Opini Jujur Efek Rumah Kaca tentang Iwan Fals, Ahmad Dhani, Ariel, Arian13, Jimi Multhazam

Juga Otong ‘Koil’, Ucok 'Morgue Vanguard' dan Harlan Boer

Oleh

Efek Rumah Kaca pada akhir 2015 lalu merilis album ketiga mereka yang diberi judul Sinestesia. Berselang satu bulan kemudian Efek Rumah Kaca merayakan peluncuran albumnya lewat "Konser Sinestesia", sebuah pertunjukkan megah di Teater Jakarta, TIM, Jakarta, yang menuai banyak pujian.

Rilisnya album Sinestesia menjadi salah satu peristiwa penting bagi industri musik Indonesia pada 2015 lalu. Selain menjadi jawaban penantian panjang para penggemar atas karya baru dari Efek Rumah Kaca – mereka absen merilis materi baru selama hampir tujuh tahun – album Sinestesia juga menjadi penjajakan baru bagi Efek Rumah Kaca sendiri yang kini resmi tak lagi dapat menyandang status "trio pop minimalis".

Album Sinestesia membuat panggung Efek Rumah Kaca tiga kali lebih ramai dipadati oleh para personilnya. Selain Cholil Mahmud (vokal/gitar), Poppie Airil (additional bass player), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum), Efek Rumah Kaca versi live lebih sering beranggotakan Dito Buditrianto (gitar), Muhammad Asranur (keyboard), Irma Hidayana (penyanyi latar), Monica Hapsari (penyanyi latar), Nastasha Abigail (penyanyi latar), dan pemain bas orisinil dari Efek Rumah Kaca yaitu Adrian Yunan Faisal.

Pada nyatanya personil tambahan Efek Rumah Kaca tak hanya terjadi di atas pangggung pertunjukkan, tetapi juga dalam penggarapan album Sinestesia. Hasilnya adalah sebuah enam nomor indie rock penuh konsep dengan minimal durasi selama tujuh menit ala kelompok progressive rock. Meski perubahan banyak terjadi sejak album Sinestesia, namun ada satu hal yang tetap tinggal di dalam tubuh Efek Rumah Kaca, yaitu kekuatan liriknya.

Efek Rumah Kaca – khususnya Cholil sebagai penulis lirik utama – terkenal akan kecerdasannya dalam meramu diksi Bahasa Indonesia yang sedemikian rupa menggugah guna menyampaikan pesan kepada para pendengarnya, tentang kehidupan sosial, politik, personal, hingga beragam tema khas lainnya.

Masih dalam suasana Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret silam, episode "Opini Jujur" kali ini akan membahas tentang para penulis lirik hebat di kancah musik Indonesia dalam pandangan pribadi para personel Efek Rumah Kaca. Para penulis lirik yang dikomentari ini mulai dari sekaliber Iwan Fals, Ariel (Peterpan/NOAH), Ahmad Dhani (Dewa19), Arian13 (Seringai), Jimi Multhazam (The Upstairs, Morfem), Harlan Boer (C'mon Lennon, Harlan Boer) hingga Ucok (Homicide, Morgue Vanguard).

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 10 Kolaborasi Seru yang Terjadi di Soundrenaline 2017
  2. Kuartet Rock Asal Bali, Zat Kimia, Luncurkan Album Perdana
  3. Saksikan Trailer Film ‘Chrisye’ yang Menampilkan Vino G. Bastian
  4. Linkin Park Akan Tampil di Konser Penghormatan Chester Bennington
  5. Dengarkan Lagu Punk dalam Vinil Beyoncé

Add a Comment