10 Video Musik Indonesia Terbaik Sejauh Ini di 2015

Mulai dari video musik Tulus, Raisa, RAN, Aimee Saras, NOAH hingga unit mathcore berisik Bandung, ALICE.

Oleh
Maliq & D'Essentials saat tampil di video musik "Aurora".

Video musik biasanya digunakan sebagai alat bantu untuk memperkenalkan dan mempromosikan karya-karya terbaru dari musisi atau band. Bekerja sama dengan para sineas-sineas berbakat, para musisi sering kali melakukan eksperimen canggih dari bidang teknologi maupun ide cerita. Namun tak jarang, mereka juga dapat menghasilkan video musik berkualitas berkat kerja keras timnya sendiri (etos DIY).

Salah satunya adalah Endank Soekamti, trio punk rock asal Yogyakarta ini terkenal dengan tim dokumentasinya yang disutradarai langsung oleh sang bassist, Erix Soekamti. Endank Soekamti terakhir merilis sebuah video musik untuk lagu "Benci Untuk Mencinta". Sebuah gubahan ulang lagu hit Naif yang menjadi bagian dari album cover, Kolaborasoe. Sayangnya, video musik tersebut rilis dan diunggah ke kanal YouTube resmi mereka pada 31 Desember 2014 lalu. Jika tidak, video musik tersebut akan memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam daftar ini pula.

Sepanjang perjalanan 2015 sepuluh video musik berikut ini adalah yang berhasil masuk dalam pantauan radar kami. Sejauh ini walaupun tahun belum berakhir semuanya dengan kelebihan dan keunikan masing-masingnya merupakan yang terbaik pernah dipersembahkan bagi musik Indonesia.

Berikut adalah daftar 10 video musik Indonesia terbaik hingga Agustus 2015. Perlu digarisbawahi bahwa urutan yang ada di sini tidak mencerminkan peringkat sama sekali, semuanya adalah video musik terbaik dari yang terbaik:

10) Tulus - "Jangan Cintai Aku Apa Adanya"

Salah satu karya yang memperlihatkan keunikan Tulus mengambil sudut pandang lain dalam penulisan lirik, begitu menonjol di lagu ini. Video musik "Jangan Cintai Aku Apa Adanya" memiliki jalan cerita yang unik dan sangat menyentuh; seorang pasangan suami istri – diperankan oleh Tulus (yang berprofesi menjadi badut) dan seorang wanita bernama Reti Ragil – yang berhasil menjadi keluarga bahagia berkat frasa tersebut, "jangan cintai aku apa adanya."

9) RAN - "Salah Tingkah"

Video musik "Salah Tingkah" milik RAN, membuktikan bahwa kini segala sesuatunya tak selalu harus memiliki sentuhan klasik. Rayi (vokal), Asta (gitar) dan Nino (vokal) cukup berhasil tampil membawakan nomor "Salah Tingkah" dengan nuansa urban dan modern bersama aksi sekumpulan penari latar. Salah satu konsep video musik yang cukup sulit jika diadaptasikan ke sosok artis atau sekelompok musisi lain, inilah kepribadian khas RAN.

8) Raisa - "Jatuh Hati"

Setelah merilis video musik "LDR" dengan format canggih 4K, kini Raisa harus terbang ke Jawa Timur untuk membuat video musik di dalam Taman Nasional Baluran, Banyuwangi. "Jatuh Hati" menceritakan tentang seorang wanita yang diperankan oleh Raisa, yang jatuh hati kepada seorang guru sekolah terbuka dimana Oka Antara sebagai pemerannya. Selain menampilkan kombinasi suara dan paras cantik seorang Raisa, "Jatuh Hati" pun menampilkan keindahan alam Indonesia.

7) Neurotic - "Sehabis Gelap Hilang Terbitlah Terang Datang (Volume 2)"

Pada awal 2015, unit pop elektro, Neurotic, merilis video musik "Sehabis Gelap Hilang Terbitlah Terang Datang" dengan dua versi berbeda dalam kurun waktu kurang dari satu pekan. Keduanya tentu wajib ditonton karena penuh eksperimen. Namun di edisi kedua, Neurotic cukup terampil dalam memadukan konsep lirik video dengan tampilan siluet para personel, beberapa efek serta tambahan cahaya dari proyektor digital.

6) Bonita & The Hus Band - "Do What You Gotta Do"

Lagu yang menyenangkan dan divisualisasikan dengan baik namun sederhana. Video musik "Do What You Gotta Do" dari Bonita & The Hus Band hanya bermodalkan warna hitam dan abu-abu namun memiliki daya tarik tersendiri yaitu obyek yang tetap bergerak di dalam satu frame yang terhenti. Video ini pun menampilkan para personel Bonita & The Hus Band yang membawakan lagu "Do What You Gotta Do" di sebuah ruang tengah yang hangat.

5) Aimee Saras - "Lenggang Temaram"

Sesuai dengan materinya, video musik "Lenggang Temaram" memberi visual terbaik akan glamornya penyanyi jazz wanita era '50-an. Dengan poni rambut melengkung yang khas, gaun dengan warna mencolok plus warna video musik yang dibuat klasik, "Lenggang Temaram" harus masuk di daftar ini. Apalagi banyak pelaku-pelaku seni yang turut terlibat sebagai model seperti aktor Fachri Albar dan Ario Bayu, sutradara Joko Anwar, bahkan hingga vokalis/gitaris Sore, Ade Paloh.

4) Ras Muhamad - "Salam"

Dalam video musik "Salam", Ras Muhamad berhasil membawa misi keindahan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan dan kesetaraan. Dengan konsep video lirik, visual dari "Salam" yang merupakan materi dari album dengan judul yang sama, menjabarkan banyak bahasa yang memiliki satu arti dasar yaitu salam. Dari "Assalamualikum", "Namaste", "Rahayu", hingga "Horas" yang dituliskan dengan Aksara Batak Toba.

3) Noah - "Menunggumu"

Setelah merilis video musik "Seperti Kemarin" pada awal 2015, NOAH kembali merilis video musik "Menunggumu" yang juga merupakan bagian materi dari album kedua, Second Chance. Disutradarai oleh sineas berbakat, Sakti Marendra, video musik "Menunggumu" menampilkan kesinambungan banyak gambar yang di dalamnya memuat dua obyek tetap. Video musik "Menunggumu" juga secara apik mengombinasikan warna yang lebih dingin serta slow motion.

2) Maliq & D'Essentials - "Aurora"

Dalam merayakan ulang tahun yang ke-13, Maliq & D"Essentials merilis video musik dari single terbaru mereka yang berjudul "Aurora". Video musik ini terbangun sempurna atas perpaduan setiap bagian lagu yang diekspresikan oleh gerakan keenam personel Maliq & D"Essentials. Selain meluncurkan sebuah video musik, lagu "Aurora" pun memiliki dua video edisi lainnya yaitu video lirik dan video panduan lagu.

1) A.L.I.C.E. - "Memberangus di Kaki Langit"

Sebuah materi lama dari grup mathcore asal Bandung, A.L.I.C.E, yang pertama kali rilis pada 2013 silam dan dimuat di album pendek mereka, self-titled. Berjarak sekitar kurang lebih selama dua tahun, video musik "Memberangus di Kaki Langit" akhirnya muncul dengan hasil yang memukau. Video musik "Memberangus di Kaki Langit" pun menjadi salah satu persembahan terakhir dari mendiang Erwin "Ewing" Juliansyah, salah satu orang penting yang terlibat dalam pembuatan video musik ini. Rest In Peace.



Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Narasi Musik Metal Indonesia di Kancah Dunia
  3. Killing Me Inside Kolaborasi dengan Aiu eks-Garasi, Rilis Single Baru “Fractured”
  4. Harry Styles: Superstar Pop Dunia
  5. 10 Film Indonesia Terbaik 2016

Editor's Pick

Add a Comment