Demam Pokemon Go Melanda Sebagian Dunia

Telah diluncurkan di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru sejak pekan lalu

Oleh
YouTube

Demam Pokemon Go mulai mewabah di sebagian kalangan masyarakat dunia. Sebuah aplikasi permainan yang memadukan dunia nyata dan virtual ini, memungkinkan para pemainnya seakan-akan berada dalam dunia Pokemon. Dengan memanfaatkan teknologi GPS, peta digital dalam Pokemon Go akan memberikan informasi mengenai keberadaan Pokemon dalam dunia nyata, dan para pemain harus berkelana di dunia nyata untuk bisa mendapatkannya.

Di Amerika Serikat, seperti dilansir Similar Web, sebanyak 5,16 % pengguna Android di sana telah memasang Pokemon Go dalam gawainya, mengalahkan popularitas Tinder. Selain itu, 60 % dari pengunduh aplikasi ini, menggunakannya secara rutin setiap hari. Artinya, sebanyak 3% populasi pengguna Android di Amerika Serikat adalah pengguna aktif Pokemon Go.

Pokemon Go merupakan sebuah aplikasi real world gaming yang dirancang khusus bagi para pengguna Android dan iOS. Bekerjasama dengan Nintendo dan The Pokemon Company, Niantic mengembangkan game terbaru dari Pokemon ini. Diawali dari sebuah permainan yang dibuat The Pokemon Company dan Google pada hari April Mop 2014 yang ternyata mengundang antusias besar, ide pembuatan Pokemon Go ini kemudian muncul dan dikembangkan sedemikian rupa.

Permainan Pokemon terbaru ini memungkinkan para pemainnya untuk menangkap, memelihara, melatih, dan mempertandingkan Pokemon miliknya dengan pemain lainnya. Sebanyak lebih dari 100 jenis Pokemon yang tersebar di berbagai belahan dunia dapat diburu oleh para pemainnya. Terdapat pula area gimnastik tempat di mana pemain dapat bertarung dengan sesama pemain dan memperoleh barang-barang tertentu yang ditempatkan di lokasi-lokasi simbolis, unik, dan bersejarah, seperti di monumen, taman kota, ataupun kawasan museum.

"Permainan ini sendiri dimaksudkan untuk memfasilitasi hal-hal di kehidupan nyata," tutur John Hanke selaku CEO Niantic, demikian dikutip dari Business Insider.

Selain itu, Hanke juga mengungkapkan timnya memiliki tiga tujuan besar ketika membuat Pokemon Go. Pertama sebagai sarana olahraga, di mana para penggunanya harus bergerak dan berkelana untuk bisa memainkan permainan ini. Kedua, "untuk melihat dunia dengan paradigma yang baru", dan ketiga sebagai sarana interaksi sosial atau breaking the ice bagi para penggunanya.

Sayangnya, hingga kini Pokemon Go masih belum merilis aplikasinya di Indonesia. Secara resmi, Pokemon Go baru diluncurkan pada Rabu (6/7) lalu di beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Dilansir dari Wall Street Journal, perilisannya di Eropa dan Asia dikabarkan akan segera menyusul dalam beberapa hari ke depan.

Editor's Pick

Add a Comment