Ariel Bebas!

Tanggal 23 Juli 2012 pukul 08.30 pagi ini Nazriel Irham alias Ariel vokalis band Peterpan akan menghirup udara bebas dari proses hukum yang menimpanya.

Oleh
Tanggal 23 Juli 2012 pukul 08.30 pagi ini Nazriel Irham alias Ariel vokalis band Peterpan akan menghirup udara bebas dari proses hukum yang menimpanya. Sambutan dari Sahabat Peterpan yang menyemut sejak pagi di Rumah Tahanan (Rutan) Kebon Waru, Bandung, tak terbendung lagi. Belum lagi semua media massa yang berlomba menyiarkan pembebasan Ariel hari ini. Banyak yang rela datang mulai subuh karena hanya ingin melihat idola mereka yang hampir dua tahun absen dari pentas musik nasional.

Tepat jam 09.00, Ariel bebas setelah menandatangi Surat Keputusan bebas bersyarat yang diserahkan langsung oleh Kepala Lapas Rumah Tahanan Kebon Waru Joko Pitoyo. Beberapa poin dalam isi bebas bersyarat Ariel di antaranya adalah: 1. Tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum, 2. Berkelakuan baik, 3. Kalau pindah harus melaporkan diri, 4. Tidak boleh pergi ke luar negeri selama masa pembebasan kecuali mendapat izin dari Kejaksaan Negeri.

Setelah penyerahan SK Bebas bersyarat, Ariel segera diantar menuju kantor Kejaksaan Bandung untuk mengurus beberapa dokumen. Karena padatnya penjemput yang terdiri Sahabat Peterpan, media, dan masyarakat yang hadir, Ariel keluar dari rutan dengan menaiki sebuah mobil.

Rencananya, pihak keluarga serta Musica Studio"s, label tempat Ariel dan Peterpan bernaung, akan menggelar konferensi pers dan buka bersama sekaligus syukuran bebasnya Ariel hari ini pukul 16.00 di sebuah hotel di jalan Riau, Bandung.

Beberapa hari sebelumnya, Ariel sempat cerita kepada saya. "Tadinya acara nanti saat saya bebas tanggal 23 itu akan disiarkan di sebuah acara musik pagi secara langsung. Jadi saya akan nyanyi beberapa lagu dengan Peterpan. Sudah sempat izin ke kejaksaan. Pihak rutan juga mencoba minta izin ke Kamenhukam Pusat. Tapi belakangan rencana itu tidak jadi," kata Ariel kepada saya.

Saya bisa berkomunikasi kembali dengan Ariel beberapa bulan lalu lewat Path. Path, salah satu platform media sosial unik yang sedang digemari memungkinkan orang untuk menyimak lagu dari iTunes, memasukkan video dengan durasi sekitar 20 detik, atau menampilkan foto kita dengan filter yang menarik. Mirip Facebook, namun peranti ini lebih personal karena hanya 150 orang yang bisa menjadi "teman" kita di Path.

Fajar, drummer dari Alexa, yang awalnya memberi tahu saya kalau Ariel punya akun Path. Mulailah saya dan Ariel kerap berkomunikasi lewat Path. Kami saling komentar tentang lagu-lagu Peterpan yang ditiru atau mirip dengan band dari luar negeri, foto selama dia di dalam Rutan Kebon Waru Bandung dan banyak lagi.

Suatu hari Ariel memasukan potongan video dari para penghuni Rutan di Kebon Waru yang sedang memainkan alat musik. Tampak wajah mereka bahagia. Rutan Kebon Waru memang dikenal akrab dengan kegiatan kesenian musiknya. Beberapa tahun lampau Rolling Stone Indonesia pernah menulis tentang Waru Band yang terdiri dari penghuni Rumah Tahanan Kebon Waru Bandung. Band ini bahkan sempat rekaman dan merilis album. Salah seorang pegawai di Rutan Kebon Waru bersedia menjadi manajer band ini.

Tiba-tiba saya punya ide untuk membawa gerakan "1000 Gitar Untuk Anak Indonesia" dari Rolling Stone Indonesia ke Rutan Kebon Waru. Niat saya ini lantas saya utarakan ke Ariel. Rupanya dia sangat antusias. Dia kemudian menghubungi saya dan memberikan nomor telepon kepala Rutan Kebon Waru. Kami segera menghubungi dan datang langsung ke Rumah tahanan Kebon Waru. Pihak Rutan sangat antusias dengan rencana kami ini.

Akhirnya, pada hari Selasa, 17 Juli 2012, "1000 Gitar Untuk Anak Indonesia" hadir di Rutan Kebon Waru. Musisi dari Bandung kami libatkan dalam prosesi penyerahan gitar ini. Mereka adalah Jaka dan Acil Bimbo, Noey dan Capung Java Jive, Eben dan Ramdhan Burgerkill, Trisno Pas Band, Anto Arief, Dina dan Maradilla Homogenic, Adhit The Sigit, Budi Time Bomb Blues, serta Ayie Sonic Torment. Turut hadir pula Andy F. Noya (Commisioner) dan Monika Soebari (President Director) dari Rolling Stone Indonesia.

"Akhirnya kita bertemu lagi," kata Ariel sambil memeluk dan menjabat tangan saya hangat. Wajahnya tampak segar. Rambutnya dia potong pendek rapi. Bau wangi tercium dari badannya. Sejak bertemu di Mabes Polisi sekitar dua tahun lalu, kami belum pernah bertemu kembali. "Uki tidak jadi ikut ke sini, dia sedang promosi dengan band Astoria," katanya. Astoria adalah band proyek dari Uki, gitaris Peterpan, yang dia kerjakan saat Peterpan vakum. Awalnya Uki mewakili Peterpan hendak ikut bergabung. Ariel juga sempat memperlihatkan bagian di Rutan Kebon Waru yang akan dipakai untuk studio latihan band.

Kami banyak berbicara santai di sela acara yang berlangsung di halaman Rutan Kebon Waru, dihadiri 1200 penghuni rumah tahanan yang tampak senang dengan kedatangan kami sore itu. Saat saya panggil Ariel ke depan untuk memberikan sambutan, saya sempat bertanya perihal lagu "Dara" yang dia rekam di Rutan Kebon Waru. "Lagu buat siapa itu sebenarnya?" tanya saya. Semua penghuni rutan tampak berteriak girang melihat Ariel salah tingkah dan muka merah padam akibat pertanyaan saya tersebut. Banyak yang mengatakan kalau lagu "Dara" itu ia ciptakan untuk Luna Maya.

Sore itu Ariel saya paksa menyanyi dengan diiringi dua produsernya, Noey dan Capung. Lagu "Yellow" dari Coldplay mereka pilih sore itu untuk dibawakan. Semua terkesima. "Aduh suaranya memang luar biasa ya?" celetuk Dina Delyana dan Maradilla dari Homogenic. Pendapat yang (mungkin) mewakili suara hati jutaaan perempuan pengemar Peterpan, terutama Ariel. Karisma yang luar biasa.

"Kang Noey dan kang Capung ini dua orang yang mengajari kami di Peterpan dari awal. Mereka yang membantu saya menulis lagu dan bagaimana cara membuat aransemen lagu yang bagus, baik dan benar," kata Ariel memuji dua "guru" sekaligus produsernya. "Tapi jangan salah, ternyata Ariel dan Peterpan jauh lebih pintar dari kami sebagai gurunya kemudian," kata Noey penuh makna yang disambut gelak tawa semua yang hadir.

Sebuah lagu baru dari Peterpan yang rencananya berjudul "Revolusi" direkam oleh Ariel di penjara pada 18 Juli 2012. "Lagu lama dari Peterpan tapi belum pernah rilis yang akan diubah versi dan aransemennya," kata Noey tentang lagu baru ini. "Saya akan take vokal di dalam penjara, rencananya akan melibatkan sekitar 100 teman-teman penghuni Rutan Kebun Waru Bandung untuk mengisi choir di lagu ini," kata Ariel sebelum kami berpamitan. Ternyata pada saat direkam, lagu ini melibatkan paduan suara hampir 200 orang penghuni Kebon Waru.

Lagu "Revolusi" dari Peterpan (atau nama baru yang akan segera mereka umumkan) dengan melibatkan suara teman-temannya selama di Rutan Kebon Waru akan menjadi simbol revolusi kebebasan dari seorang anak manusia bernama Ariel. Ariel dan Peterpan siap kembali hadir menyapa Sahabat Peterpan di mana saja mereka berada.

Pihak Musica Studio"s sudah menyiapkan banyak rencana untuk merilis album baru Peterpan dengan produser Noey dan Capung dari Java Jive.

Sebuah lagu yang akan menjadi single baru juga sudah disiapkan. Lagu yang akan berjudul "Separuh Aku" ini akan menjadi lagu perdana dari "Peterpan" yang akan muncul dengan nama baru. Rolling Stone Indonesia berhasil mendapatkan tiga nama yang akan dipakai untuk nama baru "Peterpan" ini.

Namun belum ada kepastian mana dari ketiga nama tersebut yang akan dipakai untuk menjadi jubah baru sebagai identitas terkini dari Ariel, Uki, Lukman, Reza serta David. Lagu "Separuh Aku" ini tampil begitu megah dengan isian piano manis, gitar yang cantik, serta drum yang megah. Lagu yang akan menyambut Ariel dan Peterpan kembali ke pentas musik Indonesia.

"Welcome back, my friend, Boril. Semoga hari-hari kita ke depan semakin baik dan lancar. Amin, amin," tulis Uki di akun Twitter resminya.


Editor's Pick

Add a Comment