi penggemar musik hip hop sejak saya masih sangat kecil, dan ketika saya merasa putus asa atau sedih, hip hop selalu meningkatkan mood saya. Bagi saya, menjadi seorang DJ hip hop sama halnya dengan menjadi seorang terapis musik. Jadi, daripada menjadi anggota girl group, menjadi DJ merupakan cara yang lebih tepat bagi saya dalam mengekspresikan pikiran dan musik saya kepada orang lain.

Bagaimanakah perkembangan kancah DJ di Korea dan bagaimana pendapat Anda mengenai hal tersebut?

Ada banyak media Korea yang membahas kancah DJ di Korea, bahkan ada program televisi yang menampilkan DJ. Banyak media yang sudah mulai menyentuh kancah DJ di Korea, tetapi mereka belum dapat sepenuhnya diterima oleh publik. Jadi masih ada banyak ruang untuk perkembangan.

Anda memiliki banyak penggemar di Indonesia, apakah Anda memiliki ekspektasi terhadap mereka dalam kunjungan Anda ke Indonesia saat ini?

Pada awalnya saya tidak tahu ada begitu banyak penggemar di Indonesia dan saya sangat terkejut mengetahuinya ketika saya tampil di panggung. Penonton [Indonesia] sangat bersemangat dan antusias, dan hal itu sangat mengagetkan saya. Dan kapan pun saya berada di tempat yang saya singgahi dalam kunjungan ke Jakarta, saya mengunggah foto-foto melalui Instagram dan begitu banyak komentar dan likes yang masuk, itu membuat saya sangat terharu.

Pada pertunjukkan Sabtu malam lalu, sebuah rangkaian animasi penuh warna diputar seketika Anda tampil, saya kira rangkaian animasi tersebut sangat cocok dengan Anda. Siapa yang menggarapnya?

Ada seorang ilustrator terkenal dari Korea bernama Kim YÇ’ng'o, animasi itu dikerjakan olehnya.

DJ Soda. (foto: Aflah Satriadi)

Anda tidak terlalu banyak berkomunikasi ketika tampil Sabtu malam lalu, adakah hal yang salah atau itu memang gaya penampilan Anda?

Pada awal pertunjukan, saya mencoba untuk sangat fokus pada musik yang saya mainkan. Pada pertunjukan [Sabtu malam] itu saya mencoba berkonsentrasi keras, sehingga saya tidak punya banyak waktu untuk bicara. Pada awal karier saya sebagai DJ, saya juga tidak banyak berbicara ketika tampil, saya lebih berfokus pada musik [yang saya mainkan]. Jadi baru-baru ini saya mulai mencoba untuk mengambil mikrofon dan berkomunikasi dengan para penonton. Pada awal pertunjukan [Sabtu malam lalu], saya merasa sedikit malu, tetapi pada menuju akhir penampilan saya merasa sangat ingin berinteraksi dengan para penonton. Saya kemudian bergegas meninggalkan perangkat DJ saya dan mulai berbicara dengan penonton dan mereka merespons dengan sangat keras, hal itu membuat saya sangat bersemangat layaknya mereka. Saya kemudian melompat-lompat dan melempar berbagai hal kepada penonton.

Seorang DJ asal Indonesia, Dipha Barus, tampil sebelum Anda. Bagaimana pendapat Anda mengenai penampilannya?

Ketika saya berada di belakang panggung, saya mencoba fokus pada penampilan saya. Jadi saya tidak terlalu memperhatikan apa yang dimainkan oleh orang lain di atas panggung. Namun, penampilan (Dipha Barus) sangat menarik perhatian saya, sehingga saya bersenang-senang di belakang panggung dan saya sangat menyukai apa yang ia mainkan. Saya pikir sama halnya dengan saya, ia memainkan sebuah penampilan yang sangat energik, dan hal itu sangat menarik.

Beberapa video di YouTube menampilkan Anda sebagai seorang sosok yang menyukai makanan. Apakah Anda sudah mencoba makanan Indonesia? Apa makanan favorit Anda?

Sate ayam! Sate ayam dan juga tahu campur, saya sangat menyukai keduanya!

Saya telah menonton video wawancara Anda dengan Redfoo—dari LMFAO—melalui YouTube. Selain dia, siapa saja artis lain yang menginsipirasi Anda?

Saya juga menggemari Yellow Claw dan Diplo.

Adakah single, album, atau proyek kolaborasi yang dapat kami saksikan dalam waktu dekat?

Ada banyak hal yang sedang dipersiapkan saat ini. Untuk single dan album, saat ini keduanya masih sangat dirahasikan, tetapi saya sedang mempersiapkan sesuatu. Saya berharap orang-orang akan menyukainya ketika karya saya dirilis.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Movie Review: Pengabdi Setan (2017)
  2. Indonesia Raih Tiga Nominasi Asia Pacific Screen Awards 2017
  3. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik
  4. Gelar Pentas Musik 'Langgam Kahyangan', Suara Disko Tampilkan Fariz RM
  5. Momen-momen Berkesan dari Synchronize Fest 2017

Add a Comment