Selena Gomez

Obrolan tentang albumnya yang lebih dewasa, dinyanyikan lagu oleh Justin Bieber, bergaul dengan para model Victoria’s Secret, dan menjelaskan obligasi

Oleh
Selena Gomez Interscope/Universal

"Maaf, saya batuk terus," kata Selena Gomez. "Sebentar lagi saya jatuh sakit." Dia sedang pilek, tapi sejujurnya suaranya tidak terdengar jauh berbeda dibanding lagu-lagu pop cinta istimewa yang telah dipopulerkannya di tangga lagu selama enam bulan terakhir: "Good for You", "Same Old Love", "Hands to Myself". Gomez, 23 tahun, telah bekerja sejak usia pra-remaja ketika mendapat peran di Barney & Friends pada 2002, dan merekam album pertamanya di usia 16 tahun saat menjadi bintang Disney. Tapi dia baru menemukan jati diri sesungguhnya di album Revival (2015), berawal dengan "Good for You", menyanyikan "dress a mess", dan memasuki dunia dewasa. "Saat mendengar lagu itu, saya ketakutan," katanya. Saat itu ia baru keluar rumah yang ditempati bersama ibu dan ayah tirinya, serta mempekerjakan manajer baru yang menggantikan ibunya. "Saya merasa percaya diri dan nyaman dengan diri sendiri. Saya merasa seksi. Saya sudah tak sabar membuat musik seperti itu."

Konser pertama yang Anda hadiri adalah pertunjukan Britney Spears. Berapa umur Anda?
Ketika itu 11-12 tahun. Saya berasal dari Texas, jadi konsernya di Dallas. Kami tidak terlalu berkecukupan, tapi ibu saya menabung karena itu adalah CD pertama yang saya beli. Saya benar-benar terobsesi dengan Britney. Kami duduk di kursi paling atas. Rasanya…luar biasa.

Revival adalah album kelima Anda, tapi bagi banyak orang mungkin rasanya seperti album pertama Anda. Apa bedanya kali ini?
Agak sulit untuk menciptakan seorang artis dari nol, dan saya rasa album pertama saya agak seperti itu. Bukan berarti saya tidak menyukai musik yang saya buat. Ayah saya seorang DJ, ibu saya terobsesi dengan segala jenis musik, dan saya tampil di Barney selama dua musim; saya bernyanyi dengan dinosaurus ungu.

Revival benar-benar terdengar seperti sebuah album, bukan sekadar koleksi single. Salah satu alasannya adalah karena Anda pergi ke Meksiko untuk menggarap beberapa lagunya.
Itu di pertengahan proses penggarapan album. Perusahaan rekaman berpikir saya berusaha mendapatkan libur gratis. Saya bilang, "Tidak, saya ingin mengumpulkan kelompok orang yang sama. Saya ingin kami tinggal bersama, bangun dan sarapan bersama, serta membicarakan hal-hal nyata."

Ke mana kalian pergi?
Puerto Vallarta. Ada Hit-Boy dan beberapa anggota tim produsernya, Rock Mafia, serta [pencipta lagu] Justin Tranter dan Julia Michaels. Kami semua tinggal serumah selama lima sampai enam hari. Kami pergi, menonton pertunjukan musik, lalu pulang dan berkreasi di studio, yang seperti lemari. Kami membuat empat lagu di sana. Hanya dua lagu masuk ke album, tapi perjalanan itu begitu krusial. Saya sedang mencari tahu apa yang saya ingin ungkapkan.

Belum lama ini kami melihat video di Instagram Justin Bieber bernyanyi untuk Anda menjelang American Music Awards. Apa yang terjadi, dan bagaimana rasanya saat hal seperti itu dilihat dunia?
Pertama, saya mau meminta maaf. Sejujurnya, yang saya inginkan dicetak adalah saya sudah tak mau membicarakan itu, dan dia.

Apakah itu membuat tampil di American Music Awards terasa lebih berat?
Sama sekali tidak. Saya tidak mengubah hidup saya berdasarkan apa yang akan dibicarakan orang-orang. Jika saya pergi bersenang-senang, berarti saya menjalani hidup dan tak ada yang akan mendikte apa saya rasakan, kecuali jika saya membiarkannya.

Anda pernah berkata bahwa lagu-lagu "Same Old Love" tidak bercerita tentang hubungan tertentu, tapi Anda pasti sadar bahwa orang-orang akan mengasumsikan hal itu.
Ya, saya paham itu. Lagu itu bercerita tentang sebuah siklus yang dipahami banyak orang. Itu membuat kita gila, tapi sungguh indah. Banyak orang telah melihat sebagian besar pilihan yang saya ambil di hidup saya. Dan saya menyukai setiap pilihan yang saya ambil. Karena kini saya paham bagaimana menerapkannya ke musik saya. Inilah diri saya. Saya senang karena kehidupan saya tak pernah sempurna.

Anda tampil di pergelaran busana Victoria"s Secret. Tak ada perang bantal di belakang panggung, tapi bagaimana suasananya?
Tidak, tapi membuat kita ingin berolah raga dan tidak makan apa-apa. Saya merasa sangat pendek, tapi itu sangat seru. Tekanannya tidak hanya jatuh ke saya. Senang rasanya bisa menari dengan wanita-wanita cantik ini.

Anda muncul di The Big Short, film baru Adam McKay. Di situ Anda membantu menjelaskan obligasi atau surat utang. Saat ditawarkan peran itu, apa respons Anda?
Produsernya menelepon saya, dan saya bahkan berkata ke mereka, "Saya tidak paham apa yang saya baca." Tapi itu tak perlu dipikirkan lagi. Saya suka Adam McKay. Saya tinggal belajar begitu banyak dalam waktu begitu cepat. Filmnya bagus, bukan?

Luar biasa. Anda tampil bersama ekonom Richard Thaler. Apakah Anda pernah berpikir, "Ada Christian Bale, Brad Pitt, dan Ryan Gosling di film ini. Kenapa saya syuting adegan bersama profesor berusia 70 tahun?"
Sejujurnya, saya lega karena tidak harus akting bersama mereka. Saya pasti akan memerah dan berkeringat sepanjang waktu.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 6 Musisi Yang Juga Ilustrator
  2. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  3. 10 Destinasi Wisata Musik Legendaris di Inggris
  4. Kelompok Penerbang Roket Gelar Konser Istimewa di Gedung Kesenian Jakarta
  5. Frau Siap Meluncurkan Album Mini Terbaru

Add a Comment