Kustomfest 2015: Pesta Modifikasi Tahunan Yogyakarta

Laporang langsung dari festival kustom kulture tahunan terbesar di Indonesia.

Oleh
Suasana Kustomfest 2015 yang diselenggarakan di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Stefanus Yoga

Festival kustom kulture tahunan, Kustomfest, yang dihelat pada pekan pertama Oktober silam di Yogyakarta sudah memasuki tahun keempat penyelenggaraanya. Bertempat di Jogja Expo Center, Kustomfest kembali menjadi ajang kumpul para pelaku industri kustom kulture di Indonesia untuk menunjukkan karya-karya terbaiknya.

"Tema Showin" Soul yang digunakan, merupakan representasi bagi pelaku industri kustom kulture untuk menunjukkan karya mereka dengan sepenuh jiwa, perwujudan proses yang jujur, dan menjunjung tinggi nilai-nilai apresiasi dan respect," ujar Lulut Wahyudi, Direktur Kustomfest.

Berbagai macam pertunjukan hampir sama seperti perhelatan di tahun-tahun sebelumnya, yaitu Kustom Bike Show, Hot Rod & Kustom Car Show, Kustom Paint Battle, Kustom Art & Klasik Island, Vendor Booth, Body Art Show, Kustom Bicycle & Pedal Car, Diecast Show, Stunt Rider Show, Helmet paint Kontest, Photo Kontest, BMX Kontest, serta Kustom Kulture Foodfest.

Tidak mengherankan jika Dinas Pariwisata Daerah, termasuk Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta turut mendukung Kustomfest sebagai salah satu aset festival unik di Yogyakarta.Selain karena mampu mendorong jumlah kunjungan dalam dan luar negeri, festival tersebut juga mampu menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan wisata resmi.

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa Kustomfest selalu diadakan di Yogyakarta. Lulut Wahyudi kembali angkat bicara. "Saya pengen kustom kulture Indonesia ini dibangun dengan rasa respect, bukan dengan value of money. You k now what I mean? [Tertawa] Namanya kota seni itu selalu di Yogyakarta dan Bali. Tapi kota penghasil uang adanya di Jakarta. Kalau ini diadakan di Jakarta, kemasannya akan berbeda. Katakan saja, menjadi business oriented."

Ada yang berbeda di gelaran kali ini. Selain jumlah peserta yang meningkat hingga dua kali lipat, yaitu menjadi sebanyak 150 motor kustom, serta 35 mobil Hot Rod, ada yang namanya Junk Yard Festival. Dalam bahasa Jawa disebutnya Klitikan. Merupakan penjualan parts second baik untuk mobil maupun motor. Bahkan beberapa barang langka pun tersedia di sini. Turut dipamerkan juga mobil yang dulu pernah digunakan oleh Bung Karno, yaitu Yanka Gaz USSR tahun 1957 buatan Rusia. Limosin tersebut kabarnya merupakan hadiah dari perdana menteri Uni Soviet (sekarang Rusia) saat itu. Mobil ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.

Limosin Yanka Gaz 1957 yang dulu digunakan oleh Presiden Soekarno. (Stefanus Yoga)

Selain pameran, terdapat pula penampilan dari berbagai band beraliran metal dan rockabilly menjamin para pengunjung tetap betah berlama-lama di dalamnya. Deadsquad, Navicula, The Hydrant, Hanche Presley, The Sleting Down, Serigala Malam, KKK, NYK Guns, Gorila Trampoline, Jamphe Johnson, DPMB, Alterego, Kereta Suzana, Black Stocking serta masih banyak lagi band lain yang tak kalah menggemparkan.

Seperti dalam gelaran di tahun-tahun sebelumnya, Kustomfest 2015 juga tetap menjadi ruang berekspresi dan berinovasi bagi para builder dalam berkarya membangun motor kustom. Zeneos yang merupakan salah satu sponsor, menghadirkan program Powerplant Motorcycles Challenge. Merupakan sebuah kompetisi rancang bangun motor kustom dengan aliran Café Racer yang mengacu pada rancangan sketsa salah satu ikon kustom dunia, yaitu Yaniv Evan dari Powerplant Motorcycles, USA. Pemenang dari kompetisi ini nantinya akan diberangatkan untuk menyaksikan gelaran Yokohama Hot Rod Custom Show, yang akan berlangsung di Jepang pada 6 Desember mendatang.

Kustom Bike "Jaran Kore" sebagai Lucky Draw

Suatu festival tanpa adanya lucky draw rasanya pasti kurang menggairahkan bukan? Kustomfest selalu menghadirkan lucky draw berupa satu buah kendaraan. Jika tahun lalu lucky draw berupa sebuah mobil Hot Rod, saat ini merupakan sebuah Kustom Bike yang juga persembahan dari Retro Classic Cycles. BMW R65 bermesin Boxer 650cc lansiran 1978 yang menjadi basisnya. Diberi nama Jaran Kore yang dalam bahasa jawa diartikan sebagai kuda liar yang sulit ditunggangi.

Lulut Wahyudi yang juga penggawa Retro Classic Cycles mengemukakan alasannya memberi nama tersebut. "Saya mau membuktikan bahwa motor kustom bukan sekadar kendaraan yang hanya bisa dipakai ke café atau diikutkan kontes, tapi bisa punya kemampuan memadai di area offroad." Pantas saja, video yang dipasang di panggung dengan durasi dua menit memperlihatkan Jaran Kore yang dipakai di gunung Merapi. What an Awesome Kustom Bike!

Komentar Beberapa Artis yang Hadir di Kustomfest 2015

Indro Warkop
"Kustomfest merupakan sebuah acara yang ikut meramaikan dunia bermotor. Bukan hanya ajang showoff, tapi juga jadi ajang berjumpanya para hobbies, penggemar, dan penjual. Saya pengen banyak acara-acara seperti ini di Indonesia."

Derby Romero
"Gua seneng dateng ke sini karena bisa ketemu temen-temen lama juga. Acaranya rame dan bagus buat kemajuan dunia kustom Indonesia. Event dari tahun ke tahun pun makin ramai peminatnya. Sukses Kustomfest!"

Editor's Pick

Add a Comment