Gwen Stefani

Tentang masa depan No Doubt, sakit hati di balik album solo barunya, bekerja dengan Prince, dan menyukai musik country

Oleh
Gwen Stefani

Gwen Stefani tidak main-main saat menamakan album solo barunya This Is What the Truth Feels Like. Album itu menggabungkan pop riang dengan lirik yang jujur tentang perceraiannya dari Gavis Rossdale. "Bahkan sebelum saya tahu kehidupan saya akan berubah selamanya dan semua mimpi saya akan hancur," katanya. "Saya punya dorongan kuat untuk membuat musik baru." Ia mendapat banyak inspirasi yang disejajarkannya dengan Tragic Kingdom (1995), album No Doubt yang mempopulerkan mereka dan juga tercipta dalam suasana putus cinta: "Saat itu saya bahkan tidak tahu kalau saya bisa menciptakan musik," katanya. "Lalu hati saya dicabik-cabik. Dan di album ini saya merasa musiknya jatuh dari langit, mukjizat."

Akan bagaimana rasanya saat mengingat kembali patah hati di lagu-lagu ini saat menyanyi di tur solo pada musim panas?
Saya belum berada di tempat yang berbeda. Saya masih patah hati. Tak mungkin mengalami perpecahan keluarga dan sudah mengatasinya setahun kemudian. Tadi saya sedang mengosongkan kamar di rumah sebelum menelepon Anda. Berat rasanya.

Anda bekerja begitu keras di album terakhir No Doubt, namun tidak mendapat sambutan bagus. Apakah bandnya sudah bubar?
Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan No Doubt. Saat saya dan Tony [Kanal] terhubung secara kreatif, rasanya ajaib. Namun saya rasa sudah ada perbedaan visi dalam musik apa yang kami ingin ciptakan. Saya benar-benar lelah dan jenuh saat kami merekam album itu [Push and Shove, 2012]. Saya merasa sangat bersalah, karena merasa saya harus membuat album ini." Suasananya tidak tepat untuk membuat musik. Ada beberapa lagu yang bagus di album itu. Namun produksinya terasa plin-plan. Sedih rasanya, karena kami menunggu begitu lama untuk mengeluarkan album dan tak banyak yang mendengarnya.

Anda sudah merekam duet dengan [sang pacar baru] Blake Shelton. Apa pendapat Anda tentang musik country?
Terlibat di The Voice membantu membuka pikiran saya kepada semua jenis musik. Orang tua saya menggemari folk dan bluegrass–konser pertama saya adalah Emmylou Harris. Bagaimana pun juga, lagu adalah lagu. Kita bisa membuat lagu country menjadi lagu dance, tergantung produksinya.

Anda berkolaborasi dengan Prince beberapa kali. Seperti apa pengalamannya?
Ia adalah orang yang begitu genius sehingga kita sulit percaya ia bisa ada. Belakangan ini saya mengirimkan demo untuk lagu "Waiting Room"–ia menelepon dan berkata, "Hei, saya harus merombak lagunya, tapi saya rasa kamu akan menyukainya." Ia ikut bermain di versi lagu yang dapat didengar di [album No Doubt] Rock Steady, dan saya bernyanyi di albumnya. Ia duduk di studio dan menyanyikan setiap nada untuk saya. Saya ada di sana selama delapan jam.

"Hollaback Girl" telah menjadi lagu khas Anda. Bagaimana cerita Anda dan Pharrell Williams menciptakannya?
Dulu saya merasa ketakutan saat berada di dekat Pharrell. Ia sangat tampan, dan sangat berbakat. Saya jadi minder! Tapi saya tahu di lagu itu saya ingin membalas dendam terhadap seseorang yang menjelek-jelekkan saya. Dan saya ingin lagunya terdengar seperti pemandu sorak. Saya menjelaskan kepadanya, dan ia berkata, "Saya punya beat ini." Ia juga berkata, "Gwen, kamu terlalu hebat, kamu tidak perlu meladeninya." Perusahaan rekaman saat itu takut untuk mengeluarkan lagunya–mereka menunggu sampai single ketiga. Gila.

Apakah susah jika harus bersaing dengan lagu-lagu seperti itu?
Kalau sudah punya karier panjang, rasa tidak percaya diri itu ada. Bagaimana cara menciptakan sesuatu yang baru namun tidak terdengar seperti apa yang pernah saya lakukan? Bagaimana cara menyaingi kehebatan "Hollaback Girl"–dan bukannya kita akan terdengar seperti cewek-cewek yang berusaha terdengar seperti itu? Tapi album ini terasa seperti kemenangan besar bagi saya.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. JRX, Frau, Iksan Skuter Bakal Tampil di Acara Solidaritas Korban Penggusuran Kulon Progo
  2. Payung Teduh Memperkenalkan Single Terbaru, "Di Atas Meja"
  3. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  4. Pernyataan 37 Stasiun Radio Jakarta di Radio Day 2017
  5. Ramengvrl Lepas Single Terbaru, "GO! (I Can Be Your)"

Add a Comment