Manajer Mainz Memprediksi Bursa Transfer Liga Premier Akan Hancur

“Opini saya, bursa transfer Inggris akan hancur dalam dua atau tiga tahun mendatang,” ungkap Heidel.

Oleh
Facebook/Premier League Indonesia

Perputaran uang dalam bisnis jual beli pemain di Liga Premier semakin tahun semakin besar. Hal ini dilihat manajer Mainz, Christian Heidel, sebagai peringatan kalau dalam dua hingga tiga tahun mendatang, bursa transfer sepak bola Inggris akan hancur.

Hingga bursa transfer musim panas 2015, tim di Liga Premier sudah menghabiskan dana 1 triliun Pound sterling lebih. Jauh lebih besar dibandingkan liga lainnya. Nantinya dana tersebut bisa lebih besar karena Liga Premier telah menyetujui kontrak hak siar televisi sebesar 1,78 triliun Pound sterling mulai musim 2016-17.

Salah satu masalah membeli pemain dari Liga Premier adalah gaji mereka yang rata-rata jauh lebih besar dibanding liga lainnya. Heidel mengungkapkan kalau Mainz dan tim Jerman lainnya sudah sering ditawarkan pemain dari sana, namun mereka tidak sanggup membayar gaji yang diminta.

"Mereka akan menerima akibatnya. Kami tidak pernah ditawarkan pemain dari Inggris lebih banyak daripada tahun ini," ungkap Heidel seperti dilansir Goal. "Semuanya gagal dari permintaan gaji yang terlalu tinggi. Opini saya, bursa transfer Inggris akan hancur dalam dua atau tiga tahun mendatang."

Menurutnya, situasi Liga Premier akan semakin memburuk karena mereka berani membayar mahal gaji pemain berkemampuan medioker. Dan tindakan tersebut akan ada konsekuensinya.

"Klub Inggris membayar gaji pemain medioker dengan angka yang gila. Dan mereka tidak akan bisa mendapatkan hal itu di luar Inggris! Nanti akan ada klub yang bisa mengontrak mereka tapi tidak tertarik, dan sisanya tidak mampu membayar tawaran gaji yang tinggi," tegas Heidel.

"Setiap tahun klub Inggris membeli pemain baru dan jumlah pemain dalam satu tim akan terlalu besar. Saya berpikir kalau nanti mereka bisa saja membayar kompensasi terhadap satu pemain dengan jumlah uang yang juga cukup membeli satu pemain lainnya," pungkasnya.

Editor's Pick

Add a Comment