Enggan Disebut Jenius Jazz, Joey Alexander: “Saya Hanya Ingin Disebut Sebagai Musisi Jazz”

Saat diwawancara oleh pembaca berita Amara Walker untuk stasiun televisi CNN.

Oleh
Joey Alexander. Rebecca Meek

Joey Alexander, pianis jazz belia asal Bali, Indonesia yang mencetak sejarah sebagai WNI pertama yang menerima dua nominasi dari Grammy Awards ternyata tetap bersikap rendah hati walaupun telah mencetak prestasi yang sangat luar biasa, bahkan untuk ukuran anak seusianya.

Dibanding julukan "jenius jazz" yang belakangan ramai disematkan berbagai media kepadanya, Joey dengan sederhana mengaku hanya ingin dikenal sebagai "musisi jazz" saja.

"Tak masalah disebut jenius jazz, saya menghargainya. Tapi saya sebenarnya hanya ingin disebut sebagai musisi jazz," ujar pria berusia 12 tahun tersebut dengan kalem.

Jawaban tersebut diucapkan Joey ketika pembaca berita CNN, Amara Walker, mengonfirmasi kabar bahwa dirinya tidak suka disebut sebagai anak jenius dalam sebuah wawancara televisi jarak jauh yang dilakukan pada Senin (21/12) kemarin.

Bahkan ketika sebelumnya Amara menyatakan kekagumannya karena Joey memiliki para penggemar tokoh-tokoh terkemuka dunia seperti mantan Presiden AS, Bill Clinton serta aktor, komedian terkenal Billy Crystal, Joey meresponsnya dengan tertawa kecil dan berkata, "Saya tak pernah memikirkan tentang hal itu."

Joey menambahkan, "Saya hanya, sekali lagi, bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang berada diantara orang-orang ini, dan khususnya saya mau berterima kasih kepada Grammy yang mengakui keberadaan saya, dan juga kepada para penggemar yang mendukung saya, dan tentu saja kedua orang tua saya."

Dalam wawancara televisi pertama sejak diumumkan meraih dua nominasi Grammy untuk kategori Best Instrumental Jazz Album bagi album debutnya My Favorite Things (Motema Music) dan Best Improvised Jazz Solo untuk komposisi "Giant Steps", Joey juga sempat bercerita panjang lebar tentang perkenalan pertamanya dengan jazz dan piano pada usia enam tahun dulu.

"Saya memang belajar sendiri, tapi yang membuat saya mengenal jazz adalah orang tua saya, tentu saja. Khususnya ayah saya, ia sangat mencintai jazz dan ia sangat senang mendengar musik seperti Louis Armstrong. Bahkan ketika saya masih bayi, saya selalu mendengar musik-musik tersebut," jelas Joey lagi.

Joey juga bercerita bahwa dirinya pernah beberapa kali mengikuti les piano, namun ini tidak berlangsung lama. "Saya juga sering melakukan jam session ketika tinggal di Indonesia, di sana lah saya bertemu musisi-musisi itu," imbuhnya.

Malam puncak penghargaan Grammy Awards ke-58 sendiri rencananya akan digelar pada 15 Februari 2016 di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat. Untuk menentukan para peraih nominasi Grammy tersebut pihak akademi dikabarkan sebelumnya telah menerima lebih dari 21.000 karya musik yang kemudian dibagi ke dalam 83 kategori.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 6 Musisi Yang Juga Ilustrator
  2. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  3. 10 Destinasi Wisata Musik Legendaris di Inggris
  4. Kelompok Penerbang Roket Gelar Konser Istimewa di Gedung Kesenian Jakarta
  5. Frau Siap Meluncurkan Album Mini Terbaru

Add a Comment