Roger Waters Mengecam Musisi yang Takut dengan Israel

Pentolan Pink Floyd ini mengatakan bahwa banyak musisi yang takut dianggap anti-Semit

Oleh
Roger Waters. Alterna2

Konflik turun temurun yang sudah berlangsung sejak pertengahan abad ke-20 di Timur Tengah membuat mantan pemain bass dan vokalis Pink Floyd, Roger Waters, angkat bicara. Ia menyatakan banyak musisi Barat yang tidak berani menyatakan pendiriannya demi keadilan terkait konflik Israel-Palestina karena takut kehilangan karirnya.

Roger pun mengaku bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, ia dianggap sebagai seorang Nazi dan anti-Semit karena menjadi pendukung dari BDS (Boycott, Divestment and Sanctions), koalisi yang dibentuk untuk mengkampanyekan pembebasan Palestina dari cengkeraman Israel. "Satu-satunya anggapan terhadap BDS ialah anti-Semit. Saya tahu ini karena saya telah dianggap sebagai seorang Nazi dan anti-Semit dalam sepuluh tahun terakhir," ujar Roger dalam wawancaranya dengan The Independent.

Tak hanya Roger Waters, musisi asal Inggris lainnya seperti Elvis Costello dan Brian Eno, juga turut mendukung gerakan BDS ini. Namun, Roger mengakui bahwa di negara tempat tinggalnya, Amerika Serikat, tidak ada seorang pun yang berani sependapat dengannya.

"Jika mereka angkat suara (terhadap Israel) mereka akan kehilangan karir dan hancur. Saya berharap untuk mengajak mereka, agar dapat melawan ketakutan tersebut dan berani membela keadilan, karena kami pun membutuhkan mereka. Hal ini sangat dibutuhkan, sama halnya dengan musisi yang pernah berunjuk rasa terkait Perang di Vietnam," harap Roger.

Kepedulian dan pandangannya terhadap konflik ini muncul pada 2006, saat ia menjalani tur Dark Side of the Moon Live ke Tel-Aviv, Israel. Ia menganggap bahwa yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina ini sama saja dengan pemberlakuan sistem apartheid di Afrika Selatan pada awal abad ke-20.

Editor's Pick

Add a Comment