RSI Films: 10 Tahun Rolling Stone Indonesia

Menelusuri perjalanan menarik selama sepuluh tahun terakhir hadirnya majalah musik dan kultur pop ini di Tanah Air.

Oleh

Awal 2005 Indonesia mencetak sejarah sebagai negara pertama di benua Asia yang menerbitkan majalah kultur pop ikonik nan legendaris, Rolling Stone. Sepuluh tahun kemudian Rolling Stone Indonesia berkembang pesat tak hanya menjadi media yang memiliki reputasi menawan akan reportase musik, film dan gaya hidup di Tanah Air namun juga melebarkan sayap dengan membuka Rolling Stone Cafe dan kini semakin serius terjun ke dunia daring bersama RollingStone.co.id.

Demi penggarapan film dokumenter pendek Satu Dasawarsa Rolling Stone Indonesia yang merupakan proyek perdana dari Rolling Stone Indonesia Films ini, kami kembali mengunjungi kantor pertama majalah ini yang terletak di Jl. Bangka Raya No.99, Jakarta Selatan. Beberapa awak redaksi, bahkan pula mantan awak redaksi majalah yang dulu pada era 2005 - 2007 sempat bermarkas di kantor lama ini, kami ajak berkunjung kembali, selain untuk melakukan syuting film ini sekaligus juga bernostalgia mengingat masa-masa menyenangkan dulu ketika berkantor ini.

Footage klasik yang eksklusif dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya hadir di salah satu adegan di film dokumenter ini, ketika pada November 2005, serombongan anggota band indie dari The Upstairs (Jimi Multhazam), Sari dan Rio (White Shoes and the Couples Company), Ario dan Ale (The Adams), The Safari (Eddo Wallad), Indra Ameng (RuangRupa) dan produser David Tarigan berkunjung ke kantor lama Rolling Stone untuk bersenda gurau bersama para awak redaksi majalah ini.

"Belasan tahun sebelum Rolling Stone Indonesia ada gue selalu beli Rolling Stone magazine. Gue suka Rolling Stone itu karena membahas bukan hanya musik, di halaman tengahnya, dari jaman yang edisi Barat ada (artikel) sosial politiknya," kenang Bimbim, drummer sekaligus pendiri salah satu band rock terbesar di Indonesia, Slank.

Bimbim beserta bandnya merupakan salah satu pendukung awal majalah Rolling Stone Indonesia. Ia bersama gitaris Abdee Negara dan Bunda Iffet bahkan hadir di acara konferensi pers peluncuran majalah ini tepat sepuluh tahun yang lalu diselenggarakan di kantor lama tersebut. Di film ini juga ia secara lugas mengungkapkan rasa bangganya ketika bandnya pernah terpilih beberapa kali menjadi cover majalah ini.

Selain itu simak pula pengalaman-pengalaman unik dan menarik para awak redaksi Rolling Stone Indonesia ketika mereka melakukan aktivitas jurnalistik bersama nara sumber seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Bruce Dickinson (Iron Maiden), aktor Reza Rahadian, vokalis Unearth hingga kisah surealis editor Hasief Ardiasyah yang pernah "dicekik" oleh Rob Thomas (Matchbox 20), Matt Bellamy (Muse), Chris Martin (Coldplay) hingga Imogen Heap.

Penampakan lainnya pada film dokumenter berdurasi 18 menit 4 detik ini adalah saat hadirnya footage mendiang pengamat musik terkemuka, Denny Sakrie, yang secara jujur mengungkapkan perasaannya tentang kiprah Rolling Stone di Indonesia. Juga dapat disimak pendapat menarik dari propagandhist asal Bali, Rudolf Dethu serta Iwan serta Beery dari Saint Loco tentang pengalaman mereka selama ini membaca Rolling Stone.

RSI Films

Rolling Stone Indonesia Films merupakan serial dokumenter pendek yang akan hadir setiap bulannya via RollingStone.co.id yang mengulas perjalanan artis-artis musik, band-band serta tokoh-tokoh kultur pop dan dunia hiburan Tanah Air sejak mereka terjun memulai karier dari bawah hingga menapak tangga teratas dan kemudian menjadi salah satu artis terbesar di Indonesia.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Afgan Dipaksa Turun Panggung di Prambanan Jazz Festival 2017
  2. Bos Prambanan Jazz Menjelaskan Insiden yang Menimpa Afgan
  3. Sixpence None the Richer, Dewa19, KLa Project, Stinky Siap Ramaikan The 90's Festival 2017
  4. Saksikan Trailer Film ‘Pengabdi Setan’ Garapan Ulang Joko Anwar
  5. Aktor ‘X-Men’ dan ‘Jurassic Park’ Menjadi Anggota Queen di Film Biografi

Add a Comment